Arti Peribahasa Bagai Api dengan Asap beserta Contoh Kalimatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arti peribahasa ‘bagai api dengan asap’ hampir mirip dengan ‘bagai kuku dengan daging’. Peribahasa ini seringkali digunakan untuk menggambarkan suatu hubungan.
Peribahasa adalah kelompok kata yang memiliki susunan tetap untuk mengiaskan maksud tertentu. Susunan kata tersebut biasanya singkat dan berisi nasihat, ajaran moral, serta nilai-nilai kehidupan yang dimiliki suatu masyarakat.
Menurut Sri Diharti dan Dian Rahmawati dalam buku Nyanyian Rakyat dan Peribahasa Suku Minahasa (2022), peribahasa dibedakan menjadi lima jenis, yaitu pepatah, perumpamaan atau tamsil, pameo atau semboyan, bidal, dan ungkapan.
Arti Peribahasa Bagai Api dengan Asap
Peribahasa ‘bagai api dengan asap’ masih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama saat membicarakan pasangan kekasih, suami-istri, atau hubungan pertemanan.
Arti peribahasa ‘bagai api dengan asap’ adalah dua orang yang sangat dekat dan tidak bisa dipisahkan. Kata api dan asap dipakai sebagai kiasan untuk menggambarkan kebersamaan. Tidak akan ada asap kalau tidak ada api.
Jika dilihat dari ciri kalimat dan isinya, bagai ‘api dengan asap’ adalah peribahasa berjenis perumpamaan atau tamsil. Dalam buku Kisi-Kisi Pasti Ujian Nasional SMP 2015 Prediksi yang Akurat, perumpamaan atau tamsil adalah kalimat yang membandingkan keadaan atau tingkah laku seseorang menggunakan kiasan.
Jenis peribahasa ini sangat mudah dikenali karena memiliki ciri khas, yaitu penggunaan kata-kata perbandingan (bagai, laksana, bak, macam atau seperti) di awal kalimat.
Peribahasa ‘bagai api dengan asap’ dipakai dalam obrolan atau tulisan. Berikut contoh penggunaan peribahasa ‘bagai api dengan asap’ yang tepat dalam kalimat:
Pengantin baru yang menempati rumah di ujung jalan itu bagai api dengan asap.
Lusi dan Anita bertemu di organisasi majalah kampus. Keduanya berteman dekat bagai api dengan asap.
Suami dan istri mestinya bagai api dengan asap, selalu bersama dan tidak bisa terpisahkan meski banyak masalah dalam pernikahan.
Baca Juga: Peribahasa Indonesia: Pengertian, Ciri, Jenis-jenis, dan Contohnya
Peribahasa Serupa Bagai Api dengan Asap
Peribahasa Bahasa Indonesia berjenis perumpamaan jumlahnya sangat banyak dan paling sering dipakai dalam percakapan sehari-hari.
Dirangkum dari buku Kamus Lengkap Peribahasa dan Ungkapan: Wajib Dimiliki Siswa dan Pengajar karangan M Miftah Fauzi, berikut peribahasa berjenis perumpamaan atau tamsil:
Bagai kuku dengan daging: dua orang yang sangat dekat dan sulit dipisahkan.
Bagai pinang dibelah dua: dua orang yang sangat mirip fisik maupun kelakuannya.
Bagai air dengan minyak: dua hal yang tidak bisa menyatu karena berbeda.
Bagai air di daun talas: seseorang yang tidak memiliki pendirian atau mudah berubah-ubah.
Bagai pungguk merindukan bulan: menginginkan sesuatu yang sulit digapai.
Bagai memancing di air keruh:mengambil kesempatan atau keuntungan dalam keadaan yang tidak tepat.
Bagai siang dengan malam: dua hal yang sangat berbeda dan tidak bisa disatukan.
(GLW)
Frequently Asked Question Section
Ada berapa jenis peribahasa?

Ada berapa jenis peribahasa?
Lima, yaitu pepatah, perumpamaan atau tamsil, bidal, semboyan, dan ungkapan.
Apa ciri khas peribahasa berjenis perumpamaan?

Apa ciri khas peribahasa berjenis perumpamaan?
Menggunakan kata-kata perbandingan seperti, bagai, bak, atau macam.
Apa arti bagai air dengan minyak?

Apa arti bagai air dengan minyak?
Dua hal yang sangat berbeda dan tidak bisa menyatu.
