Konten dari Pengguna

Arti Peribahasa Bagai Telur di Ujung Tanduk

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Arti Peribahasa Bagai Telur di Ujung Tanduk. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Arti Peribahasa Bagai Telur di Ujung Tanduk. Foto: Shutter Stock

Arti peribahasa ‘bagai telur diujung tanduk’ hampir mirip dengan ‘genting menanti putus, biang menanti tembuk’. Peribahasa tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan situasi genting dan berbahaya.

Secara umum, peribahasa dibedakan menjadi lima jenis, yakni pepatah, perumpamaan atau tamsil, pameo atau semboyan, bidal, dan ungkapan. Peribahasa ‘bagai telur di ujung tanduk’ termasuk dalam peribahasa berjenis perumpamaan atau tamsil.

Mengutip buku Kisi-Kisi Pasti Ujian Nasional SMP 2015 Prediksi yang Akurat tulisan Reni Fitriani, peribahasa jenis perumpamaan memiliki ciri yang sangat mudah dikenali, yakni menggunakan kata-kata perbandingan, seperti bagai, laksana, bak, atau macam di awal kalimat.

Lantas, apa makna dari peribahasa ‘bagai telur di ujung tanduk’? Simak penjelasan berikut!

Arti Peribahasa Bagai Telur Diujung Tanduk

Ilustrasi arti peribahasa bagai telur di ujung tanduk. Foto: Unsplash.

Sri Diharti dan Dian Rahmawati dalam buku Nyanyian Rakyat dan Peribahasa Suku Minahasa (2022) mengartikan peribahasa sebagai kalimat ringkas berisi ajaran moral atau nasihat yang membimbing seseorang ke jalan yang benar.

Pesan dalam peribahasa disampaikan melalui kata-kata bermakna konotatif atau kiasan, contohnya ‘bagai telur diujung tanduk’. Peribahasa ‘bagai telur di ujung tanduk’ artinya keadaan yang sangat berbahaya, kritis, genting, dan bahkan dapat mengancam nyawa seseorang.

Menurut makna sebenarnya, telur merupakan benda bercangkang berisi bakal anak hewan. Sementara tanduk adalah cula yang tumbuh di kepala, berbentuk runcing dan keras.

Namun dalam peribahasa ini, telur digunakan untuk menggambarkan sesuatu atau seseorang yang bisa celaka saat berada dalam keadaan berbahaya.

Baca Juga: Peribahasa Indonesia: Pengertian, Ciri, Jenis-jenis, dan Contohnya

Peribahasa Lain yang Menggunakan Kata Tanduk

Ilustrasi arti peribahasa bagai telur di ujung tanduk. Foto: Unsplash.

Ada beberapa peribahasa dalam Bahasa Indonesia yang menggunakan kata tanduk. Peribahasa ini cukup sering digunakan sehari-hari, untuk memberi nasihat maupun sebagai perumpamaan.

Dirangkum dari buku Kamus Peribahasa tulisan S.R.S Abbas dan Kamus Lengkap Peribahasa dan Ungkapan: Wajib Dimiliki Siswa dan Pengajar karangan M Miftah Fauzi, berikut daftarnya.

  1. Meminta tanduk kuda: permintaan yang mustahil dilakukan.

  2. Tak dapat tanduk, telinga dipulas: melampiaskan perasaan kesal dan sakit hati ke orang lain; siap melakukan apa saja selama bisa membalaskan dendam.

  3. Runcing tanduk: seseorang yang terkenal karena kejahatannya.

  4. Tanduk di kepala tak dapat digelengkan: suatu kewajiban atau tugas yang tidak bisa dihindari

  5. Bagai memberkas tanduk: pekerjaan atau hal yang sangat sulit dikerjakan.

  6. Menanti kucing bertanduk: mengharapkan sesuatu yang mustahil terjadi.

  7. Bagai tanduk bersendi gading: pasangan yang tidak cocok atau tidak sepadan.

  8. Sudah dapat gading bertuah tanduk kerbau mati terbuang: setelah mendapat barang baru, barang lama tidak berguna lagi.

  9. Kerbau menanduk anaknya dengan papar bukan dengan ujungnya: menghukum anak seharusnya untuk membuatnya memperbaiki kesalahan bukan untuk menyiksanya.

  10. Panjang tanduk rusa karena waspada: panjang umur karena pandai menjaga diri.

(GLW)