Arti Satria Lelaku dalam Primbon Perjodohan dan Rumusnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Primbon Jawa, satria lelaku artinya baik kalau berdagang. Istilah ini digunakan untuk mendeskripsikan kehidupan rumah tangga seseorang berdasarkan neptu namanya.
Masyarakat Jawa biasa menggunakannya untuk menentukan nasib pernikahan. Di samping itu, pasangan yang hendak menikah juga biasa menggunakan perhitungan ini untuk memantapkan diri sebelum meminang kekasihnya.
Mengutip buku Falsafah Hidup Jawa karya Suwardi Endraswara (2018), satria lelaku juga berarti terhormat. Istilah ini digunakan dalam pasatowan salaki-rabi, yakni menyatukan nama calon dalam bahasa Jawa Ha sampai Nga, lalu membaginya dengan angka 7.
Nasib satria lelaki ini erat kaitannya dengan weton jodoh seseorang. Bagaimana cara menghitung angka neptu namanya? Simak penjelasannya berikut ini.
Arti Satria Lelaku dalam Primbon Jawa
Satria lelaku merupakan salah satu rakam dalam perhitungan weton jodoh. Biasanya, weton ini digunakan untuk menentukan nasib pernikahan dan rezeki rumah tangga seseorang.
Satria lelaku memiliki angka sisa neptu 6. Mengutip buku Primbon Praktis karya Mama Flo (2008), angka ini memiliki arti baik kalau berdagang dalam Primbon Jawa.
Selain satria lelaku, ada juga rakam lainnya yang dipercaya oleh masyarakat Jawa sebagai perhitungan jodoh seseorang. Rakam tersebut didasarkan pada nama neptu masing-masing pasangan. Berikut daftarnya yang bisa Anda simak:
Sisa 1: Tunggak tan semi (anak banyak yang mati)
Sisa 2: Pisang punggel (cerai)
Sisa 3: Lumbung gumuling (boros)
Sisa 4: Sanggar waringin (jadi tempat berlindung)
Sisa 5: Pedaringan kebak (kaya)
Sisa 7: Pandhita mukti (tentram dan selamat)
Untuk menghitung sisa angka masing-masing neptu, Anda perlu menggunakan rumus:
Neptu huruf depan dan huruf belakang nama pasangan wanita dan laki-laki : 7
Nantinya, sisa angka tersebut akan digunakan untuk menentukan nasib perjodohan seseorang. Angka tersebut juga bisa untuk memprediksi kehidupan pasangan ketika menjalin ikatan rumah tangga.
Contoh:
Nama pasangan pria Bagus, huruf depannya b = 2, sedangkan huruf belakangnya s = 3. Maka, 2+3 = 5. Nama pasangan wanita Bunga, huruf depanna b = 2, sedangkan huruf belakangnya nga (z) = 2. Maka 2+2 = 4.
Angka sisanya adalah 5+4/7 = 2. Jadi, angka sisa tersebut jatuh pada pisang punggel yang artinya akan bercerai.
Adapun daftar nama neptu lainnya yang didasarkan pada aksara Jawa adalah sebagai berikut:
A (ha): 6
N (na): 3
C (ca): 3
R (ra): 3
K (ka): 3
F (da): 5
T (ta): 3
S (sa):3
W (wa): 6
L (la): 5
P (pa): 1
D (dha): 4
J (ja): 3
Y (ya): 3
V (nya): 3
M (ma): 5
G (ga): 1
B (ba): 2
Q (tha): 4
Z (nga): 2
Baca juga: Watak Weton Selasa Legi dan Cara Menghitung Weton Jodoh
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu pasatowan salaki-rabi?

Apa itu pasatowan salaki-rabi?
Menyatukan nama calon dalam bahasa Jawa Ha sampai Nga, lalu membaginya dengan angka 7.
Berapa sisa angka neptu satria lelaku?

Berapa sisa angka neptu satria lelaku?
Sisa angkanya 6.
Apa saja nama rakam perjodohan dalam primbon Jawa?

Apa saja nama rakam perjodohan dalam primbon Jawa?
Tunggak tan semi, pisang punggel, lumbung gumuling, sanggar waringin, pedaringan kebak, satria lekaku, dan pandhita mukti.
