Konten dari Pengguna

Asesmen MPLS Ramah 2026 Jadi Langkah Awal Mengenali Karakter

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi asesmen mpls ramah 2026. unsplash/haseebm
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi asesmen mpls ramah 2026. unsplash/haseebm

Asesmen MPLS Ramah 2026 menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan pembaruan melalui berbagai instrumen yang bertujuan membantu sekolah mengenali karakteristik, kebutuhan, potensi, serta kondisi awal peserta didik sejak hari pertama masuk sekolah.

Informasi yang dihimpun menjadi dasar bagi guru dan sekolah dalam memberikan layanan pendidikan yang aman, inklusif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan setiap murid, dengan tetap menjaga kerahasiaan data yang diberikan.

Asesmen MPLS Ramah 2026 dan Jenis Instrumennya

ilustrasi asesmen mpls ramah 2026. unsplash/Faustina Okeke

Asesmen MPLS Ramah 2026 mengalami sejumlah penguatan dibandingkan tahun sebelumnya. Selain memperkenalkan lingkungan sekolah, MPLS Ramah juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperoleh gambaran awal mengenai peserta didik.

Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen dalam artikel yang diunggah bbpmpjatim.kemendikdasmen.go.id menjelaskan bahwa pembaruan ini dilakukan untuk mengenali potensi diri murid baru sekaligus kebutuhan dukungan yang diperlukan selama proses belajar.

Jika sebelumnya MPLS hanya memuat asesmen literasi membaca dan numerasi dengan durasi 60 menit, pada tahun 2026 asesmen dikembangkan menjadi tiga bagian dengan total durasi sekitar 90 menit, yaitu identifikasi kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar, asesmen literasi membaca dan numerasi, serta identifikasi bakat dan minat.

Perubahan juga terjadi pada penyusunan soal dan pengolahan hasil asesmen. Apabila sebelumnya hasil dikelola oleh sekolah masing-masing, kini formula soal dan pengolahan hasil dilakukan langsung oleh kemendikdasmen.

Berdasarkan informasi cerdasberkarakter.kemendikdasmen.go.id, instrumen yang digunakan disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing, yaitu:

Jenjang TK

  • Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar murid.

  • Asesmen kebugaran melalui Identifikasi Massa Tubuh (IMT).

  • Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.

  • Evaluasi pelaksanaan MPLS.

Jenjang SD

  • Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar murid.

  • Identifikasi bakat dan minat.

  • Asesmen kebugaran yang meliputi IMT, cek denyut jantung, dan tes fleksibilitas.

  • Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG) melalui aplikasi SATUSEHAT Mobile.

  • Evaluasi pelaksanaan MPLS.

Jenjang SMP, SMA, dan SMK

  • Identifikasi awal kondisi sosial-emosional dan konsentrasi belajar murid.

  • Identifikasi bakat dan minat.

  • Asesmen literasi membaca dan numerasi mengukur kemampuan murid dalam memahami, mengevaluasi, dan menggunakan berbagai jenis teks dalam kehidupan sehari-hari.

  • Asesmen kebugaran yang meliputi IMT, cek denyut jantung, dan tes fleksibilitas.

  • Pendaftaran Cek Kesehatan Gratis (CKG).

  • Evaluasi pelaksanaan MPLS.

Setelah MPLS Ramah hari kelima selesai, sekolah melakukan evaluasi yang sekurang-kurangnya mencakup ketercapaian tujuan MPLS, identifikasi keberhasilan, dan tantangan selama pelaksanaan kegiatan. Hasil evaluasi disampaikan kepada orang tua atau wali murid paling lambat 30 hari kerja setelah MPLS berlangsung.

Kepala sekolah juga menyampaikan laporan penyelenggaraan MPLS kepada kementerian atau dinas pendidikan sesuai kewenangannya. Laporan tersebut sedikitnya memuat rincian pelaksanaan MPLS beserta hasil evaluasinya.

Asesmen MPLS Ramah 2026 menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan MPLS karena membantu sekolah mengenali karakteristik, kebutuhan, potensi, serta kondisi awal peserta didik.

Informasi tersebut menjadi dasar dalam memberikan layanan pendidikan yang aman, inklusif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan setiap murid sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan MPLS Ramah pada tahun berikutnya. (Rahma)

Baca juga: 3 Contoh Keragaman yang Dimiliki Sekolah dan Praktik yang Dilakukan