Konten dari Pengguna

Asimilasi: Pengertian hingga Faktor Pendorong dan Penghambat

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Perubahan sosial adalah suatu peristiwa adanya perubahan nilai, norma, pola, dan budaya dalam suatu masyarakat. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Perubahan sosial adalah suatu peristiwa adanya perubahan nilai, norma, pola, dan budaya dalam suatu masyarakat. Foto: Pexels.com

Asimilasi adalah salah satu istilah yang terdapat dalam pelajaran sosiologi. Asimilasi sendiri merupakan salah satu proses yang menyebabkan terjadinya perubahan sosial.

Proses perubahan sosial adalah salah satu fenomena yang ditandai dengan adanya perubahan nilai, norma, atau pola dalam suatu masyarakat.

Perubahan sosial dapat terjadi melalui proses asimilasi budaya. Untuk memahami apa yang dimaksud dengan asimilasi, simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Asimilasi

Asimilasi secara sederhana dapat diartikan sebagai proses pembauran suatu budaya yang ditandai dengan hilangnya ciri dari budaya tersebut.

Dikutip dari buku Sosiologi Kelas X: Hubungan Sosial yang ditulis oleh Sri Uji Partiwi, S. Sos. M.Pd, pengertian asimilasi adalah usaha-usaha untuk meredakan perbedaan antar individu atau antarkelompok guna mencapai satu kesepakatan berdasarkan kepentingan dan tujuan-tujuan bersama.

Alo Liliweri dalam buku Prasangka, Konflik, dan Komunikasi Antarbudaya menyebutkan bahwa asimilasi adalah proses di mana budaya seseorang atau kelompok menjadi serupa dengan budaya dari kelompok lain.

Istilah ini digunakan untuk menjelaskan proses yang terjadi pada individu atau kelompok yang pada kasus hubungan antara masyarakat pendatang dan penduduk asli.

Hasil asimilasi adalah berupa kebudayaan lama cenderung didominasi oleh kebudayaan baru. Contoh asimilasi misalnya seni kaligrafi yang berasal dari Arab yang berkembang dalam kebudayaan Islam di Indonesia.

Proses Asimilasi

Proses asimilasi terjadi pada dua budaya yang saling membaur dan nilai dari budaya asli mulai memudar. Foto: Pexels.com

Asimilasi terjadi apabila terdapat budaya asing yang memasuki suatu wilayah dan dalam jangka waktu yang lama, budaya asing tersebut mendominasi dan menghilangkan beberapa ciri dari budaya asli di wilayah tersebut.

Menurut Koentjaraningrat dalam buku Perubahan Sosial dalam Masyarakat karya Eva Rosyida, proses asimilasi akan timbul jika ada kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaan saling berinteraksi secara langsung dan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama.

Akibat dari proses asimilasi tersebut, kebudayaan masing-masing kelompok berubah dan saling menyesuaikan diri sehingga terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat tersebut.

Faktor-Faktor Pendorong Asimilasi

Dikutip dari buku Sosiologi Jilid 1 yang disusun oleh Tim Mitra Guru, ada beberapa faktor pendorong terjadinya proses asimilasi. Faktor-faktor tersebut ialah:

  • Toleransi

  • Kesempatan yang sama di bidang ekonomi

  • Sikap menghargai orang lain dan kebudayaan baru

  • Sikap terbuka dari masyarakat

  • Perkawinan campuran atau amalgamasi

  • Terdapat musuh yang sama dari pihak luar

Faktor-Faktor Penghambat Asimilasi

Salah satu faktor penghambat asimilasi adalah perbedaan ras. Foto: Pexels.com

Selain faktor pendorong, terdapat juga faktor yang dapat menghambat proses asimilasi. Faktor-faktor tersebut ialah:

  • Terisolasinya suatu kelompok masyarakat yang tinggal di tempat yang asing atau sulit dijangkau.

  • Minimnya edukasi maupun pengetahuan perihal cara menghadapi kebudayaan baru.

  • Adanya prasangka atau dugaan yang negatif terkait pengaruh kebudayaan baru.

  • Terdapat rasa khawatir masyarakat akan kebudayaan baru.

  • Kurangnya fungsi lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam sosialisasi perihal cara menghadapi kebudayaan baru.

  • Kepercayaan yang meyakini budaya kelompok lebih tinggi dibandingkan kebudayaan kelompok lain.

  • Perbedaan ras atau ciri-ciri fisik, seperti tinggi badan, warna kulit atau gaya rambut.

  • Perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kebudayaan kelompok yang bersangkutan.

  • Golongan minoritas mengalami gangguan dari kelompok penguasa.

(SAI)