Konten dari Pengguna

Aturan Aufbau dalam Konfigurasi Elektron dan Cara Menentukannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aturan aufbau. Foto: Pixabay/kreatikar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aturan aufbau. Foto: Pixabay/kreatikar

Dalam fisika atau kimia, salah satu materi yang dipelajari adalah konfigurasi elektron. Materi ini membahas beberapa aturan, seperti aturan Aufbau.

Aturan ini mempunyai titik fokus sekitaran elektron. Dengan begitu, prediksi dan perhitungan elektron dapat dilakukan secara lebih mudah.

Aturan Aufbau dalam Konfigurasi Elektron

Ilustrasi aturan aufbau. Foto: Pixabay/Elchinator

Kata aufbau berasal dari bahasa Jerman yang artinya konstruksi. Sedangkan aturan Aufbau diambil dari istilah ‘Aufbaumprinzip’ dengan arti prinsip membangun.

Kemudian pada tahun 1920, fisikawan asal Denmark bernama Niels Bohr menyelidiki sifat atom dan karakteristiknya dengan menekankan pada inti atom pada pusat dan dikelilingi elektron yang mengubah tingkat karena kehilangan peningkatan energi.

Dalam aturan ini, elektron akan menempati orbital yang memiliki energi terendah terlebih dahulu yang memiliki energi lebih tinggi. Hasilnya, atom terlebih dahulu berada pada tingkat energi yang minimum.

Cara Menentukan Aturan Aufbau

Ilustrasi aturan aufbau. Foto: Pixabay/geralt

Menurut prinsip Aufbau, elektron pertama menempati orbital-orbital dengan energi terendah. Artinya, elektron masuk ke orbital-orbital berenergi lebih tinggi hanya ketika orbital-orbital berenergi lebih rendah telah terisi penuh.

Dikutip dari e-Modul Kimia X oleh Baston Pasaribu (2019) konfigurasi berdasarkan kulit pengisian elektron dimulai dari kulit K, kemudian L dan seterusnya. Pengisian seperti itu hanya berlaku untuk atom bernomor atom 1 sampai dengan 18.

Untuk unsur yang bernomor atom lebih besar daripada 18, kulit N (atau kulit di atasnya) dapat terisi sebelum kulit sebelumnya penuh. Jumlah maksimum elektron pada kulit terluar adalah 8.

Sedangkan urutan pengisian orbital dengan elektron adalah: 1s, 2s, 2p, 3s, 3p, 4s, 3d, 4p, 5s, 4d, 5p, 6s, 4f, 5d, 6p, 7s, 5f, 6d, dan seterusnya.

Contoh:

  1. Tentukan elektron 17Cl!

    Jawaban: 17Cl = 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁵

  2. Tentukan elektron 29Cu!

    29Cu = 1s² 2s² 2p⁶ 3s² 3p⁶ 4s² 3d⁹

    atau

    [Ar] 4s² 3d⁹

    Sebab, Aragon (Ar) memiliki nilai elektron 18. Dengan begitu penulisannya adalah jumlah atom elektron Ar ditambah dengan sisa atom elektron Cu kurangi elektron Ar. Sehingga, hasilnya adalah [Ar] 4s² 3d⁹.

Baca Juga: Mengenal Ikatan Tiga Elektron dan Satu Elektron dalam Ikatan Kovalen

Itulah penjelasan singkat aturan Aufbau lengkap dengan cara menentukannya. Ulasan tersebut memudahkan seseorang untuk memahami aturan ini terutama saat diminta menentukan elektron suatu senyawa. (MZM)