Konten dari Pengguna

Aturan Keselamatan terhadap Peralatan Laboratorium yang Mudah Pecah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi aturan keselamatan terhadap peralatan laboratorium yang mudah pecah. Foto: Unsplash.com/Sieuwert Otterloo
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi aturan keselamatan terhadap peralatan laboratorium yang mudah pecah. Foto: Unsplash.com/Sieuwert Otterloo

Keselamatan kerja di laboratorium perlu diperhatikan, termasuk bagaimana aturan keselamatan terhadap peralatan laboratorium yang mudah pecah agar risiko kecelakaan dapat dikurangi.

Peralatan berbahan kaca memiliki sifat rentan retak atau pecah apabila digunakan tanpa prosedur yang tepat.

Penggunaan alat tersebut membutuhkan kehati-hatian mulai dari pemeriksaan kondisi, cara pemakaian, hingga penyimpanan setelah digunakan.

Bagaimana Aturan Keselamatan terhadap Peralatan Laboratorium yang Mudah Pecah agar Dapat Ditanggulangi?

Ilustrasi aturan keselamatan terhadap peralatan laboratorium yang mudah pecah. Foto: Unsplash.com/Adam Bezer

Bagaimana aturan keselamatan terhadap peralatan laboratorium yang mudah pecah? Dikutip dari ehs.princeton.edu, aturan utama yang perlu diterapkan adalah memastikan setiap peralatan kaca berada dalam kondisi baik sebelum digunakan dan tidak memiliki kerusakan yang dapat memicu pecah saat proses percobaan berlangsung.

Pemeriksaan sederhana seperti melihat adanya retakan kecil, goresan, perubahan bentuk, atau tanda kelemahan pada permukaan kaca perlu dilakukan secara rutin.

Peralatan laboratorium seperti tabung reaksi, gelas kimia, labu erlenmeyer, dan wadah kaca lainnya harus digunakan sesuai fungsi dan batas kemampuannya.

Gelas yang memiliki retakan kecil tetap berisiko pecah ketika menerima tekanan, perubahan suhu tinggi, atau benturan ringan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan pecahan kaca melukai pengguna atau mencemari bahan percobaan.

Penggunaan peralatan kaca dalam proses pemanasan juga membutuhkan perhatian khusus. Kaca laboratorium tidak boleh mengalami perubahan suhu secara tiba-tiba karena dapat mengalami kejutan panas atau thermal shock.

Sebagai contoh, wadah kaca panas tidak boleh langsung diletakkan pada permukaan dingin karena perbedaan suhu yang besar dapat menyebabkan kaca retak atau pecah.

Pada kegiatan yang melibatkan tekanan rendah atau sistem vakum, pemilihan jenis kaca menjadi hal penting. Wadah kaca biasa tidak dirancang untuk menahan kondisi tekanan tertentu sehingga dapat mengalami kerusakan mendadak.

Peralatan yang digunakan untuk proses vakum sebaiknya memakai kaca berdinding tebal atau jenis kaca khusus seperti Pyrex yang memang dirancang untuk kebutuhan laboratorium.

Pemeriksaan terhadap peralatan kaca juga perlu dilakukan sebelum seti7ap penggunaan. Permukaan kaca harus diperiksa dari adanya retakan berbentuk bintang, goresan dalam, bekas benturan, atau tanda pengikisan bahan kimia.

Peralatan kaca yang pernah diperbaiki sebaiknya tidak digunakan kembali untuk pekerjaan yang melibatkan perubahan suhu ekstrem karena bagian yang diperbaiki dapat lebih mudah mengalami kerusakan.

Cara membawa dan memindahkan peralatan kaca juga harus dilakukan dengan benar. Gelas laboratorium tidak boleh dibawa dengan jumlah terlalu banyak dalam satu waktu karena dapat meningkatkan risiko terjatuh.

Saat memindahkan wadah yang berisi bahan kimia, pegangan harus dilakukan secara stabil dan menggunakan alat bantu apabila ukuran atau berat peralatan sulit dikendalikan.

Penyimpanan peralatan kaca perlu dilakukan pada tempat yang aman dan tidak mudah terkena benturan. Rak penyimpanan harus memiliki posisi stabil serta mampu menahan berat peralatan yang ditempatkan di atasnya.

Susunan alat juga perlu diperhatikan agar tidak saling menekan atau bergesekan yang dapat menyebabkan permukaan kaca mengalami kerusakan.

Apabila terjadi pecahan kaca, proses pembersihan tidak boleh dilakukan dengan tangan kosong meskipun sudah menggunakan sarung tangan tipis.

Pecahan harus dikumpulkan menggunakan alat seperti penjepit, sapu kecil, atau perlengkapan khusus untuk benda tajam. Pecahan kaca kemudian ditempatkan pada wadah pembuangan yang sesuai agar tidak melukai orang lain.

Penggunaan alat pelindung diri juga menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan saat bekerja dengan peralatan kaca.

Kacamata pelindung, jas laboratorium, dan sarung tangan yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko cedera apabila terjadi kerusakan alat secara tidak terduga.

Penerapan aturan keselamatan bukan hanya bertujuan menjaga kondisi peralatan, tetapi juga melindungi pengguna laboratorium dari kemungkinan kecelakaan.

Kebiasaan memeriksa alat sebelum digunakan, memakai perlengkapan pelindung, serta mengikuti prosedur kerja yang benar dapat menciptakan lingkungan laboratorium yang lebih aman.

Memahami bagaimana aturan keselamatan terhadap peralatan laboratorium yang mudah pecah membantu menjaga proses kerja tetap berjalan dengan risiko yang lebih terkendali.

Perhatian terhadap kondisi alat dan cara penggunaan menjadi langkah penting agar kegiatan laboratorium berlangsung aman serta terhindar dari kecelakaan akibat pecahan kaca. (Shofia)

Baca Juga: Aturan Bawa Tumblr ke Bioskop XXI untuk Pencinta Layar Lebar