Bacaan Bilal Sholat Idul Adha Lengkap Mulai Takbir hingga Doa

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pencarian mengenai bacaan bilal Sholat Idul Adha lengkap meningkat menjelang Hari Raya Iduladha yang jatuh pada hari Rabu, 27 Mei 2026.
Banyak umat Islam mencari referensi susunan bacaan dan tata cara pelaksanaan salat Id agar pelaksanaan ibadah berjalan lebih tertib, terutama bagi panitia maupun bilal yang bertugas di masjid dan lapangan.
Mengutip situs https://kotasemarang.baznas.go.id, Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 diperkirakan jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026, dan tanggal tersebut juga telah ditetapkan oleh Muhammadiyah serta diprediksi sama oleh pemerintah dan Nahdlatul Ulama.
Bacaan Bilal Sholat Idul Adha Lengkap Sebagai Panduan
Bacaan bilal Sholat Idul Adha memiliki urutan tersendiri mulai dari seruan sebelum salat, pengantar khutbah, hingga bacaan takbir dan doa.
Dalam pelaksanaan Salat Iduladha, bilal atau muazin tidak mengumandangkan azan maupun iqamah seperti pada salat wajib.
Sebagai gantinya, bilal menyerukan ajakan salat dengan lafaz “Ash-shalātu jāmi‘ah”. Hal ini didasarkan pada riwayat para ulama dan hadits dari Ibnu Abbas RA yang menjelaskan bahwa Rasulullah saw. melaksanakan salat Id tanpa azan dan iqamah.
Berikut urutan bacaan bilal Sholat Idul Adha lengkap mulai takbir hingga doa:
1. Seruan Sebelum Salat Id Dimulai
Bilal menyerukan panggilan kepada jamaah:
الصَّلاةَ جَامِعَة ×٣
صَلُّوْا سُنَّةً لِعِيدِ الْأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ جَامِعَةً رَحِمَكُمُ اللهُ
Ash-shalāta jāmi‘ah (3x)
Shallū sunnatan li ‘Īdil-Aḍḥā rak‘ataini jāmi‘ah, raḥimakumullāh.
Artinya:
"Shalat berjamaah (3x) Laksanakanlah shalat sunah Idul Adha dua rakaat berjamaah, semoga Allah merahmati kalian."
Setelah itu, imam menuju mihrab untuk memimpin Sholat Idul Adha.
2. Bilal Memberikan Seruan Sebelum Khutbah
Sesudah salat selesai, bilal berdiri sambil memegang tongkat dan mikrofon, lalu menghadap jamaah dan menyampaikan seruan berikut:
يَا مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِينَ وَزُمْرَةَ الْمُؤْمِنِينَ رَحِمَكُمُ اللَّهُ. اعْلَمُوا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ الْعِيدِ الْأَكْبَرِ فَتَقَرَّبُوا إِلَى اللهِ فِي النَّحْرِ
Yā ma‘āsyiral-muslimīn wa zumratal-mu’minīn raḥimakumullāh. I‘lamū anna yaumakum hādzā yaumul-‘īdi al-akbar, fataqarrabū ilallāhi fin-naḥr.
Artinya:
"Wahai kaum Muslimin dan golongan orang-orang beriman, semoga Allah merahmati kalian. Ketahuilah bahwa hari ini adalah Hari Raya yang paling agung, maka dekatkanlah diri kalian kepada Allah dengan berkurban."
Kemudian bilal mengingatkan jamaah agar mendengarkan khutbah dengan khusyuk:
وَإِذَا صَعِدَ الْخَطِيبُ عَلَى الْمِنْبَرِ، أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيعُوْا رَحِمَكُمُ اللهُ، أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيعُوْا رَحِمَكُم اللهُ، أَنْصِتُوا وَاسْمَعُوْا وَأَطِيعُوْا رَحِمَكُم اللهُ
Wa idzā sha‘idal-khaṭību ‘alal-minbar, anṣitū wasma‘ū wa aṭī‘ū raḥimakumullāh (3x).
Artinya:
"Dan apabila khatib telah naik ke mimbar, diamlah, dengarkanlah, dan taatilah, semoga Allah merahmati kalian (diulang 3x)."
3. Bacaan Selawat dan Doa Bilal
Saat khatib menuju mimbar, bilal memberikan tongkat sambil membaca selawat:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد . اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد . اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allāhumma ṣalli ‘alā Sayyidinā Muḥammad.
Allāhumma ṣalli ‘alā Sayyidina Muḥammad.
Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā Sayyidinā Muḥammad wa ‘alā āli Sayyidinā Muḥammad.
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga beliau."
Lalu dilanjutkan doa:
اللَّهُمَّ قَوَ الْإِسْلَامَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَانْصُرْهُمْ عَلَى مُعَائِدِ الدِّينِ يَارَبِّ اخْتِمْ لَنَا مِنْكَ بِالْخَيْرِ وَيَا خَيْرَ النَّاصِرِينَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allāhumma qawwil-islāma wal-muslimīn wal-muslimāt wal-mu’minīn wal-mu’mināt, wanshurhum ‘alā mu‘ādid-dīn. Yā Rabb ikhtim lanā minka bil-khair, wa yā khairan-nāṣirīn, bi-raḥmatika yā Arḥamar-Rāḥimīn.
Artinya:
"Ya Allah, kuatkanlah Islam dan kaum Muslimin, baik laki-laki maupun perempuan, dan orang-orang beriman laki-laki maupun perempuan. Tolonglah mereka atas musuh-musuh agama. Ya Tuhan kami, akhirilah hidup kami dengan kebaikan dari sisi-Mu. Wahai sebaik-baik penolong, dengan rahmat-Mu wahai Tuhan Yang Maha Penyayang dari segala penyayang."
4. Bacaan Takbir Sebelum Khutbah
Setelah khatib mengucapkan salam, bilal membaca takbir:
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar.
Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.
Artinya:
"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."
Setelah itu, khatib memulai khutbah pertama.
5. Bacaan Bilal di antara Dua Khutbah
Saat khatib duduk di antara khutbah pertama dan kedua, bilal membaca shalawat:
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Allāhumma ṣalli wa sallim ‘alā Sayyidinā Muḥammad wa ‘alā āli Sayyidinā Muḥammad.
Artinya:
"Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga beliau."
Kemudian khatib melanjutkan khutbah kedua hingga selesai.
Demikiankah, dengan adanya susunan bacaan tersebut, tugas bilal dalam Salat Iduladha bukan hanya sebagai pemanggil jamaah, tetapi juga membantu jalannya pelaksanaan salat dan khutbah agar berlangsung lebih tertib dan khidmat. (Fikah)
Baca juga: 16 Caption untuk Idul Adha 2026 Berisi Ajakan Kurban
