Bacaan Doa Jeda Shalat Tarawih dan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 8 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Para ulama sepakat bahwa di sela-sela rakaat tarawih disyariatkan duduk untuk beristirahat. Pada saat duduk istirahat ini, para jamaah biasanya membaca doa jeda shalat tarawih.
Mengutip dari buku Seri Fiqih Kehidupan 3: Shalat, Ahmad Sarwat (2017:718), secara bahasa, kata tarawih ini memiliki arti duduk dengan jeda waktu yang cukup lama di antara serangkaian rakaat-rakaat salat tersebut.
Sedangkan menurut syariah, salat tarawih adalah salat sunah yang hanya dilakukan pada bulan Ramadan dengan dua-dua rakaat, dimana terdapat perbedaan pendapat antara ulama tentang jumlah rakaatnya.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Sunnah Istirahat Tiap Empat Rakaat
Berdasarkan penjelasan dari buku Seri Fiqih Kehidupan 3: Shalat Ahmad Sarwat (2017:741), kata “tarawih” diambil dari adanya pensyariatan untuk duduk istirahat.
Para ulama juga menjelaskan bahwa duduk istirahat dilakukan pada tiap empat rakaat, meski salat tarawih dilakukan dua rakaat salam.
Hal ini dilakukan karena biasanya imam memperlama bacaan ayat Alquran saat posisi berdiri. Duduk istirahat ini menjadi hikmah agar jamaah yang melaksanakan salat tarawih bisa istirahat dan tidak merasa terlalu lelah.
Pendapat lain mengatakan, Madzhab Hambali misalnya, duduk istirahat bukan suatu kewajiban saat salat tarawih, sehingga jika salat sunah ini tidak diselingi dengan duduk istirahat, maka salatnya tetap sah.
Bacaan Doa Jeda Shalat Tarawih beserta Artinya
Doa atau wirid yang dibaca saat jeda salat tarawih sebenarnya tidak memiliki dasar yang masyru’iyah dari Rasulullah saw.
Doa yang biasa dilantunkan oleh para jamaah tidak memiliki kaitan dengan apa yang diajarkan oleh Nabi saw. maupun para sahabat, sebagaimana mengutip dari buku Seri Fiqih Kehidupan 3: Shalat, Ahmad Sarwat (2017:741).
Jika didapati ketika salat tarawih ada perbedaan bacaan, itu bukan hal yang harus diperdebatkan karena memang tidak ada dalil yang mendasarinya. Hal ini membuat masing-masing penyelenggara salat tarawih berimprovisasi sendiri-sendiri. Berikut adalah doa jeda shalat tarawih secara umum:
1. Kalimat Syahadat
Kalimat syahadat bisa diucapkan 1-3 kali.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا الله
Asyhadu an laa ilaaha illallahu.
Artinya: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah.”
2. Istighfar
Istighfar ini bisa dibaca 1-3 kali.
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
Astagfirullah hal ‘adzim.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah.”
3. Doa Meminta Ampunan
اَللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌ كَرِيْم تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا يَاكَرِيْم
Allahumma innaka ‘afuwwun karim, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘ani yaa kariim.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permohonan maaf, maafkanlah hamba yang Maha Mulia.”
4. Doa Memohon Ridha dan Surga Allah Swt.
اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْئَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ
Allahumma inna nas-aluka ridloka wal jannata wa na’u dzubika min sakhathika wan-naar.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami memohon rida-mu dan surga, dan kami berlindung dari murka-Mu dan siksa neraka.”
5. Doa Setelah Salat Tarawih
Setelah salat tarawih, jamaah biasanya akan melaksanakan salat witir. Sebelumnya, dianjurkan untuk membaca doa kamilin atau doa setelah salat tarawih sebagaimana mengutip dari banten.nu.or.id:
اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لِوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَعَلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ. وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَبِحُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هٰذِهِ لَيْلَةِ الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allahummaj’alna bil iimaani kaamiliin. Wa lil faraidli muaddin. Wa lush-shalati hafidhin. Wa liz-zakaati faa ‘iliin. Wa lima ‘indaka thaalibin. Wa li’afwika raajimiin. Wa biil hudaa mutamassikiin. Wa ‘anil-laghwi mu’ridliin. Wa fid-dunyaa zaa hidiin. Wa fil aakhiraati raaghibiin. Wa bil qadlaa-i raadliin. Wa lin na’a-i syaakiriin. Wa ‘alal balaa-i shaabiriin. Wa tahta lawaa-i muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama yaumal qiyaamati saa iriin. Wa ilaal hawdli waa ridiin. Wa ilal jannati dakhiliin. Wa minan-naari naajiin. Wa ‘alaa saaril karaamati qaa ‘idiin. Wa min huurin ‘iinin mutazawwijiin. Wa min sundusin wa istabraqin wa diibaajin mutalabbisiin. Wa min tha’aamil jannati aakiliin. Wa min lebanon wa ‘asalin mushaffin syaarimiin. Bi akwaa bin wa-abaariiqa wa ka’sin min maa’iin. Ma’alladzina an’amta ‘alaihim minan-nabiyyiina wash-shiddiiqiina wash-syuhadaa-i wash-shaalihiin. Wa husna uulaa-ika rafiiqaa. Dzalikal fadllu min-allahi wa kafaa billahi ‘aliima. Allahumma aj’alna fii haadzihil-laylatisy-syahrisy-syariifatil mubaarakato minas-su’adaa-il maqbuuliin. Wa laa taj’alnaa minal asyqiyaa-il mardudin. Wa shallallahu ‘ala sayyidinaa muhammadin wa aalihi wa shahbihi ajma’iin. Bi rahmatika yaa arhamarraahimiin. Wal hamdulillahi rabbil ‘alaamiin.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang ridha dengan qada-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”
Keutamaan Shalat Tarawih
Salat tarawih bisa dilaksanakan sebanyak 8 rakaat, 20 rakaat yang disertai 3 rakaat witir. Bahkan ada yang melakukannya hingga 36 rakaat. Salat sunnah ini memiliki banyak keutamaan bagi yang melaksanakannya.
Berikut keutamaan salat tarawih berdasarkan buku Ternyata Shalat & Puasa Sunah Dapat Mempercepat Kesuksesan, Ceceng Salamudin (2012:38-41):
Malam pertama, dosa orang yang melaksanakan salat tarawih akan diampuni oleh Allah, dirinya suci seperti saat dilahirkan oleh ibunya.
Malam kedua, orang yang mengerjakan salat tarawih akan diampuni beserta dengan orang tuanya.
Malam ketiga, seorang malaikat berseru di ‘Arsy, “Mulailah kalian beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah berlalu.”
Malam keempat, akan memperoleh pahala seperti membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur'an.
Malam kelima, Allah Swt. memberikan pahala sebagaimana orang yang salat di Masjidil Haram, Masjid Madinah, dan Masjid Aqsha.
Malam keenam, Allah memberikan pahala seperti orang yang bertawaf di Baitul Makmur, dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.
Malam ketujuh, orang yang mengerjakan salat tarawih seperti mencapai derajat Nabi Musa dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.
Malam kedelapan, Allah akan memberikan hambanya seperti yang Dia berikan kepada Nabi Ibrahim.
Malam kesembilan, ibadah orang yang melaksanakan salat tarawih seperti ibadahnya Rasulullah saw.
Malam kesepuluh, Allah memberikan karunia kebaikan dunia dan akhirat.
Malam kesebelas, orang yang mengerjakan salat tarawih seperti baru keluar dunia seperti baru dilahirkan dari perut ibunya.
Malam kedua belas, saat hari kiamat, wajah orang yang menunaikan salat tarawih bersinar bagai bulan purnama.
Malam ketiga belas, saat hari kiamat, orang yang mengerjakan salat tarawih berada dalam keadaan selamat dan bebas dari segala keburukan.
Malam keempat belas, malaikat akan memberikan kesaksian bahwa orang tersebut telah melaksanakan salat tarawih, sehingga Allah akan membebaskannya dari hisab dan dipastikan langsung masuk dalam surga.
Malam kelima belas, orang tersebut akan didoakan oleh para malaikat.
Malam keenam belas, Allah memberikan kebebasan kepadanya agar selamat dari neraka dan masuk ke surga.
Malam ketujuh belas, orang yang melaksanakan salat tarawih akan memperoleh pahala seperti pahala para nabi.
Malam kedelapan belas, seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah rida kepadamu dan kepada kedua orang tuamu”.
Malam kesembilan belas, Allah akan mengangkat derajatnya di dalam surga Firdaus.
Malam kedua puluh, Allah akan memberikan pahala sebagaimana pahala orang yang mati syahid dan orang saleh.
Malam kedua puluh satu, Allah akan membangunkan gedung dari cahaya untuk orang yang mengerjakan salat tarawih.
Malam kedua puluh dua, saat kiamat, orang tersebut akan datang dalam keadaan aman dari kesedihan dan kesulitan.
Malam kedua puluh tiga, Allah membangun sebuah kota di surga untuk orang yang melaksanakan salat tarawih.
Malam kedua puluh empat, orang tersebut akan mendapat 24 doa yang akan dikabulkan oleh Allah.
Malam kedua puluh lima, Allah akan membebaskannya dari siksa kubur.
Malam kedua puluh enam, Allah akan menerima pahalanya selama 40 tahun.
Malam kedua puluh tujuh, orang yang mengerjakan salat tarawih dijamin bisa melewati jembatan (shiraathal mustaqiim) seperti kilat menuju surga.
Malam kedua puluh delapan, Allah memberikan orang yang melaksanakan salat tarawih hingga 1000 derajat di surga.
Malam kedua puluh sembilan, Allah memberikannya pahala 1000 haji yang mabrur.
Malam ketiga puluh, Allah Swt. berfirman, “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan surga, mandilah dari mata air Salsabila, dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku".
Ulasan di atas berisi tentang berbagai doa jeda shalat tarawih hingga keutamaan salat tarawih. Semoga dapat menginspirasi untuk melaksanakan salat tarawih dengan semangat dan gembira. (fat)
Baca juga: Tata Cara Sholat Tarawih pada Bulan Ramadan
