Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Nabi Zakaria dalam Bahasa Arab dan Artinya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan Doa Nabi Zakaria. Unsplash/Saham GR.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan Doa Nabi Zakaria. Unsplash/Saham GR.

Dalam Islam, doa merupakan bentuk komunikasi seorang hamba kepada Allah Swt. Salah satu doa yang sering diamalkan oleh umat Islam adalah bacaan doa Nabi Zakaria. Doa ini menjadi rujukan bagi pasangan yang mendambakan keturunan yang baik.

Keinginan untuk memiliki keturunan yang saleh adalah harapan setiap pasangan suami istri. Dalam Al-Qur'an, terdapat kisah Nabi Zakaria yang berdoa memohon keturunan. Hal itu sering diamalkan umat Islam sebagai bentuk ikhtiar dan tawakal kepada Allah Swt.

Daftar isi

Bacaan Doa Nabi Zakaria

Ilustrasi Bacaan Doa Nabi Zakaria. Unsplash/Saham GR.

Mengutip dari buku Doa-Doa Mustajab Orang Tua untuk Anaknya, Aulia Fadhli, (2017), berikut adalah bacaan doa Nabi Zakaria dalam bahasa Arab dan artinya selengkapnya.

1. Doa Meminta Keturunan yang Baik

"رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ"

Latin: "Rabbi hab li milladunka dzurriyyatan thoyyibah, innaka samii'ud du'a."

Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."

Doa ini terdapat dalam Surat Ali Imran ayat 38. Nabi Zakaria memohon kepada Allah Swt agar diberikan keturunan yang shaleh dan salehah. Doa ini merupakan salah satu doa yang terkenal dan sering dipanjatkan oleh umat Islam.

Kalimat "Innaka Sami'ud Du'a" menegaskan bahwa Allah Swt Maha Mendengar doa hamba-Nya. Artinya, Allah Swt selalu mendengarkan setiap doa yang kita panjatkan, asalkan kita berdoa dengan ikhlas dan penuh keyakinan.

2. Doa Nabi Zakaria dalam Surat Al-Anbiya: 89-90

قال ربِّ إني وَهَنَ العظمُ مني وشَبَّ الرأسُ شيبًا ولم أكن بدعائِكَ ربِّ شقيًا

وإني خِفتُ المَوالِيَ من ورائي وكانت امرأتي عاقِرًا فَهَبْ لي من لَدُنكَ وليًا

يَرِثُني ويَرِثُ من آل يعقوب واجعله ربِّ رَضِيًا

Latin: Qāla rabbi innī wa hana al-'azmu minnī wa syabba ar-ra'su syaybā wa lam akun bi du'ā'ika rabbi syaqyā. Wa innī khiftu al-mawālī min warā'ī wa kānat imra'atī 'āqiran fa hab lī min ladunka waliyyā. Yarithunī wa yarithu min āli Ya'qūba wa j'al-hu rabbi raḍiyā

Artinya: "Dia (Zakaria) berkata, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan rambutku telah memutih, dan aku tidak pernah putus asa dari doa-Mu, ya Tuhanku.

Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku setelah aku (mati), sedang isteriku mandul, maka anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang menjadi ahli warisku dan ahli waris bagi keluarga Ya'qub, dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai.'"

Dalam doa ini, Nabi Zakaria mengungkapkan keadaan dirinya yang sudah lanjut usia dan kelemahan fisik yang dialaminya. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap masa depan setelah ia meninggal dunia, terutama terkait dengan kelanjutan keturunannya.

Nabi Zakaria memohon kepada Allah Swt agar diberikan seorang anak yang shaleh yang dapat meneruskan garis keturunannya dan menjadi kebanggaan bagi keluarganya. Doa ini menunjukkan keimanan yang kuat dan harapan besar Nabi Zakaria kepada Allah Swt.

3. Doa Agar Tidak Hidup Sendiri

"وَزَكَرِيَّا إِذْ نَادَى رَبَّهُ رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ"

Latin: "Wa zakariyya iznada rabbahụ rabbi la tadzarni fardan wa anta khoirul waaritsin."

Artinya: "(Ingatlah) Zakaria ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik"."

Doa ini terdapat dalam Surat Al-Anbiya ayat 89. Nabi Zakaria merasa khawatir hidup sebatang kara tanpa keturunan, sehingga ia memohon kepada Allah Swt untuk diberikan keturunan.

4. Doa Nabi Zakaria dalam Surat al-Hasyr: 24

هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

Latin: Huwa allaahu alkhaaliqu albaari-u almushawwiru lahu al-asmaau alhusnaa yusabbihu lahu maa fii alssamaawaati waal-ardhi wahuwa al’aziizu alhakiimu

Artinya: “Dia-lah Allah Pencipta, Pencipta, Maha membentuk rupa terrsebut; Nya adalah nama yang paling baik; apa yang ada di langit dan bumi menyatakan kemuliaan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. al-Hasyr: 24)

5. Doa Nabi Zakaria Singkat

رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Latin: Rabbihab li minas-sālihin

Artinya: “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.”

6. Doa Nabi Zakaria Terakhir

وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Latin: Wallażīnayaqụlụnarabbanāhablanā min azwājinā wa żurriyyātināqurrataa’yuniwwaj’alnā lil-muttaqīnaimāmā.

Artinya: “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Setelah Nabi Zakaria berdoa, Allah Swt akhirnya menjawab doa tersebut. Hal itu tercantum dalam surat Al-Imran ayat 39 yang berbunyi:

فَنَادَاهُ الْمَلَائِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّي فِي الْمِحْرَابِ أَنَّ اللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَىٰ مُصَدِّقًا بِكَلِمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَسَيِّدًا وَّحَسُنًا وَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ

Latin: Fa naadaahu al-malaa-ikatu wa huwa qaaiimun yusalli fi al-mihraabi anna Allaaha yubasyshiruka bi Yahyaa musaddiqan bikalimatin minallaahi wasayyidan wa hasunan wa nabiyyam minas-saalihiin.

"Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan sholat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi pengikut, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh" (QS. Al-Imran : 39).

Cara Membaca Doa Nabi Zakaria

Ilustrasi Bacaan Doa Nabi Zakaria. pexels.com/Alena Darmel

Terdapat tata cara dan adab yang perlu dipatuhi untuk mengamalkan doa agar amalan kita bisa diterima Allah Swt dan dikabulkan atas segala hajat yang diinginkan.

Berikut adalah tata cara dan adab membaca doa Nabi Zakaria:

  1. Sebelum membaca doa, disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu sebagai bentuk mensucikan diri. Wudhu adalah syarat sahnya shalat dan juga dianjurkan sebelum melakukan ibadah lainnya, termasuk berdoa.

  2. Pilihlah waktu yang tenang dan khusyuk untuk berdoa, seperti saat setelah sholat fardhu, sebelum tidur, atau saat pagi hari saat suasana masih sepi. Hal ini akan membantu kita lebih fokus dan khusyuk dalam berdoa.

  3. Menghadap kiblat saat berdoa merupakan sunnah yang baik. Ini sebagai bentuk penghormatan kepada Allah SWT dan juga sebagai simbol persatuan umat Islam dalam beribadah.

  4. Awali doa dengan membaca basmalah (Bismillahirrahmanirrahim). Basmalah memiliki arti "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang". Ini menunjukkan bahwa segala sesuatu yang kita lakukan, termasuk berdoa, harus dimulai dengan menyebut nama Allah Swt.

  5. Bacalah doa dengan khusyuk, penuh penghayatan, dan yakin bahwa Allah Swt akan mengabulkan doa kita. Bayangkanlah seolah-olah kita sedang berbicara langsung dengan Allah Swt.

  6. Jika tidak memahami arti doa, sebaiknya mencari terjemahannya agar lebih memahami maksud dari doa yang kita panjatkan. Dengan memahami artinya, kita akan lebih khusyuk dan fokus dalam berdoa.

  7. Nabi Zakaria dikenal berdoa dengan suara yang lembut. Kita dapat meneladani beliau dengan membaca doa dengan suara yang lembut dan merdu.

  8. Lakukan secara rutin dan istiqomah. Jangan hanya dilakukan sekali dua kali, tetapi jadikanlah sebagai kebiasaan. Keistiqomahan dalam berdoa akan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita.

  9. Niatkan dalam hati bahwa kita berdoa hanya karena Allah Swt semata, bukan karena ingin dipuji atau dilihat orang lain. Ikhlas akan membuat doa kita lebih mudah dikabulkan.

  10. Doa yang tidak kunjung dikabulkan juga karena Allah lebih tahu kapan seseorang siap menjadi orang tua dan dititipi momongan atau keturunan. Sehingga sudah sepatutnya kita untuk selalu berprasangka baik atas segala takdir dan kehendaknya.

  11. Selanjutnya adalah tawakal dan berserah diri. Kita sudah berada di batas maksimal tinggal serahkan semuanya pada Allah atas apa-apa yang kita inginkan. Allah sebaik-baiknya zat yang mengerti mana hal baik untuk kita dan tidak baik untuk kita.

  12. Setelah berdoa, ucapkan syukur kepada Allah Swt atas segala nikmat yang telah diberikan. Syukur akan membuka pintu rezeki dan memperlancar segala urusan kita.

Doa Nabi Zakaria adalah doa yang sangat baik untuk dipanjatkan, terutama bagi mereka yang menginginkan keturunan yang saleh. Doa ini dapat dibaca kapan saja, namun tata cara dan adab di atas untuk bisa mendapatkan keberkahan yang lebih besar.

Demikian informasi mengenai doa Nabi Zakaria dalam bahasa Arab dan artinya. (APR)

Baca Juga: Doa-Doa Mustajab Para Nabi untuk Umat Islam