Bacaan Doa Puasa sebelum Idul Adha, Keutamaan, dan Tata Caranya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan doa puasa sebelum Idul Adha seringkali dicari oleh kebanyakan umat Islam menjelang Zulhijah. Bulan ini menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk berkumpul dan beramai-ramai menyantap masakan daging kurban.
Pada dasarnya, Iduladha merupakan salah satu momen sakral bagi umat Islam pada setiap Zulhijah.
Ada banyak sekali amalan yang bisa dijalankan setiap muslim, salah satunya berpuasa sebelum Iduladha.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Hukum Berpuasa sebelum Idul Adha
Berpuasa sebelum Iduladha termasuk salah satu amalan puasa sunah yang akan mendapatkan pahala berlipat ganda jika menunaikannya.
Mengutip buku Rahasia dan Keutamaan Puasa Sunah (2019:12), puasa sunah adalah puasa yang hukumnya sunah dalam Islam apabila dilakukan.
Artinya, apabila umat Islam menjalankan puasa sunah, maka Allah Swt akan memberikan pahala yang berlimpah pada orang tersebut.
Karena hukumnya sunah, maka bagi umat muslim yang tak menjalankannya, tidak akan mendapatkan dosa maupun pahala yang sama seperti orang yang melaksanakannya.
Mengutip buku Inilah Alasan Rasulullah saw Menganjurkan Puasa Sunah oleh Syarbini dan Afgandi (2012), bahwa baik puasa Tarwiyah maupun puasa Arafah, hukumnya adalah sunah. Ini dikhususkan bagi umat muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.
Sementara itu, bagi orang yang berhaji, hukum berpuasa satu hari sebelum Iduladha adalah mubah, tetapi lebih tidak dianjurkan untuk menunaikannya.
Ini sesuai pada sebuah riwayat hadits dari Ibnu Abbas, berbunyi: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak berpuasa ketika di Arafah. Ketika itu, beliau disuguhkan minuman susu, beliau pun meminumnya." (HR. Tirmidzi).
Puasa sebelum Idul Adha, Apa Saja?
Berdasarkan penanggalan Hijriah, perayaan Idul Adha diperingati setiap 10 Zulhijah. Biasanya, umat Islam akan berbondong-bondong menjalankan rukun-rukun Islam, seperti menunaikan ibadah haji ataupun mengerjakan amalan puasa.
Terdapat tiga puasa sunah yang dapat diamalkan sebelum merayakan Iduladha, yakni puasa Tarwiyah, puasa Arafah, dan puasa sunah tujuh hari sebelum kedua puasa tersebut.
Pada saat melakukan ketiga puasa sunah sebelum Iduladha tersebut, setiap muslim akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang luar biasa dari Allah Swt, seperti keberkahan dalam hidupnya.
Kapan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah?
Puasa Tarwiyah dilaksanakan setiap tanggal 8 Zulhijah pada penanggalan Hijriah atau dua hari sebelum Iduladha. Sementara puasa Arafah dilakukan pada 9 Zulhijah atau sehari sebelum dilaksanakannya Iduladha.
Berdasarkan pernyataan tersebut, dapat diketahui bahwa baik puasa Tarwiyah maupun puasa Arafah masing-masing dilaksanakan selama satu hari saja sebelum Iduladha.
Selain kedua puasa tersebut, umat Islam juga disarankan untuk menjalankan puasa sunah selama tujuh hari sebelum mengamalkan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah.
Artinya, umat Islam disunahkan untuk menjalankan puasa sunah selama sembilan hari berturut-turut tanpa henti sebelum merayakan Iduladha.
Keutamaan Amalan Puasa Sunah sebelum Idul Adha
Mengutip dari buku Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah oleh Muhammad Ajib, menjelaskan bahwa di dalam Al-Quran secara khusus menyebutkan bahwa terdapat hari-hari istimewa atau disebut sebagai ‘Al Ayyam Al Maklumat’ atau hari-hari yang telah diketahui.
Menurut penafsiran Imam As Syafi’i, hari-hari yang istimewa bagi umat Islam, yaitu sepuluh hari pertama pada bulan Zulhijah.
Menurut sebagian ulama, umat muslim disunahkan untuk mengamalkan puasa-puasa sunah di awal bulan Zulhijah, mulai hari pertama hingga ke-sembilan sebelum Iduladha.
Apabila umat muslim menjalankannya, niscaya Allah Swt akan memuliakannya dengan memberi keberkahan umur, harta melimpah, perlindungan keluarga, penghapusan dosa, kemudahan saat menghadapi kematian atau sakaratul maut, hingga dilipatgandakan semua kebaikan dan pahala atas perbuatan yang telah dilakukannya.
Berdasarkan kitab Durrotun Nasihin, terdapat sebuah riwayat hadits dari Ibnu Abbas yang turut menjelaskan keutamaan melakukan amalan-amalan sebelum Iduladha.
Yakni, tanggal pertama Zulhijah disebut sebagai hari paling istimewa, karena pada hari ini, Allah Swt mengampuni semua dosa yang telah diperbuat oleh Nabi Adam.
Atas hal tersebut, maka disebutkan bahwa apabila umat muslim menjalankan puasa sunah di awal Zulhijah, maka niscaya Allah Swt akan mengampuni segala dosanya.
Sementara itu, hari kedua Zulhijah dikaitkan dengan kisah Nabi Yunus.
Di hari kedua Zulhijah, dikisahkan bahwa Allah Swt mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan oleh Nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan paus.
Sehingga, barang siapa yang menunaikan puasa sunah di hari kedua Zulhijah, maka Allah Swt akan memberikan pahala ibadah yang berlimpah selama satu tahun.
Selanjutnya, mengutip dari buku Tata Cara dan Tuntunan Segala Jenis Puasa oleh Nur Solikhin, baik puasa 7 hari sebelum Zulhijah, puasa Tarwiyah, ataupun puasa Arafah, mampu menghapus segala dosa umat muslim dalam satu tahun yang lalu dan yang akan datang.
Ini berdasar pada riwayat hadits Abu Qatadah, dengan bunyi: "Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, kemudian beliau menjawab bahwa puasa itu melebur dosa satu tahun yang telah berlalu dan yang akan datang." (HR. Muslim)
Tata Cara dan Syarat Puasa Sunah
Terdapat tata cara dan beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh umat Islam ketika hendak melaksanakan puasa-puasa sunah sebelum Idul Adha. Berikut adalah tata cara puasa sebelum Iduladha:
Niat
Disunahkan untuk makan sahur sebelum berpuasa
Menjauhkan diri dari hal-hal yang membatalkan maupun mengurangi pahala puasa
Memperbanyak melakukan amalan baik, seperti sholat sunah, membaca Al Quran, dan bersedekah
Menyegerakan berbuka ketika sudah masuk waktunya
Membaca doa buka puasa
Mengutip buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah oleh Nur Solikhin, bahwa baik tata cara maupun syarat puasa sebelum Iduladha, pada umumnya sama seperti puasa-puasa sunah lainnya.
Seperti, mengharuskan untuk menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Meski tata cara dan syaratnya sama, tetapi bacaan doa puasa sebelum Iduladha memiliki perbedaan satu sama lainnya.
Bacaan Doa Puasa sebelum Idul Adha
Berikut adalah bacaan doa puasa sebelum Idul Adha, mulai dari puasa Tarwiyah, puasa Arafah, dan puasa sunah tujuh hari sebelum kedua puasa tersebut:
1. Puasa 7 Hari sebelum Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah
Puasa ini disebut juga sebagai puasa sunah 7 hari sebelum Zulhijah, menggambarkan sebagai bentuk syukur atas segala nikmat Allah Swt. Menurut riwayat hadis, puasa sunah ini merupakan salah satu puasa yang selalu diamalkan oleh Nabi Muhammad saw.
Hadis tersebut diceritakan oleh Hunaidah bin Khalid tentang kisah salah satu istri Rasulullah saw, dengan bunyi:
“Nabi Muhammad saw terbiasa puasa di hari Asyura, sembilan hari di bulan Zulhijah, dan tiga hari setiap bulan, yaitu Senin pertama di bulan tersebut dan dua Kamis.” (HR An-Nasa'i).
Umat Islam yang mengamalkan puasa sunah ini dianjurkan untuk melakukannya selama 7 hari penuh tanpa terputus-putus atau berhenti sejenak.
Niat puasa 7 hari sebelum Zulhijah:
Arab:
نَوَيْتُ صَو ْمَ شَهْرِ ذ ِيْ الْحِجَّ ةِ سُنَّةً ل ِلَّهِ تَعَا لَى
Latin:
Nawaitu shauma syahri dzil hijjati sunnatan lillahi ta’ala.
Arti:
“Saya niat puasa sunah bulan Zulhijah karena Allah Ta’ala."
2. Puasa Tarwiyah
Setelah melaksanakan puasa 7 hari sebelum Zulhijah atau pada 8 Zulhijah, umat muslim dapat melakukan puasa Tarwiyah. Berdasarkan riwayat hadis, umat muslim yang berpuasa satu hari sebelum Iduladha, kelak akan dijauhkan dari siksaan neraka.
Selain itu, keistimewaan yang didapatkan oleh umat muslim yang menjalankan puasa Tarwiyah lainnya, yakni akan mendapatkan keberkahan yang berlipatganda oleh Allah Swt.
Ini dijelaskan oleh hadis dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah saw, dengan bunyi:
“Tiap hamba Allah Swt yang berpuasa sehari karena Allah Swt, maka Allah Swt akan menjauhkan wajahnya dari api neraka hingga jarak 70 tahun.” (HR Muslim).
Niat puasa Tarwiyah:
Arab:
نَوَيْتُ صَو ْمَ تَرْوِيَ ةَ سُنَّةً ل ِّلِه تَعَال َى
Latin:
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta'aala.
Arti:
"Saya niat berpuasa sunah Tarwiyah karena Allah ta’ala."
3. Puasa Arafah
Puasa terakhir yang dapat dilakukan sebelum Iduladha atau tepat pada 9 Zulhijah adalah puasa Arafah.
Dikutip dari buku Pintar Puasa Wajib dan Sunnah oleh Nur Solikhin, puasa Arafah adalah puasa yang dikerjakan pada hari Arafah, atau ketika jemaah haji sedang menunaikan kegiatan wukuf.
Puasa ini memiliki keutamaan yang sangat istimewa bagi umat Islam yang menjalankannya, yakni akan mendapatkan ampunan Allah Swt atas kesalahan dan dosa yang diperbuat selama 2 tahun lamanya.
Keutamaan puasa Arafah ini dijelaskan dalam sebuah riwayat hadits, Aisyah mengatakan, Rasulullah saw, berbunyi:
“Tidak ada hari saat Allah Swt membebaskan lebih banyak hambaNya dari api neraka selain pada Hari Arafah. Allah Swt mendekat, membanggakan hambaNya di depan para malaikat, dan berkata: Apa yang hamba-Ku inginkan?” (HR Muslim).
Niat puasa Arafah:
Arab:
نَوَيْتُ صَو ْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِل َّهِ تَعَالَ ى
Latin:
Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Arti:
"Saya niat puasa Arafah, karena Allah ta’ala."
Itulah penjelasan lengkap mengenai bacaan doa puasa sebelum Idul Adha. Lengkap dengan tata cara hingga keutamaannya. (SCI)
Baca Juga: Idul Adha 2024 Tanggal Berapa? Ini Jadwal Lengkapnya
