Konten dari Pengguna

Bacaan Doa Tahiyat Awal dan Akhir serta Keutamaannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan Doa Tahiyat Awal dan Akhir, Foto: Unsplash/mgstudyo.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan Doa Tahiyat Awal dan Akhir, Foto: Unsplash/mgstudyo.

Tahiyat adalah salah satu rukun salat. Tahiyat ini dibedakan menjadi dua yaitu bacaan doa tahiyat awal dan akhir. Bacaan tahiyat awal biasa dibaca ketika rakaat kedua setelah sujud, sedangkan tahiyat akhir dibaca setelah sujud dan sebelum salam.

Tahiyat ini termasuk dalam rukun salat yang tidak boleh ditinggalkan. Jika ditinggalkan maka salat yang dilakukan tidak sah. Sehingga sebelum mulai ibadah, perlu memperhatikan apa saja rukunnya dan bagaimana bacaan yang benar.

Daftar isi

Bacaan Doa Tahiyat Awal dan Akhir

Ilustrasi Bacaan Doa Tahiyat Awal dan Akhir, Foto: Unsplash/rudi_suardi.

Dikutip dari buku Adab dan Doa Sehari-hari untuk Muslim Sejati karya Thoriq Aziz Jayana (2018: 144), tasyahud atau tahiyat dibagi menjadi dua yaitu tahiyat awal dan tahiyat akhir.

Tahiyat awal dilakukan pada rakaat kedua, sementara tasyahud akhir dilakukan pada rakaat terakhir. Sementara dalam salat yang terdiri atas dua rakaat seperti Subuh dan salat sunah langsung tasyahud akhir (tanpa tasyahud awal).

Bagi yang masih bingung mengenai bacaan doanya, berikut adalah bacaan doa tahiyat awal dan akhir yang bisa digunakan sebagai panduan.

1. Bacaan Doa Tahiyat Awal

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Arab latin: Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu'alainaa wa 'alaa 'ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli 'alaa Muhammad.

Artinya: "Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad."

2. Bacaan Doa Tahiyat Akhir

Setelah sujud kedua dan sebelum salam, berikut bacaan yang bisa dilafalkan:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ , أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ , اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Arab latin: "At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. As salaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahishaalihiin. asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.

Aallaahumma shalli'alaa muhammad, wa'alaa aali muhammad. kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik'alaa muhammad wa alaa aali muhammad. kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil'aalamiina innaka hamiidum majiid."

Artinya: "Ya Allah, limpahi lah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahi lah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Engkau lah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam."

3. Doa sebelum Salam

اللهمإنيأعوذ بكمنعذابالقب رومنعذابالنا رومنفتنةالمح ياوالمماتومن فتنةالمسيحال دجال

Arab-latin: Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari adzab Jahannam, dari adzab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal."

4. Bacaan Salam

Setelah selesai membaca tahiyat akhir dan doa, maka membaca salam ke kanan dan ke kiri. Berikut bacaannya:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Arab-latin: "Assalaamu alaikum wa rahmatullah."

Artinya: "Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu."

Doa Tahiyat Akhir merupakan momen di mana seorang hamba menyampaikan permohonan kepada Tuhannya. Kesadaran akan kehadiran-Nya yang maha kuasa mendorong hamba untuk mengungkapkan doa dengan penuh khusyuk dan kerendahan hati.

Dalam momen ini, hamba menyadari kedalaman hubungan antara dirinya dengan Sang Pencipta, serta mengakui ketergantungannya pada-Nya.

Dengan penuh kesungguhan, hamba berdoa agar Allah menerima segala bentuk ibadahnya, memaafkan dosa-dosanya, dan memberikan berkah serta rahmat-Nya.

Keutamaan Membaca Doa Tahiyat Awal dan Akhir

Ilustrasi Bacaan Doa Tahiyat Awal dan Akhir, Foto: Unsplash/rudi_suardi.

Pada rakaat kedua, setelah melakukan sujud kedua dalam salat, disyariatkan bagi kita untuk duduk dalam posisi tasyahud awal dan membaca doa tasyahud awal dan akhir. Kedua tindakan ini diwajibkan dalam ibadah salat.

Di antara dalil akan wajibnya, dari Abdullah bin Buhainah ia mengatakan,

أنَّ النبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم صلَّى بهم الظُّهرَ، فقام في الرَّكعتينِ الأُوليَيْنِ، لم يجلِسْ، فقام النَّاسُ معه، حتَّى إذا قضى الصَّلاةَ، وانتظَرَ النَّاسُ تسليمَه،كبَّرَ وهو جالسٌ، فسجَد سجدتينِ قبْلَ أنْ يُسلِّمَ، ثم سلَّمَ

“Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam mengimami para sahabat. Beliau salat di dua rakaat pertama tanpa duduk (tasyahud awal). Maka orang-orang pun ikut berdiri (tidak tasyahud awal). Sampai ketika salat hampir selesai, orang-orang menunggu beliau salam, namun ternyata beliau bertakbir dalam keadaan duduk, lalu sujud dua kali sujud sebelum salam. Kemudian setelah itu baru salam“ (HR. Bukhari no. 829, Muslim no. 570).

Kemudian juga hadis dari Rifa’ah bin Rafi radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إذا أنتَ قُمْتَ في صلاتِكَ، فكبِّرِ اللهَ تعالى، ثم اقرَأْ ما تيسَّرَ عليك مِن القُرآنِ، وقال فيه: فإذا جلَسْتَ في وسَطِ الصَّلاةِ، فاطمئِنَّ وافتَرِشْ فخِذَك اليُسرى، ثم تشهَّدْ، ثم إذا قُمْتَ فمِثْلَ ذلك حتَّى تفرُغَ مِن صلاتِكَ

“Jika engkau berdiri untuk salat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al-Quran yang engkau mampu”. Kemudian Nabi juga bersabda di dalamnya: “jika engkau duduk di tengah salat, maka duduklah dengan tuma’ninah dan bentangkanlah pahamu yang sebelah kiri, kemudian tasyahudlah. Kemudian jika engkau berdiri lagi (untuk rakaat ke-3) maka semisal itu juga sampai selesai salat.” (HR. Abu Daud no. 860, dihasankan Al Albani dalam Shahih Abu Daud)

Membaca doa tahiyat memiliki banyak keutamaan, sebagaimana berikut ini.

1. Kesaksian Keesaan Allah (Tauhid)

Kesaksian terhadap keesaan Allah (Tauhid) merupakan konsep fundamental dalam ajaran Islam. Tasyahud, yang merupakan bagian penting dari salat, memuat kesaksian yang tegas terhadap keesaan Allah Swt. dan kenabian Nabi Muhammad Saw.

Tasyahud memainkan peran penting dalam memperkuat keyakinan umat Islam terhadap ajaran Islam. Dengan mengucapkan kesaksian terhadap keesaan Allah dan kenabian Nabi Muhammad Saw. setiap kali salat, umat Islam secara konsisten menguatkan iman dan keyakinan mereka.

2. Selawat dan Doa untuk Nabi Muhammad Saw.

Bagian akhir dari tahiyat adalah selawat untuk Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya. Memberikan salam dan selawat kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya adalah tanda penghormatan yang dalam dan penuh cinta kepada utusan Allah Swt. dalam ajaran Islam.

Rasulullah Saw. merupakan utusan Allah Swt. yang diutus untuk membawa ajaran Islam kepada umat manusia dan menjadi teladan terbaik bagi umat Islam.

Dengan memberikan salam dan selawat kepada Nabi Muhammad Saw., umat Islam dapat mengekspresikan rasa cinta, hormat, dan penghormatan mereka terhadap beliau sebagai pemimpin spiritual dan teladan dalam kehidupan mereka.

3. Memperoleh Keberkahan

Dalam doa tahiyat awal dan akhir, umat Islam menyatakan keimanan dan kepatuhan mereka kepada Allah Swt. dengan mengucapkan salam dan selawat kepada Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya.

Dengan melakukan ini, umat Islam memohon berkah dan rahmat dari Allah Swt. atas utusan-Nya yang mulia dan keluarganya.

Memohon berkah kepada Allah Swt. melalui doa untuk Nabi Muhammad Saw. dan keluarganya merupakan bentuk pengakuan akan kebesaran Allah Swt. sebagai sumber segala berkah dan rahmat.

Ini juga mencerminkan rasa ketaatan dan penghormatan umat Islam terhadap perintah Allah Swt. untuk menghormati dan mengagungkan Rasulullah Saw.

4. Menjauhkan dari Azab

Membaca doa tahiyat awal dan akhir dapat menjauhkan kita dari azab, seperti azab kubur, azab neraka jahannam, azab fitnah hidup dan mati, dan azab dari keburukan Dajjal.

Dengan membaca doa ini dengan khusyuk dan ikhlas, umat Islam diharapkan dapat mendapatkan perlindungan Allah Swt. dari azab yang mungkin terjadi di alam kubur.

Membaca doa tahiyat awal dan akhir juga dipercaya dapat menjadi benteng bagi umat Islam dari azab neraka Jahannam.

Doa ini mengandung permohonan kepada Allah Swt. untuk memberikan perlindungan dan rahmat-Nya, sehingga diharapkan dapat menjauhkan kita dari siksaan neraka.

Membaca doa tahiyat awal dan akhir juga dipercaya sebagai bentuk perlindungan dari keburukan Dajjal dan segala tipu dayanya. Dengan memohon perlindungan kepada Allah Swt. melalui doa, umat Islam diharapkan dapat terhindar dari pengaruh buruk dan godaan Dajjal.

Baca Juga: Doa Puasa Senin Kamis, Tata Cara, dan Keutamaannya dalam Islam

Demikian pembahasan mengenai bacaan doa tahiyat awal dan tahiyat akhir beserta keutamaannya. Tahiyat merupakan rukun salat, sehingga jika ditinggalkan maka salatnya tidak sah. (Umi)