Konten dari Pengguna

Bacaan Dua Kalimat Syahadat beserta Artinya untuk Umat Islam

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bacaan Dua Kalimat Syahadat. Pexels/RDNE Stock project
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bacaan Dua Kalimat Syahadat. Pexels/RDNE Stock project

Bacaan dua kalimat syahadat merupakan rukun Islam yang pertama dan wajib diucapkan setiap manusia untuk masuk dalam petunjuk dan jalan agama Allah Swt., yaitu Islam.

Syahadat memiliki makna yang penting untuk dipahami oleh setiap orang yang menginginkan menjadi muslim atau bahkan juga harus dimengerti dan dipahami secara mendalam bagi mereka yang memang telah menjadi muslim sejak lahir.

Daftar isi

Pengertian Syahadat

Ilustrasi Bacaan Dua Kalimat Syahadat. Pexels/RDNE Stock project

Ketika seseorang sejak kecil dilahirkan dalam lingkungan keluarga muslim, tentunya dia tidak asing dengan dua kalimat syahadat.

Bagi orang-orang yang sebelumnya tidak beragama Islam maka baginya wajib mengucapkan dua kalimat syahadat terlebih dahulu apabila ingin memeluk Islam.

Karena itulah syahadat merupakan rukun Islam yang pertama dan pokok sebelum dia memulai kehidupan baru di jalan Allah Swt.

Syahadat merupakan sebuah persaksian penting untuk mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Swt. dan Muhammad saw. sebagai hamba dan utusan Allah Swt.

Dua kalimat syahadat merupakan satu rangkaian yang tidak dapat dipisahkan. Hal ini mengindikasikan bahwa ketika seseorang telah bersyahadat dan bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah Swt.

Dengan begitu, ia juga harus mengakui dan bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw. adalah sebagai hamba pilihan Allah Swt. yang diutus untuk memberi petunjuk bagi sekalian umat.

Bacaan Dua Kalimat Syahadat

Ilustrasi Bacaan Dua Kalimat Syahadat. Pexels/RDNE Stock project

Dikutip dari buku Dinul Islam, Latif Ustman, (2012:3), bacaan dua kalimat syahadat adalah:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ .

وَاشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Asyhadu alla ilaha illalloh(u), wa asyhadu anna Muhammadar rosululloh(i).

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Makna Syahadat

Ilustrasi Makna Bacaan Dua Kalimat Syahadat. Pexels/khassat casim

Dua kalimat syahadat memiliki makna, yakni sebagai berikut.

1. Makna yang Terkandung dalam Syahadat Pertama 'Laa Ilaaha Illallah'

Secara global, kalimat 'laa ilaaha illallah' terdiri dari dua bagian yaitu pertama, 'laa ilaaha' yang mengandung arti tiada ilah dan yang kedua adalah 'illallah' yang berarti selain Allah Swt.

Kata laa dalam kalimat 'laa ilaaha illallah' diketahui sebagai huruf nafi (penghilangan) yang dalam hal ini yang dihilangkan adalah segala apa pun jenis Tuhan atau ilah.

Sementara 'illa' pada kalimat 'illallah' merupakan huruf istisna (pengecualian) yaitu mengecualikan Allah Swt. di antara segala bentuk jenis Tuhan yang dihilangkan.

Kalimat 'laa ilaaha' merupakan kalimat negatif (manfi) dengan demikian adanya kata 'illa' dalam kalimat illallah kemudian menjadikan kalimat yang negatif (manfi) menjadi kalimat yang positif dengan meng-isbatkan kalimat manfi tersebut.

Dalam bahasa Arab adanya itsbat setelah nafi (penghilangan) memiliki makna untuk membatasi (Al-Hasru) dan menguatkan (taukid).

Dengan demikian makna kalimat 'laa ilaha' memiliki arti menghilangkan dan meniadakan seluruh jenis dan bentuk Tuhan sebagai sesembahan.

Sementara 'illallah' berarti menetapkan dan mengokohkan serta mengecualikan ilah atau Tuhan Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang benar-benar hak dan patut disembah.

'Ilah' yang dimaksud dalam bahasa Arab adalah berasal dari alaha yang memiliki makna, tentram, lindungan, cinta dan sembahan seperti yang tertulis dalam firman-Nya yang artinya:

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'ad: 28)

Syahadat pertama ini secara jelas menegaskan tentang adanya Allah Swt. sebagai satu-satunya Tuhan yang berhak untuk disembah, Dia yang berkuasa dan Dia adalah Zat Yang Maha Besar.

Kekuasaan-Nya tidaklah terbatas dan setiap makhluk senantiasa bersandar dan akan selalu membutuhkan pertolongan-Nya. Kesaksian tentang ke-Esaan Allah Swt. pada dasarnya mengandung tiga segi sifat kepercayaan terhadap-Nya, yaitu:

  1. Rububiyah, segi pertama ini mengandung pengertian bahwasannya Allah Swt. merupakan Zat Yang Maha Pencipta, Pemelihara dan Pemberi Petunjuk. Alam beserta isinya merupakan ciptaan Allah Swt. Dialah pula yang memelihara dan memberi petunjuk kepada makhluk-Nya.

  2. Uluhiyah, pada segi kedua ini merupakan sifat dari konsekuensi segi pertama di atas, bahwasannya Allah Swt. merupakan satu-satunya zat yang patut disembah dan tempat bersandar untuk memohon pertolongan.

  3. Tauhidullah dalam asma Allah Swt. dan sifat-sifat-Nya. Dalam segi ketiga ini terdapat tiga asa yang harus dipenuhi dalam mentauhidkan asma Allah Swt. dan sifat-Nya:

  • Menyucikan dan mengagungkan Allah Swt. dengan segala kesempurnaan yang Dia miliki serta tidak menyamakan Dia dengan apa pun.

  • Menerima dan menetapkan bahwa nama dan sifat yang dimiliki Allah Swt. adalah benar adanya sesuai dengan Al-Quran dan Hadis.

  • Tidak menafsirkan asma dan sifat Allah Swt. tanpa dasar yang kuat dan jelas serta tidak menggambarkan zat Allah Swt. dengan bentuk dan rupa apa pun.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwasannya, kalimat 'laa ilaaha illallah' memiliki dua bagian kata yang sangat mendasar, pokok dan utama yang tidak dapat dihilangkan sebagian atau dipisahkan.

Ini karena jika dua kata tersebut dihilangkan salah satunya maka tidak akan memiliki makna seutuhnya serta cacat dalam maksud dan pengertiannya.

Kalimat 'laa ilaaha illallah' dapat dirincikan dengan beberapa pengertian berikut ini:

  1. Hanya Allah Swt. Tuhan yang berhak disembah.

  2. Semua hukum dan ketentuan bersumber hanya dari Allah Swt.

  3. Tidak ada penguasa lain yang lebih berhak kecuali Allah Swt. dan kekuasaan-Nya bersifat mutlak, karena Dia merupakan Tuhan bagi semesta alam, yang menguasai dan mengaturnya.

  4. Tidak ada pencipta lain selain Allah Swt.

  5. Allah Swt. Maha Pemberi Rezeki dan tidak ada yang dapat memberikan rezeki melainkan Allah Swt.

  6. Allah Swt. adalah zat Yang Maha Memberi Kehidupan dan Mematikannya.

  7. Segala manfaat dan kemudharatan datang dari kekuasaan-Nya.

  8. Tidak ada daya dan kekuatan melainkan kekuasaan Allah Swt.

  9. Tawakal hanya kepada Allah Swt.

  10. Hanya Allah Swt. yang maha mengabulkan setiap doa hamba-Nya.

  11. Tidak ada agama selain Islam.

  12. Hanya Allah Swt swt. yang berhak untuk disembah.

  13. Hanya Allah Swt. sebagai Zat Yang Dirindukan.

Bagi setiap hamba yang telah bersaksi dan mengakui bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah Swt. yang wajib disembah, harus mengamalkan apa yang telah menjadi persaksiannya.

Caranya adalah dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah dan menyerahkan segala diri, kehidupan dan kematiannya hanya kepada Allah Swt.

"Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam." (QS. Al-An'am: 162)

2. Makna yang Terkandung dalam Kalimat 'Muhammadan Rasulullah'

Makna yang terkandung dalam syahadat kedua, yaitu Muhammadan Rasulullah yaitu, bersaksi dan mengakui serta menetapkan di dalam hati bahwasanya Nabi Muhammad saw. adalah hamba Allah Swt. yang telah diutus dan dijadikan Rasul Allah untuk memberi petunjuk kepada umat manusia.

Oleh karena itu, seorang muslim yang teguh akan menaati perintah Rasul dan membenarkan ucapan dan perbuatannya serta menjadikan dia sebagai suri tauladan yang baik untuk menjalani kehidupan.

Mencontoh dan mengikuti penuh rasa tunduk dan patuh dalam beribadah kepada Allah swt. sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah Muhammad saw. Kalimat syahadat yang kedua ini mengiringi kalimat syahadat pertama sebagai wujud nyata kesaksian tentang ke-Esaan Allah Swt.

Dengan demikian, harus juga harus bersaksi dan mengakui bahwa Allah Swt. juga mengutus hamba dan menjadikan dia Rasul sebagai sosok pemberi petunjuk yang benar dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Swt.

"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah." (QS. Al-Ahzab: 21).

Kedudukan Syahadat

Ilustrasi Kedudukan Syahadat. Pexels/RDNE Stock project

Syahadat sebagai salah satu rukun Islam yang pertama memiliki kedudukan amat penting di dalam kehidupan seorang mukmin, antara lain:

  1. Dua kalimat syahadat merupakan persaksian menuju pintu surga agama Islam ibarat sebuah bangunan indah yang di dalamnya penuh dengan kelembutan, ketentraman dan kedamaian bagi siapa saja yang ada di dalamnya.

    Untuk dapat memasuki bangunan Islam maka seseorang harus melewati pintu masuk bangunan tersebut yang bernama syahadat. Syahadat ini berlaku bagi semua orang mukmin yang masuk dan akan melaksanakan ajaran Islam.

    "Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (QS. Al-Baqarah: 208).

  2. Syahadat merupakan pokok dari doktrin ajaran Islam.

  3. Syahadat dijadikan sebagai dasar perubahan ke arah yang lebih baik yang mencakup pemikiran dan keyakinan.

  4. Syahadat merupakan hakikat dari dakwah yang dibawa oleh Nabi dan Rasul.

  5. Syahadat memiliki keutamaan yang besar dalam kehidupan manusia.

Konsekuensi setelah Mengucapkan Syahadat

Ilustrasi Konsekuensi setelah Mengucapkan Syahadat. Pexels/Konevi

Seseorang yang telah mengucapkan dua kalimat syahadat akan mendapatkan konsekuensi dari apa yang telah diucapkan.

Dengan syahadat yang diucapkan maka telah resmi dia masuk menjadi seorang muslim dengan hak dan kewajiban yang melekat dalam dirinya.

Sejak dia telah diterima menjadi seorang muslim dengan syahadatnya maka dia wajib melaksanakan semua ketentuan dan perintah yang ada dalam ajaran Islam dan menjauhi segala larangan-larangan di dalamnya.

Untuk menjalankan perintah ajaran Islam dengan baik dia juga harus meneladani sunah Nabi di samping mengamalkan kitab suci Al-Quran.

Dengan demikian, kewajiban seorang muslim adalah menyembah Allah Swt. saja sebagai satu-satunya Tuhan disertai dengan mengakui dan mengikuti teladan yang dicontohkan Nabi Muhammad saw. sebagai hamba yang telah diutus menjadi Rasul untuk memberi petunjuk kepada umat manusia diiringi rasa ikhlas, yakin, jujur dan penuh tanggung jawab menjadi seorang muslim sejati.

Berikut adalah beberapa konsekuensi bagi seseorang yang telah bersyahadat:

  1. Mendatangkan cinta semata-mata untuk Allah Swt. melebihi cinta kepada selain-Nya.

  2. Menghadirkan keridaan terhadap apa yang telah diucapkan, yaitu rida menjadikan Allah Swt. sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah, rida menerima Nabi Muhammad saw. sebagai hamba utusan Allah Swt., dan meneladaninya serta rida menjadikan Islam sebagai agamanya.

Baca Juga: Bacaan Sholawat Asnawiyah Karya Pendiri NU

Bacaan dua kalimat syahadat merupakan kalimat yang sangat penting dalam agama Islam. Dengan mengucapkannya, seseorang secara resmi menjadi seorang muslim dan mengakui keesaan Allah dan kepemimpinan Nabi Muhammad. (glg)