Konten dari Pengguna

Bacaan Jumat Agung 3 April 2026 yang Diambil dari Alkitab

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bacaan Jumat Agung 3 April 2026. Foto: Unsplash.com/Sincerely Media
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bacaan Jumat Agung 3 April 2026. Foto: Unsplash.com/Sincerely Media

Bacaan Jumat Agung 3 April 2026 menjadi bagian penting dalam rangkaian liturgi yang mengajak perenungan mendalam atas kisah sengsara Yesus Kristus.

Perayaan ini diwarnai dengan suasana hening yang menekankan makna pengorbanan, penderitaan, serta ketaatan yang dijalani hingga akhir kehidupan-Nya.

Rangkaian bacaan yang disusun menghadirkan alur cerita yang utuh dari nubuat, refleksi iman, hingga kisah penyaliban yang penuh makna simbolik.

Bacaan Jumat Agung 3 April 2026

Ilustrasi bacaan Jumat Agung 3 April 2026. Foto: Unsplash.com/Alexandra Fuller

Berikut adalah bacaan Jumat Agung 3 April 2026 yang terdiri dari bacaan pertama, mazmur tanggapan, bacaan kedua, dan Injil sengsara menurut Yohanes, dikutip dari bible.usccb.org.

Bacaan I (Yesaya 52:13—53:12)

Lihat, hamba-Ku akan berhasil,

ia akan ditinggikan, disanjung, dan dimuliakan.

Seperti banyak orang tertegun melihat dia,

begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi,

dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi,

demikianlah ia akan membuat banyak bangsa tercengang,

raja-raja akan terdiam karena dia.

Siapakah yang percaya kepada pemberitaan yang didengar,

dan kepada siapakah tangan Tuhan dinyatakan?

Ia tumbuh di hadapan Tuhan seperti tunas,

seperti akar dari tanah kering.

Ia tidak tampan dan semarak pun tidak,

sehingga dipandang orang pun tidak menarik.

Ia dihina dan dihindari orang,

seorang yang penuh kesengsaraan dan biasa menderita kesakitan.

Ia sangat dihina sehingga orang menutup mukanya terhadap dia,

dan bagi kita pun dia tidak berarti.

Sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya,

dan kesengsaraan kita yang dipikulnya.

Padahal kita mengira dia kena tulah,

dipukul dan ditindas Allah.

Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita,

diremukkan oleh karena kejahatan kita.

Ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya,

dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

Kita sekalian sesat seperti domba,

masing-masing mengambil jalannya sendiri,

tetapi Tuhan telah menimpakan kepadanya

kejahatan kita sekalian.

Ia dianiaya, tetapi ia membiarkan diri ditindas

dan tidak membuka mulutnya,

seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian.

Mazmur Tanggapan (Mazmur 31)

Refren: Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku.

Kepada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung,

janganlah aku mendapat malu.

Dalam keadilan-Mu luputkanlah aku.

Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku,

Engkau membebaskan aku, ya Tuhan Allah yang setia.

Aku menjadi cela bagi semua lawanku,

dicemoohkan oleh tetanggaku,

dan ditakuti oleh sahabatku.

Namun aku percaya kepada-Mu, ya Tuhan,

aku berkata: Engkaulah Allahku.

Bacaan II (Ibrani 4:14-16; 5:7-9)

Saudara-saudara, kita mempunyai Imam Agung yang besar,

yaitu Yesus, Anak Allah,

yang telah melintasi semua langit.

Ia bukan Imam Agung yang tidak dapat turut merasakan kelemahan kita,

melainkan telah dicobai dalam segala hal, sama seperti kita,

hanya tidak berbuat dosa.

Karena itu marilah kita menghampiri takhta kasih karunia

dengan penuh keberanian,

supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia.

Dalam hidup-Nya sebagai manusia,

Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis

kepada Dia yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut.

Sekalipun Ia Anak, Ia belajar menjadi taat

dari apa yang diderita-Nya.

Injil (Yohanes 18:1—19:42)

Yesus pergi bersama murid-murid-Nya ke seberang Sungai Kidron,

di situ ada taman tempat Ia masuk bersama murid-murid-Nya.

Yudas, yang mengkhianati Dia, juga tahu tempat itu.

Ia datang ke situ dengan serombongan prajurit dan penjaga.

Yesus maju ke depan dan berkata,

“Siapakah yang kamu cari?”

Jawab mereka, “Yesus dari Nazaret.”

Kata-Nya, “Akulah Dia.”

Mereka mundur dan jatuh ke tanah.

Yesus tidak melawan ketika ditangkap,

melainkan menyerahkan diri-Nya sepenuhnya.

Ia dibawa ke hadapan imam besar dan kemudian kepada Pilatus.

Dalam pengadilan itu, Ia tidak menemukan keadilan,

tetapi tetap tenang dalam menghadapi tuduhan.

Akhirnya Ia dijatuhi hukuman salib.

Ia memanggul salib-Nya sendiri menuju Golgota,

tempat Ia disalibkan bersama dua orang lain.

Di atas salib, Ia berkata, “Sudah selesai,”

lalu menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa-Nya.

Sesudah itu, tubuh-Nya diturunkan dan dimakamkan

dalam kubur baru yang belum pernah dipakai.

Bacaan Jumat Agung 3 April 2026 menghadirkan kisah lengkap tentang penderitaan hingga wafat Yesus yang menjadi pusat peringatan hari tersebut.

Rangkaian bacaan ini mengajak masuk dalam perenungan mendalam tentang makna pengorbanan dan ketaatan yang dijalani sampai akhir. (Suci)

Baca Juga: Jadwal Ibadah Jumat Agung 2026 di Gereja Katedral Jakarta