Konten dari Pengguna

Bacaan Muadzin Sholat Idul Fitri Arab, Latin, dan Terjemahannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Falaq Lazuardi
zoom-in-whitePerbesar
Falaq Lazuardi

Sholat Idul Fitri merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 1 Syawal sebagai tanda kemenangan umat Islam setelah menjalani puasa Ramadan. Dalam praktiknya, terdapat peran muadzin atau bilal yang bertugas mengumandangkan bacaan muadzin sholat Idul Fitri sebelum dimulai.

Berbeda dengan sholat lima waktu, pada salat Idul Fitri tidak ada adzan maupun iqamah. Sebagai gantinya, muadzin atau bilal akan menyerukan ajakan kepada jamaah untuk melaksanakan salat secara berjamaah.

Bacaan Muadzin Sholat Idul Fitri Arab, Latin, dan Terjemahannya

Ilustrasi Bacaan Muadzin Sholat Idul Fitri. Unsplash.com/Alim

Dikutip dari www.nu.or.id, adapun bacaan muadzin sholat Idul Fitri yang umum dikumandangkan adalah sebagai berikut:

Bacaan Muadzin (Bilal) dalam bahasa Arab yaitu:

الصَّلَاةُ جَامِعَةٌ

Ash-shalaatu jaami’ah

Artinya:

“Marilah melaksanakan salat secara berjamaah.”

Bacaan ini diserukan dengan suara yang lantang agar jamaah segera berkumpul dan merapatkan shaf sebelum imam memulai sholat.

Selain seruan muadzin, takbir juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan salat Idul Fitri. Pada rakaat pertama dilakukan tujuh kali takbir, kemudian pada rakaat kedua sebanyak lima kali.

Sedangkan untuk bacaan takbir (di antara takbir) dalam bahasa Arab yaitu:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.”

Takbir ini dibaca di sela-sela takbir tambahan sebagai bentuk dzikir dan pengagungan kepada Allah Swt.

Selain dalam salat Idulfitri, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan takbir sejak malam Idulfitri hingga pelaksanaan salat. Berikut adalah bacaan takbirnya dalam versi singkat:

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu akbar wa lillahil hamd.

Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi-Nya.”

Bacaan muadzin sholat Idul Fitri tidak menggunakan adzan seperti salat wajib, melainkan cukup dengan seruan “Ash-shalaatu jaami’ah” sebagai tanda dimulainya salat secara berjamaah. Memahami bacaan muadzin sangat penting agar ibadah yang dilakukan sesuai tuntunan syariat. Dengan demikian, momen hari raya dapat dijalani dengan penuh makna.

Selain persiapan plaksanakan salat di Hari Raya Idulfitri, menjelang Lebaran tradisi mudik juga menjadi perjalanan yang penuh makna. Khususnya untuk pulang dan berkumpul bersama keluarga. Melalui semangat #KebaikanBersama, kumparan menghadirkan beragam informasi seputar mudik, dari kondisi rute perjalanan, tips mudik, hingga rekomendasi kuliner khas daerah. Temukan info selengkapnya di

kum.pr/mudik2026. (Aya)

Baca juga: Sidang Isbat Lebaran 2026, Cek Jadwalnya di Sini