Konten dari Pengguna

Bacaan Sujud Sahwi, Ketentuan, dan Hukumnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bacaan sujud sahwi. Foto: pexels.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bacaan sujud sahwi. Foto: pexels.com.

Daftar isi

Bacaan sujud sahwi merupakan salah satu bacaan sholat yang dibaca saat lupa atau keliru mengerjakan rukun atau bacaan sholat tertentu. Akibatnya timbul keragu-raguan bagi orang yang meninggalkan sholat tersebut.

Dalam hadis Bukhari Muslim, Ibnu Mas’ud menceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah SAW lupa jumlah rakaat sholat. Seusai sholat, beliau ditanya para sahabat, apakah jumlah rakaat sholat berubah?

Rasulullah SAW bertanya, “Bagaimana? Mereka menjawab, “Anda telah sholat lima rakaat.” Maka Nabi SAW segera sujud dua kali. Setelah itu Rasulullah SAW bersabda:

“Aku ini hanya manusia biasa, bisa juga lupa seperti kalian, maka apabila aku lupa, ingatkanlah aku. Jika kalian ragu tentang jumlah rakaat salat kalian, pilih yang paling menyakinkan, dan selesaikan. Kemudian lakukan dua sujud sahwi.”

Bacaan Sujud Sahwi

Ilustrasi bacaan sujud sahwi. Foto: pexels.com.

Tata cara sujud sahwi pada dasarnya dilakukan seperti sujud biasa, yaitu sujud dengan tujuh anggota tubuh meliputi kening, dua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki.

Menyadur buku Fikih Madrasah Tsanawiyah SMP Kelas VIII oleh Zainal Muttaqin dan Amir Abyan, bacaan sujud sahwi bisa dibaca sebelum dan sesudah salam. Berikut ini tata cara keduanya.

a. Cara Melakukan Sujud Sahwi Sebelum Salam

Apabila salah satu keliru teringat sebelum salam, maka sujud sahwi dilaksanakan setelah selesai tasyahud akhir, sholawat, dan doa-doa. Berikut tata caranya:

  1. Membaca takbir

  2. Sujud dan membaca subha ana manlaayanaamu walaa yashuu (Maha suci Allah, Dzat yang tak pernah tidur dan tidak pernah lupa) 3 kali

  3. Duduk iftirash atau duduk di antara dua sujud dan membaca Robbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa'aafinii wa'fu 'annii. ("Ya Allah ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keadaanku, tinggikanlah derajatku, berilah rezeki, dan petunjuk untukku.")

  4. Sujud dan membaca subha ana manlaayanaamu walaa yashuu (Maha suci Allah, Dzat yang tak pernah tidur dan tidak pernah lupa) 3 kali

  5. Duduk lagi dan melakukan salam.

Salah satu dalil syariat sujud sahwi sebelum salam adalah hadis Bukhari dan Muslim, dari Abdullahn bin Buhainah berkata,

“Setelah Rasulullah menyempurnakan sholatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.”

b. Cara Melakukan Sujud Sahwi Sesudah Salam

Apabila salah satu keliru teringat setelah salam maka sujud sahwi dilaksanakan setelah selesai sholat dan ketika teringat penyebab sujud sahwi tersebut.

Cara melakukannya sama dengan sujud sahwi yang dilaksanakan sebelum salam, yaitu sebanyak dua kali dan diselingi duduk iftirasy. Bacaan sujud sahwi sesudah salam sama dengan bacaan sujud sahwi sebelum salam.

Dalam suatu riwayat, Abu Hurairah ra mengemukakan, “Lalu Rasulullah sholat dua rakaat lagi yang tertinggal, kemudian beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud.

Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau sujud kedua kalinya, sesudah itu bertakbir, lalu bangkit.” (HR. Bukhari Muslim)

Sujud sahwi sesudah salam tetap ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadis Imron bin Husain, bahwasannya:

“Kemudian Rasulullah sholat satu rakaat (menambah rakaat yang kurang tadi) lalu beliau salam. Setelah itu, beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim)

Baca Juga: Perbedaan Sujud Syukur, Sujud Tilawah, dan Sujud Sahwi

Ketentuan Bacaan Sujud Sahwi

Ilustrasi ketentuan bacaan sujud sahwi. Foto: pexels.com.

Menyadur buku Fiqih karya Hasbiyallah, bacaan sujud sahwi bukan bacaan rukun sholat. Jenis sujud ini dilakukan jika mengalami kondisi berikut ini:

1. Ragu dalam Jumlah Rakaat Sholat

Sujud sahwi wajib dilakukan ketika seseorang lupa dan ragu-ragu karena jumlah rakaat. Kemudian ia menyadari hal tersebut atau karena diingatkan oleh orang lain. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Ibu Mas’ud di atas.

2. Lupa Melakukan Tasyahud Awal

Apabila melakukan tasyahud awal, lalu teringat sebelum berdiri tegak, maka ia boleh segera duduk. Namun, apabila telah berdiri tegak, ia tidak boleh kembali duduk. Sebagai gantinya, ia melakukan sujud sahwi sebelum salam.

3. Tidak Membaca Doa Qunut

Bagi mereka yang mengamalkan doa qunut sholat subuh, apabila ia terlupa, sehingga tak membaca doa qunut tersebut, sebagai gantinya disyariatkan melakukan sujud sahwi.

Hukum Bacaaan Sujud Sahwi

Ilustrasi hukum bacaan sujud sahwi. Foto: unsplash.com.

Sujud sahwi merupakan bentuk syariat untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dalam sholat, baik karena menambah, mengurangi, atau ragu. Syariat ini menjadi salah satu kesempurnaan nikmat Allah SWT atas hamba-Nya lewat ketetapan hukum.

Menyadur buku Sujud Sahwi, Sujud Karena Lupa dalam Sholat karya Al Allamah Syaikh Muhammad bin Shalih Al Outsaimin, sujud sahwi bisa diwajibkan dan disunahkan.

Pasalnya, sujud sahwi tidak diperintahkan pada seluruh tambahan atau kekurangan atau keraguan, tetapi dikerjakan sesuai dengan ketentuan di atas.

Sujud sahwi tidak dilakukan apabila seseorang melakukan penambahan atau pengurangan jumlah rakaat sholat, atau meninggalkan bacaan sholat dengan sengaja. Jadi, sholat tersebut hukumnya batal dan harus mengulanginya kembali.

Lebih lanjut, sujud sahwi tidak wajib dilakukan ketika meninggalkan sunnah haiat. Mengutip buku Praktik dan Lengkap Sholat Wajib dan Sunnah oleh Asrifin An-Nakhrawie, yang termasuk sunnah ha’iat adalah sebagai berikut:

  • Mengangkat kedua tangan ketika takbiratul ikhram.

  • Mengangkat kedua tangan saat akan ruku, saat berdiri dari ruku, dan saat berdiri dari tahiyat awal.

  • Bersedekap.

  • Membaca doa iftitah.

  • Membaca ta’awudz ketika akan membaca surah Al Fatihah.

  • Membaca amin setelah bacaan surat Al Fatihah, baik ketika menjadi makmum dan imam.

  • Membaca surat atau ayat Al Quran setelah membaca Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua.

  • Meletakkan kedua telapak tangan pada kedua paha saat duduk tahiyat.

  • Membaca salam yang kedua.

  • Memalingkan muka ke kanan dan ke kiri ketika membaca salam.

(IPT)