Bacaan Takbiratul Ihram: Tata Cara, Waktu Pelaksanaan, dan Syarat Sahnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam melaksanakan sholat, terdapat beberapa rukun salat yang harus dikerjakan. Salah satu rukun salat adalah melakukan takbiratul ihram. Bagaimana bacaan takbiratul ihram yang benar?
Saat memulai salat, takbiratul ihram dilaksanakan dengan mengangkat kedua tangan dan dilanjutkan dengan membaca doa iftitah. Setelah takbiratul ihram, seorang muslim diharamkan berbicara, makan, minum dan hal lainnya karena dapat membatalkan sholat.
Dalam buku Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi oleh Imam an-Nawawi, berdasarkan pendapat yang sahih, bacaan salat takbiratul ihram tidak dibaca panjang, tetapi sedang. Kemudian, bacaan takbir selain takbiratul ihram dibaca panjang hingga sampai posisi rukun selanjutnya.
Bagi imam, disunnahkan untuk membaca panjang takbiratul ihram dan pada takbir selanjutnya dibaca keras, agar makmum dapat mengetahui dan mendengarkan. Sementara untuk makmum, takbiratul ihram dibaca dengan suara pelan, paling tidak dapat didengar dirinya sendiri.
Berikut bacaan takbiratul ihram dalam bahasa Arab, latin, dan artinya beserta tata cara pelaksanaannya.
Bacaan Takbiratul Ihram
Lafal takbiratul ihram ialah:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar
Artinya: “Allah Maha Besar.”
Mengutip buku Induk Doa & Zikir oleh Imam Nawawi, lafaz takbir adalah Allahu akbar atau Allaahul Akbar. Namun, dianjurkan untuk melafazkan yang pertama, agar terhindar dari perselisihan karena beberapa mazhab menyatakan lafaz kedua tidak boleh dan dapat membuat sholat tidak sah.
Setelah melafalkan takbiratul ihram, disunnahkan umat Muslim untuk membaca doa iftitah. Berikut bacaan doa iftitah:
اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ .
Allaahu akbaru Kabiraa Walhamdulillaahi Katsiiraa, Wa Subhaanallaahi Bukratan Wa’ashiilaa, Innii Wajjahtu Wajhiya Lilladzii Fatharas Samaawaati Wal Ardha Haniifan Musliman Wamaa Anaa Minal Musyrikiin. Inna Shalaatii Wa Nusukii Wa Mahyaaya Wa Mamaatii Lillaahi Rabbil ‘Aalamiina. Laa Syariikalahu Wa Bidzaalika Umirtu Wa Ana Minal Muslimiin.
Artinya: "Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan atau dalam keadaan tunduk, dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan-Nya.
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan Semesta Alam, yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Dengan yang demikian itulah aku diperintahkan. Dan aku adalah termasuk orang-orang muslim (Orang-orang yang berserah diri)."
Tata Cara Takbiratul Ihram
Dihimpun dari buku Bacaan & Gerakan Shalat Cepat Hafal di Luar Kepala terbitan Tim Qultummedia, berikut tata cara takbiratul ihram yang benar:
Posisi telapak tangan saat takbiratul ihram adalah membantangkan tangan secara sempurna, jari tangan tidak terlalu lebar ataupun terlalu rapat saat membukanya.
Telapak tangan dihadapkan ke arah kiblat dan diangkat setinggi pundak atau telinga.
Mengangkat tangan sampai pundak, lalu melafalkan kalimat "Allahu Akbar".
Syarat sah melakukan takbiratul ihram adalah berdiri bagi yang mampu dan harus dilakukan dengan posisi tubuh yang tegak.
Adapun bersedekap atau meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri, tentu bukan termasuk rukun sholat. Oleh sebab itu, jika memang tidak diperlukan, boleh saja ditinggalkan.
Apakah Bacaan Takbiratul Ihram Wajib?
Para ulama baik mazhab Al-Hanafiyah, Al-Malikiyah, Asy-Syafi'iyah dan Al-Hanabilah sepakat, bahwa takbiratul ihram adalah termasuk rukun, bukan syarat dalam salat. Oleh sebab itu, salat yang dilakukan tanpa melafadzkan takbiratul ihram bukanlah salat yang sah. Adapun dalilnya yang termaktub dalam sabda Rasulullah SAW:
مِفْتَاحُ الصَّلاةِ الطَّهُورُ وَتَحْرِيمُهَا التَّكْبِيرُ وَتَحْلِيلُهَا التَّسْلِيمُ
Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Kunci shalat itu adalah kesucian. Yang mengharamkannya (dari segala hal di luar shalat) adalah takbir. Dan yang menghalalkannya adalah salam". (HR. Khamsah kecuali An-Nasai).
Dalil lainnya juga menjelaskan kewajiban melakukan takbiratul ihram, yakni:
إِنَّمَا جُعِلَ الإِمَامُ لِيُؤْتَمَّ بِهِ فَلاَ تَخْتَلِفُوا عَلَيْهِ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا
Imam itu dijadikan untuk diikuti, maka jangan berbeda dengannya. Bila dia bertakbir maka bertakbirlah (HR. Muttafaq Alaihi). Dari Rufa'ah Ibnu Rafi' bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Tidak sah shalat serorang hamba hingga dia berwudhu' dengan sempurna dan menghadap kiblat lalu mengucapkan Allahu Akbar. (HR. Ashabus Sunan dan Tabarany).
Seseorang Muslim yang tak mampu mengucap karena bisu atau memang tidak mampu, maka gugur kewajibannya mengucapkan takbir. Namun, bila memang mampu mengucapkan takbir, maka dianjurkan membaca takbir dengan suara yang minimal bisa didengar dirinya sendiri. Ini seperti saat membaca surat dan rukun-rukun bacaan lainnya.
Kesimpulannya, bacaan takbiratul ihram ini wajib dibaca ketika salat, yaitu saat memulai salat. Baik salat secara sendirian ataupun berjamaah (menjadi imam atau makmum), wajib membaca takbiratul ihram.
Kapan Takbiratul Ihram Dilakukan?
Takbiratul ihram adalah ucapan takbir yang menandakan dimulainya salat. Tidak ada salat kecuali dimulai dengan takbir. Artinya, tanpa adanya takbiratul ihram, salat tersebut belum dimulai.
Makmum tetap wajib membaca takbiratul-ihram, baik sebagai makmum yang mudrik atau pun makmum yang masbuk. Makmum mudrik adalah makmum yang tidak ketinggalan satu pun rakaat bersama imam, walaupun ia memulai salat sedikit terlambat. Asalkan tidak ketinggalan satu rakaat pun, ia termasuk mudrik.
Sementara itu, makmum masbuk adalah makmum yang ketinggalan setidaknya satu rakaat dari imamnya. Ketinggalannya ini ditandai ketika tidak bisa ruku' bersama imam. Maka, makmum masbuk ini tetap wajib membaca takbiratul ihram dahulu sebelum memulai salatnya, kemudian ia mengikuti posisi imam yang didapatinya saat itu.
Kedudukan takbiratul ihram yang mutlak wajib dibaca ini sedikit berbeda dengan kedudukan surat Al-Fatihah. Meskipun surat Al-Fatihah termasuk rukun salat menurut jumhur ulama, tetapi terdapat pengecualian untuk makmum. Seseorang yang menjadi makmum masbuk alias sudah tertinggal satu rakaat atau lebih, ia tetap wajib bertakbiratul ihram ketika memulai salatnya.
Ada Berapakah Syarat Takbiratul Ihram?
Dalam buku Tata Cara Shalat Lengkap yang Dicintai Allah dan Rasulullah karangan Yoli Hemdi, terdapat 14 syarat sah ketika membaca takbiratul ihram, di antaranya meliputi:
Diucapkan ketika salat dalam posisi berdiri.
Diucapkan dengan niat melaksanakan rukun salat.
Diucapkan dengan bahasa Arab.
Diucapkan dengan lafal Jalalah "Allah".
Diucapkan dengan lafal "Akbar"
Diucapkan secara tertib antara dua lafaz, yaitu "Allah" dahulu, kemudian "Akbar".
Diucapkan dengan benar, tidak memanjangkan bacaan pada huruf Hamzah dalam kalimat "Allah."
Diucapkan dengan benar, tidak memanjangkan bacaan huruf Ba' dalam kalimat "Akbar".
Tidak membaca tasydid (sabdu) pada huruf Ba’ dalam kalimat "Akbar".
Diucapkan dengan benar, tidak menambah huruf waw dan da mati atau berbaris dalam kalimat "Allahu Akbar".
Diucapkan dengan benar, tidak menambahkan huruf waw sebelum jalalah "Allah."
Diucapkan dengan benar, tidak berhenti ketika membaca lafadz "Allah" dan "Akbar"
Diucapkan dengan tempo yang tepat, tidak terlalu perlahan atau cepat apalagi keras, harus lembut dan jelas.
Diucapkan dalam posisi menghadap kiblat.
(VIO)
Frequently Asked Question Section
Gimana bacaan takbiratul ihram?

Gimana bacaan takbiratul ihram?
Lafal takbiratul ihram ialah: Allaahu akbar. Artinya: “Allah Maha Besar.”
Apakah bacaan takbiratul ihram wajib?

Apakah bacaan takbiratul ihram wajib?
Baik salat secara sendirian ataupun berjamaah (menjadi imam atau makmum), wajib membaca takbiratul ihram.
Apakah sholat tanpa takbiratul ihram?

Apakah sholat tanpa takbiratul ihram?
Takbiratul ihram adalah termasuk rukun, bukan syarat dalam salat. Oleh sebab itu, salat yang dilakukan tanpa melafadzkan takbiratul ihram bukanlah salat yang sah.
