Bacaan Tawasul Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia pasti memiliki harapan dan keinginan yang ingin dicapai. Namun, tidak semua doa langsung dikabulkan oleh Allah Swt. Oleh karena itu, Islam mengajarkan berbagai cara agar doa lebih mudah diterima, salah satunya melalui bacaan tawasul lengkap dengan artinya.
Mengutip dari Jurnal Substantia, Faisal Muhammad Nur, (2011:267), pentingnya bertawasul supaya memperoleh rahmat dan hidayah dari Allah Swt. Bertawasul juga merupakan bagian dari syari’at Islam, bahkan para ulama mazhab empat telah bersepakat tentang bolehnya bertawasul dengan Rasulullah saw.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Bacaan Tawasul Lengkap: Arab, Latin, Arti beserta Pengertiannya
Berikut adalah bacaan tawasul lengkap dalam bahasa Arab, teks latin, dan arti pengertian dari tawasul.
Tawasul berasal dari bahasa Arab "وَسِيلَة" (wasilah) yang berarti perantara atau jalan mendekatkan diri. Dalam istilah Islam, tawasul berarti mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Dengan perantara tertentu yang diperbolehkan dalam syariat, seperti menyebut nama-Nya, berdoa dengan amal saleh, atau melalui perantaraan orang-orang yang memiliki kedekatan dengan Allah Swt.
Secara lebih luas, tawasul adalah cara berdoa dengan menyebut sesuatu yang dianggap memiliki kemuliaan di sisi Allah Swt. agar doa tersebut lebih cepat dikabulkan.
Dalam Islam, tawasul bukan berarti meminta kepada selain Allah Swt., tetapi sebagai bentuk penghormatan kepada perantara yang memiliki kedudukan istimewa dalam agama, seperti Nabi Muhammad saw., para wali, dan amal kebaikan.
Dasar tawasul dapat ditemukan dalam Al-Qur’an dan hadis. Salah satu ayat yang sering dijadikan dasar tawasul adalah: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah Swt. dan carilah jalan (wasilah) untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Ma’idah: 35).
Dalam praktiknya, tawasul sudah menjadi bagian dari tradisi Islam sejak zaman Rasulullah saw., para sahabat, dan generasi setelahnya.
Tawasul umumnya dibaca sebelum tahlil dengan mengkhususkan Al-Fatihah bagi Rasulullah, para sahabat, orang-orang Muslim, dan para ahli kubur. Susunan bacaan tawasul adalah sebagai berikut.
1. Istigfar sebanyak 3x
Arab: اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ
Latin: Astagfirullahalazim (3x)
Artinya: Aku mohon ampun kepada Allah Swt. Yang Maha Agung.
2. Kalimat Syahadat
Arab: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
Latin: Asyhadu an laa ilaha illallah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullah
Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah Swt. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah Swt.
3. Membaca Basmallah
Arab: بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
Latin: Bismillahirrahmanirrahim
Artinya: Dengan menyebut nama Allah Swt. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
4. Tawasul kepada Nabi Muhammad saw.
Arab: إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزْوَاجِهِ وَأَوْلَادِهِ وَذُرِّيَّاتِهِ الْفَــاتِحَةُ
Latin: Ila ḫadlratin-nabiyyil-musthafâ sayyidinâ Muḫammadin shallallahu ‘alaihi wa sallama wa âlihi wa azwâjihi wa awlâdihi wa dzurriyyâtihi al-fâtiḫah
Artinya: Kepada yang terhormat Nabi Muhammad saw., segenap keluarga, istri-istrinya, anak-anaknya, dan keturunannya. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah Swt. dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah…
5. Tawasul kepada Para Nabi, Rasul, dan Orang Saleh
Arab: ثُمَّ إِلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِي وَخُصُوْصًا إِلَى مُؤَسِّسِيْ جَمْعِيَّةِ نَهْضَةِ الْعُلَمَاءِ الْفَــاتِحَةُ
Latin: Tsumma ilâ ḫadlrati ikhwânihi minal-anbiya’i wal-mursalîn wal-auliya’i wasy-syuhadâ’i wash-shâlihîn wash-shaḫâbati wat tâbi‘în wal-‘ulamâ’il-‘âmilîn wal-mushannifînal-mukhlishîn wa jamî‘il-malâikatil-muqarrabîn, khusûshan ilâ sayyidinâsy-syaikh ‘abdil qâdir al-jîlânî wa khushûshan ilâ muassisî jam‘iyyah Nahdlatil Ulama, al-fâtiḫah
Artinya: Lalu kepada segenap saudara beliau dari kalangan pada nabi, rasul, wali, syuhada, orang-orang saleh, sahabat, tabi‘in, ulama al-amilin (yang mengamalkan ilmunya), ulama penulis yang ikhlas, semua malaikat Muqarrabin, terkhusus kepada Syekh Abdul Qadir al-Jilani dan para pendiri organisasi Nahdlatul Ulama. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah Swt. dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.
6. Tawasul kepada Ahli Kubur
Arab: ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ إِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى اٰبَائِنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخِنَا وَمَشَايِخِ مَشَايِخِنَا وَأَسَاتِذَةِ أَسَاتِذَتِنَا وَلِمَنْ أَحْسَنَ إِلَيْنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ الْفَاتِحَةُ
Latin: Tsumma ilâ jamî‘i ahlil-qubûri minal-muslimîna wal-muslimâti wal-mu’minîna wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli ilâ maghâribihâ barrihâ wa baḫrihâ khushushan ilâ abâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtina wa masyâkhinâ wa masyâyikhi masyâyikhinâ wa asâtidzati asâtidzatinâ wa liman aḫsana ilainâ wa liman ijtama‘nâ hâhunâ bisababihi, al-fâtiḫah
Artinya: Kemudian kepada semua ahli kubur Muslimin, Muslimat, Mukminin, Mukminat dari Timur ke Barat, baik di laut dan di darat, khususnya bapak kami, ibu kami, kakek kami, nenek kami, guru kami, pengajar dari guru kami, mereka yang telah berbuat baik kepada kami, dan bagi ahli kubur/arwah yang menjadi sebab kami berkumpul di sini. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah Swt. dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.
Arab: ثُمَّ إِلَى جَمِيْعِ أهْلِ الْقُبُوْرِ مِمَّنْ ذُكِرَتْ أَسْمَاؤُهُ فِيْ هٰذِهِ الرِّسَالَةِ حَضْرَةِ رُوْحِ … وَحَضْرَةِ رُوْحِ … وَحَضْرَةِ رُوْحِ … رَحِمَهُمُ اللهُ وَغَفَرَهُمْ، الْفَاتِحَةُ
Latin: Tsumma ilâ jamî‘i ahlil-qubûri mimman dzukirot asmâ’uhu fi hâdzihir risâlati, ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, wa ḫadlrati rûhi…, roḫimahumullâhu wa ghafarahum, al-fâtiḫah
Artinya: Kemudian kepada semua ahli kubur, yang namanya disebutkan dalam risalah ini. Kepada…, dan kepada…, dan kepada…. Semoga Allah Swt. merahmati dan mengampuni mereka. Bacaan Al-Fatihah ini kami tujukan kepada Allah Swt. dan pahalanya untuk mereka semua. Al-Fatihah.
Keutamaan dan Manfaat Membaca Tawasul
Tawasul memiliki berbagai keutamaan dan manfaat, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Berikut adalah keutamaan dan manfaat membaca tawasul.
1. Mendekatkan Diri kepada Allah Swt.
Tawasul adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dengan menggunakan perantara yang memiliki kemuliaan di sisi-Nya. Allah Swt. memerintahkan hamba-Nya untuk mencari wasilah agar lebih dekat kepada-Nya.
2. Doa Lebih Mudah Dikabulkan
Dengan bertawasul, doa yang dipanjatkan lebih memiliki keberkahan dan peluang dikabulkan oleh Allah Swt. semakin besar.
Dalam hadis, diceritakan bagaimana tiga orang yang terjebak dalam gua berdoa dengan menyebut amal saleh mereka, dan Allah Swt. mengabulkan doa mereka. (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Mendapat Syafaat dari Nabi Muhammad saw
Bertawasul kepada Rasulullah saw. merupakan bentuk penghormatan dan kecintaan kepada beliau.
Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah saw. memiliki syafaat bagi umatnya, terutama bagi mereka yang senantiasa bershalawat dan bertawasul kepada beliau.
4. Memperoleh Perlindungan dan Keselamatan dari Bala’
Tawasul dapat menjadi sarana perlindungan dari marabahaya, musibah, dan kesulitan hidup.
Dengan menyebut nama Allah Swt., amal saleh, atau orang-orang saleh, Allah Swt. dapat memberikan perlindungan dan jalan keluar dari setiap permasalahan.
5. Menambah Keberkahan dalam Hidup
Tawasul kepada Allah Swt. melalui perantara orang-orang yang saleh atau amal baik dapat membawa keberkahan dalam hidup, baik dalam urusan rezeki, kesehatan, maupun kebahagiaan.
6. Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Nabi dan Ulama
Dengan bertawasul kepada Nabi Muhammad saw. dan para wali Allah Swt., seseorang akan semakin mencintai dan menghormati mereka. Hal ini memperkuat hubungan spiritual dengan ajaran Islam yang dibawa oleh para kekasih Allah Swt.
7. Mendapat Kemudahan dalam Urusan Dunia dan Akhirat
Dalam banyak riwayat, orang-orang yang bertawasul mendapatkan kemudahan dalam berbagai urusan, baik dalam hal pekerjaan, keluarga, maupun urusan akhirat.
8. Menenangkan Hati dan Jiwa
Membaca tawasul dan berdoa dengan penuh keyakinan kepada Allah Swt. akan memberikan ketenangan batin dan menghilangkan kegelisahan.
Orang yang bertawasul merasa lebih optimis karena percaya bahwa Allah Swt. akan menolongnya.
9. Sebagai Bentuk Tawadhu’ (Kerendahan Hati) di Hadapan Allah Swt.
Bertawasul menunjukkan bahwa manusia adalah makhluk yang lemah dan membutuhkan perantara yang lebih dekat kepada Allah Swt. Ini mengajarkan nilai-nilai rendah hati dan tidak sombong dalam beribadah.
10. Menjadi Jalan untuk Mendapatkan Ampunan dari Allah Swt.
Banyak riwayat yang menyebutkan bahwa bertawasul dengan amal baik dan orang-orang yang saleh dapat menjadi sarana untuk memperoleh ampunan dari Allah Swt. atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Dengan membaca bacaan tawasul lengkap dengan artinya, seorang Muslim dapat lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt., memperbesar peluang dikabulkannya doa, serta memperoleh keberkahan dalam hidup.
Berbagai jenis tawasul, mulai dari menyebut Asmaul Husna, berdoa dengan amal saleh, hingga bertawasul melalui Nabi dan orang-orang saleh, dapat diamalkan sesuai dengan ajaran Islam.
Oleh karena itu, jadikan tawasul sebagai bagian dari doa dan ibadah kita agar semakin dekat dengan Allah Swt. serta mendapatkan limpahan rahmat dan keberkahan-Nya. (Dista)
Baca Juga: Urutan Surat Al-Qur'an beserta Jumlah Ayatnya
