Urutan Surat Al-Qur'an beserta Jumlah Ayatnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Urutan surat Al-Qur'an memiliki makna yang mendalam dan sering menjadi bahan kajian para ulama. Penting untuk dipahami bahwa setiap surat Al-Qur'an membawa pesan tertentu yang relevan dengan konteksnya.
Mengutip Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Salim Said Daulay, dkk., (2023: 473), Al-Qur’an adalah firman Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk dipahami isinya dan diingat selalu.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Urutan Surat Al-Qur’an
Meskipun tidak disusun berdasarkan urutan turunnya wahyu, tetapi penataan ini didasarkan pada petuntuk dari Nabi Muhammad saw. Berikut adalah urutan surat Al-Qur’an.
Al-Fatihah, terdiri 7 ayat
Al-Baqarah, terdiri 286 ayat
Ali ‘Imran, terdiri 200 ayat
An-Nisa’, terdiri 176 ayat
Al-Ma’idah, terdiri 120 ayat
Al-An’am, terdiri 165 ayat
Al-A’raf, terdiri 206 ayat
Al-Anfal, terdiri 75 ayat
At-Taubah, terdiri 129 ayat
Yunus, terdiri 109 ayat
Hud, terdiri 123 ayat
Yusuf, terdiri 111 ayat
Ar-Ra’d, terdiri 43 ayat
Ibrahim, terdiri 52 ayat
Al-Hijr, terdiri 99 ayat
An-Nahl, terdiri 128 ayat
Al-Isra’, terdiri 111 ayat
Al-Kahf, terdiri 110 ayat
Maryam, terdiri 98 ayat
Ta-Ha, terdiri 135 ayat
Al-Anbiya, terdiri 112 ayat
Al-Hajj, terdiri 78 ayat
Al-Mu’minun, terdiri 118 ayat
An-Nur, terdiri 64 ayat
Al-Furqan, terdiri 77 ayat
Asy-Syu’ara’, terdiri 227 ayat
An-Naml, terdiri 93 ayat
Al-Qasas, terdiri 88 ayat
Al-‘Ankabut, terdiri 69 ayat
Ar-Rum, terdiri 60 ayat
Luqman, terdiri 34 ayat
As-Sajdah, terdiri 30 ayat
Al-Ahzab, terdiri 73 ayat
Saba’, terdiri 54 ayat
Fatir, terdiri 45 ayat
Ya-Sin, terdiri 83 ayat
As-Saffat, terdiri 182 ayat
Sad, terdiri 88 ayat
Az-Zumar, terdiri 75 ayat
Ghafir, terdiri 85 ayat
Fussilat, terdiri 54 ayat
Asy-Syura, terdiri 53 ayat
Az-Zukhruf, terdiri 89 ayat
Ad-Dukhan, terdiri 59 ayat
Al-Jasiyah, terdiri 37 ayat
Al-Ahqaf, terdiri 35 ayat
Muhammad, terdiri 38 ayat
Al-Fath, terdiri 29 ayat
Al-Hujurat, terdiri 18 ayat
Qaf, terdiri 45 ayat
Az-Zariyat, terdiri 60 ayat
At-Tur, terdiri 49 ayat
An-Najm, terdiri 62 ayat
Al-Qamar, terdiri 55 ayat
Ar-Rahman, terdiri 78 ayat
Al-Waqi’ah, terdiri 96 ayat
Al-Hadid, terdiri 29 ayat
Al-Mujadilah, terdiri 22 ayat
Al-Hasyr, terdiri 24 ayat
Al-Mumtahanah, terdiri 13 ayat
As-Saff, terdiri 14 ayat
Al-Jumu’ah, terdiri 11 ayat
Al-Munafiqun, terdiri 11 ayat
At-Taghabun, terdiri 18 ayat
At-Talaq, terdiri 12 ayat
At-Tahrim, terdiri 12 ayat
Al-Mulk, terdiri 30 ayat
Al-Qalam, terdiri 52 ayat
Al-Haqqah, terdiri 52 ayat
Al-Ma’arij, terdiri 44 ayat
Nuh, terdiri 28 ayat
Al-Jin,terdiri 28 ayat
Al-Muzzammil, terdiri 20 ayat
Al-Muddassir, terdiri 56 ayat
Al-Qiyamah, terdiri 40 ayat
Al-Insan, terdiri 31 ayat
Al-Mursalat, terdiri 50 ayat
An-Naba’, terdiri 40 ayat
An-Nazi’at, terdiri 46 ayat
‘Abasa, terdiri 4 ayat
At-Takwir, terdiri 29 ayat
Al-Infitar, terdiri 19 ayat
Al-Muthaffifiin, terdiri 36 ayat
Al-Insyiqaq, terdiri 25ayat
Al-Buruj, terdiri 22 ayat
At-Tariq, terdiri 17 ayat
Al-A’la, terdiri 19 ayat
Al-Ghasyiyah, terdiri 26 ayat
Al-Fajr, terdiri 30 ayat
Al-Balad, terdiri 20 ayat
Asy-Syams, terdiri 15 ayat
Al-Lail, terdiri 21 ayat
Ad-Duha, terdiri 11 ayat
Al-Insyirah, terdiri 8 ayat
At-Tin, terdiri 8 ayat
Al-‘Alaq, terdiri 19 ayat
Al-Qadr, terdiri 5 ayat
Al-Bayyinah, terdiri 8 ayat
Az-Zalzalah, terdiri 8 ayat
Al-‘Adiyat, terdiri 11 ayat
Al-Qari’ah, terdiri 11 ayat
At-Takasur, terdiri 8 ayat
Al-‘Asr, terdiri 3 ayat
Al-Humazah, terdiri 9 ayat
Al-Fil, terdiri 5 ayat
Quraisy, terdiri 4 ayat
Al-Ma’un, terdiri 7 ayat
Al-Kausar, terdiri 3 ayat
Al-Kafirun, terdiri 6 ayat
An-Nasr, terdiri 3 ayat
Al-Lahab, terdiri 5 ayat
Al-Ikhlas, terdiri 4 ayat
Al-Falaq, terdiri 5 ayat
An-Nas, terdiri 6 ayat
Nama Lain Al-Qur’an
Al-Qur’an sebagai kitab suci memiliki banyak nama baik. Berikut adalah beberapa nama lain Al-Qur’an beserta artinya,
Al-Kitab, sesuai yang ditulis dalam firman Allah Swt. dalam Q.S Al-Kahfi ayat 1.
Al-Furqan, nama ini diambil karena Al-Qur’an menjadi pembeda antara yang hak dengan yang bathil, sesuai firman Allah Swt. dalam Q.S Al-Furqan ayat 1.
Adz-dzikra, nama ini diambil karena Al-Qur’an sebagai suatu peringatan yang datang dari Allah Swt, sesuai firman-Nya dalam Q.S Al-Hijr ayat 9.
Al-Hukmu, nama ini diambil karena berarti hukum atau peraturan seperti yang diketahui bahwa sumber hukum islam adalah Al-Qur’an, sesuai firman Allat Swt. dalam Q.S Ar-Ra’du ayat 37.
Surat Makiyah
Surat Makiyah adalah surat-surat yang turun sebelum Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah, yaitu ketika beliau berada di Makkah. Berikut adalah ciri-ciri surat Makkiyah.
Surat Makkiyah umumnya memiliki tanda sujud (assajadah) di akhir ayatnya, yang termasuk dalam kategori ayat sajadah yang disunahkan untuk dilakukan sujud jika membacanya.
Ayat-ayat dalam kategori Makkiyah sering ditemukan yang mengandung lafaz "kalla", dan umumnya terdapat pada bagian pertengahan atau akhir Al-Qur’an, yang disebutkan sebanyak 33 kali.
Sebagian besar ayat Makkiyah diawali dengan kalimat “ya ayyuhan nas”, kecuali dalam Surat Al-Hajj ayat 77 yang dimulai dengan “yaa ayyuhallzina amanu”.
Mayoritas ayat Makkiyah mengangkat tema tentang kisah para nabi, rasul, dan umat-umat terdahulu, kecuali dalam Surat Al-Baqarah.
Surat Makkiyah juga dapat dikenali melalui ayat yang diawali dengan huruf-huruf Munqathiah, seperti Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, dan Nun, di mana para ulama memiliki berbagai pendapat mengenai arti dari ayat-ayat tersebut.
Ayat-ayat Makkiyah umumnya berupa ayat yang pendek dan ringkas, kecuali Surat Al-Baqarah dan Ali Imran, dengan gaya bahasa yang sedikit tegas dan kuat untuk menegaskan makna ayat tersebut.
Ayat-ayat dalam kategori Makkiyah cenderung membahas pokok-pokok dakwah tentang keimanan, kehidupan akhirat, gambaran surga dan neraka, serta dakwah mengenai akhlak, kebajikan, dan moralitas. Juga terdapat sanggahan terhadap pemikiran kaum musyrikin.
Surat Madaniyah
Surat Madaniyah adalah surat-surat yang turun setelah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah. Perubahan tempat ini juga membawa perubahan besar dalam dinamika dakwah. Berikut adalah ciri-ciri surat Madaniyah.
Surat Madaniyah seringkali membahas tentang peperangan, kaum munafik, ahli kitab, serta ajakan untuk tidak berlebihan dalam beragama.
Secara umum, ayat-ayat Madaniyah berisi tentang hukum-hukum, seperti hukum pidana, warisan, hukum sipil, sosial, dan juga hukum internasional antar negara. Contohnya adalah hukum mengenai pencurian yang menghukum dengan pemotongan tangan.
Sebagian besar ayat Madaniyah berbentuk panjang dan memberikan penjelasan mendetail mengenai dalil-dalil yang berkaitan dengan hakikat-hakikat agama.
Kebanyakan surat Madaniyah dimulai dengan kalimat “ya ayyuhallazina amanu”, kecuali pada Surat Al-Baqarah ayat 21 dan 168, Surat An-Nisa’ ayat 132, 170, dan 175, Surat Al-Hajj ayat 1, serta Surat Al-Hujurat ayat 13, yang dimulai dengan “ya ayyuhan nas”.
Keutamaan Mengamalkan Al-Qur’an
Mengamalkan Al-Qur'an memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, baik di dunia maupun di akhirat. Berikut adalah beberapa keutamaan mengalamalkan Al-Qur’an.
1. Mendapatkan Pahala Besar
Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an membawa pahala. Keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala yang bisa diperoleh hanya dengan membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.
2. Al-Qur’an sebagai Syafaat di Hari Kiamat
Bagi orang yang mengamalkan dan membaca Al-Qur'an dengan penuh keikhlasan, Al-Qur'an akan menjadi pembela dan memberikan pertolongan pada hari yang penuh dengan kesulitan tersebut.
3. Mendatangkan Kedamaian Hati
Membaca dan memahami Al-Qur'an dapat mengatasi rasa cemas, gelisah, dan berbagai perasaan negatif lainnya. Al-Qur'an mengajarkan cara untuk mengelola emosi dan menghadapi tantangan hidup dengan sabar dan tawakal kepada Allah.
4. Meningkatkan Derajat dan Martabat
Al-Qur'an adalah sumber kebijaksanaan dan ilmu. Bagi siapa saja yang mengamalkan dan memahami ajaran Al-Qur'an akan mendapatkan penghormatan dan derajat tinggi di dunia maupun di akhirat.
5. Menjadi Cahaya Kehidupan
Mengamalkan Al-Qur'an berarti mengikuti petunjuk hidup yang terang benderang, yang tidak hanya menyinari kehidupan pribadi tetapi juga dapat memberi manfaat bagi orang lain di sekitar. Dengan mengikuti petunjuk Al-Qur'an, seseorang akan terhindar dari kesesatan dan dapat mencapai kebahagiaan hakiki.
6. Sebagai Penawat dan Penyembuh
Bacaan Al-Qur'an dapat memberikan efek penyembuhan, baik itu dalam bentuk penguatan iman maupun sebagai terapi bagi yang sedang mengalami masalah fisik maupun psikologis.
Demikianlah urutan surat Al-Qur’an. Setiap surat, dengan urutannya, memancarkan kedalaman makna yang dapat memberikan petunjuk hidup, membimbing umat dalam beriman, dan menghadapi berbagai aspek kehidupan. (Nabila)
Baca Juga: 5 Doa agar Sakit Cepat Sembuh: Arab, Latin, dan Artinya
