Konten dari Pengguna

Urutan Surat Al-Qur'an beserta Jumlah Ayatnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Urutan Surat Al-Qur'an. Foto: Unsplash/Ali Burhan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Urutan Surat Al-Qur'an. Foto: Unsplash/Ali Burhan

Urutan surat Al-Qur'an memiliki makna yang mendalam dan sering menjadi bahan kajian para ulama. Penting untuk dipahami bahwa setiap surat Al-Qur'an membawa pesan tertentu yang relevan dengan konteksnya.

Mengutip Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, Salim Said Daulay, dkk., (2023: 473), Al-Qur’an adalah firman Allah Swt. yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw untuk dipahami isinya dan diingat selalu.

Daftar isi

Urutan Surat Al-Qur’an

Ilustrasi Urutan Surat Al-Qur'an. Foto: Unsplash/GR Stock

Meskipun tidak disusun berdasarkan urutan turunnya wahyu, tetapi penataan ini didasarkan pada petuntuk dari Nabi Muhammad saw. Berikut adalah urutan surat Al-Qur’an.

  1. Al-Fatihah, terdiri 7 ayat

  2. Al-Baqarah, terdiri 286 ayat

  3. Ali ‘Imran, terdiri 200 ayat

  4. An-Nisa’, terdiri 176 ayat

  5. Al-Ma’idah, terdiri 120 ayat

  6. Al-An’am, terdiri 165 ayat

  7. Al-A’raf, terdiri 206 ayat

  8. Al-Anfal, terdiri 75 ayat

  9. At-Taubah, terdiri 129 ayat

  10. Yunus, terdiri 109 ayat

  11. Hud, terdiri 123 ayat

  12. Yusuf, terdiri 111 ayat

  13. Ar-Ra’d, terdiri 43 ayat

  14. Ibrahim, terdiri 52 ayat

  15. Al-Hijr, terdiri 99 ayat

  16. An-Nahl, terdiri 128 ayat

  17. Al-Isra’, terdiri 111 ayat

  18. Al-Kahf, terdiri 110 ayat

  19. Maryam, terdiri 98 ayat

  20. Ta-Ha, terdiri 135 ayat

  21. Al-Anbiya, terdiri 112 ayat

  22. Al-Hajj, terdiri 78 ayat

  23. Al-Mu’minun, terdiri 118 ayat

  24. An-Nur, terdiri 64 ayat

  25. Al-Furqan, terdiri 77 ayat

  26. Asy-Syu’ara’, terdiri 227 ayat

  27. An-Naml, terdiri 93 ayat

  28. Al-Qasas, terdiri 88 ayat

  29. Al-‘Ankabut, terdiri 69 ayat

  30. Ar-Rum, terdiri 60 ayat

  31. Luqman, terdiri 34 ayat

  32. As-Sajdah, terdiri 30 ayat

  33. Al-Ahzab, terdiri 73 ayat

  34. Saba’, terdiri 54 ayat

  35. Fatir, terdiri 45 ayat

  36. Ya-Sin, terdiri 83 ayat

  37. As-Saffat, terdiri 182 ayat

  38. Sad, terdiri 88 ayat

  39. Az-Zumar, terdiri 75 ayat

  40. Ghafir, terdiri 85 ayat

  41. Fussilat, terdiri 54 ayat

  42. Asy-Syura, terdiri 53 ayat

  43. Az-Zukhruf, terdiri 89 ayat

  44. Ad-Dukhan, terdiri 59 ayat

  45. Al-Jasiyah, terdiri 37 ayat

  46. Al-Ahqaf, terdiri 35 ayat

  47. Muhammad, terdiri 38 ayat

  48. Al-Fath, terdiri 29 ayat

  49. Al-Hujurat, terdiri 18 ayat

  50. Qaf, terdiri 45 ayat

  51. Az-Zariyat, terdiri 60 ayat

  52. At-Tur, terdiri 49 ayat

  53. An-Najm, terdiri 62 ayat

  54. Al-Qamar, terdiri 55 ayat

  55. Ar-Rahman, terdiri 78 ayat

  56. Al-Waqi’ah, terdiri 96 ayat

  57. Al-Hadid, terdiri 29 ayat

  58. Al-Mujadilah, terdiri 22 ayat

  59. Al-Hasyr, terdiri 24 ayat

  60. Al-Mumtahanah, terdiri 13 ayat

  61. As-Saff, terdiri 14 ayat

  62. Al-Jumu’ah, terdiri 11 ayat

  63. Al-Munafiqun, terdiri 11 ayat

  64. At-Taghabun, terdiri 18 ayat

  65. At-Talaq, terdiri 12 ayat

  66. At-Tahrim, terdiri 12 ayat

  67. Al-Mulk, terdiri 30 ayat

  68. Al-Qalam, terdiri 52 ayat

  69. Al-Haqqah, terdiri 52 ayat

  70. Al-Ma’arij, terdiri 44 ayat

  71. Nuh, terdiri 28 ayat

  72. Al-Jin,terdiri 28 ayat

  73. Al-Muzzammil, terdiri 20 ayat

  74. Al-Muddassir, terdiri 56 ayat

  75. Al-Qiyamah, terdiri 40 ayat

  76. Al-Insan, terdiri 31 ayat

  77. Al-Mursalat, terdiri 50 ayat

  78. An-Naba’, terdiri 40 ayat

  79. An-Nazi’at, terdiri 46 ayat

  80. ‘Abasa, terdiri 4 ayat

  81. At-Takwir, terdiri 29 ayat

  82. Al-Infitar, terdiri 19 ayat

  83. Al-Muthaffifiin, terdiri 36 ayat

  84. Al-Insyiqaq, terdiri 25ayat

  85. Al-Buruj, terdiri 22 ayat

  86. At-Tariq, terdiri 17 ayat

  87. Al-A’la, terdiri 19 ayat

  88. Al-Ghasyiyah, terdiri 26 ayat

  89. Al-Fajr, terdiri 30 ayat

  90. Al-Balad, terdiri 20 ayat

  91. Asy-Syams, terdiri 15 ayat

  92. Al-Lail, terdiri 21 ayat

  93. Ad-Duha, terdiri 11 ayat

  94. Al-Insyirah, terdiri 8 ayat

  95. At-Tin, terdiri 8 ayat

  96. Al-‘Alaq, terdiri 19 ayat

  97. Al-Qadr, terdiri 5 ayat

  98. Al-Bayyinah, terdiri 8 ayat

  99. Az-Zalzalah, terdiri 8 ayat

  100. Al-‘Adiyat, terdiri 11 ayat

  101. Al-Qari’ah, terdiri 11 ayat

  102. At-Takasur, terdiri 8 ayat

  103. Al-‘Asr, terdiri 3 ayat

  104. Al-Humazah, terdiri 9 ayat

  105. Al-Fil, terdiri 5 ayat

  106. Quraisy, terdiri 4 ayat

  107. Al-Ma’un, terdiri 7 ayat

  108. Al-Kausar, terdiri 3 ayat

  109. Al-Kafirun, terdiri 6 ayat

  110. An-Nasr, terdiri 3 ayat

  111. Al-Lahab, terdiri 5 ayat

  112. Al-Ikhlas, terdiri 4 ayat

  113. Al-Falaq, terdiri 5 ayat

  114. An-Nas, terdiri 6 ayat

Nama Lain Al-Qur’an

Ilustrasi Urutan Surat Al-Qur'an. Foto: Unsplash/Rachid Oucharia

Al-Qur’an sebagai kitab suci memiliki banyak nama baik. Berikut adalah beberapa nama lain Al-Qur’an beserta artinya,

  1. Al-Kitab, sesuai yang ditulis dalam firman Allah Swt. dalam Q.S Al-Kahfi ayat 1.

  2. Al-Furqan, nama ini diambil karena Al-Qur’an menjadi pembeda antara yang hak dengan yang bathil, sesuai firman Allah Swt. dalam Q.S Al-Furqan ayat 1.

  3. Adz-dzikra, nama ini diambil karena Al-Qur’an sebagai suatu peringatan yang datang dari Allah Swt, sesuai firman-Nya dalam Q.S Al-Hijr ayat 9.

  4. Al-Hukmu, nama ini diambil karena berarti hukum atau peraturan seperti yang diketahui bahwa sumber hukum islam adalah Al-Qur’an, sesuai firman Allat Swt. dalam Q.S Ar-Ra’du ayat 37.

Surat Makiyah

Ilustrasi Urutan Surat Al-Qur'an. Foto: Unsplash/GR Stocks

Surat Makiyah adalah surat-surat yang turun sebelum Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah, yaitu ketika beliau berada di Makkah. Berikut adalah ciri-ciri surat Makkiyah.

  1. Surat Makkiyah umumnya memiliki tanda sujud (assajadah) di akhir ayatnya, yang termasuk dalam kategori ayat sajadah yang disunahkan untuk dilakukan sujud jika membacanya.

  2. Ayat-ayat dalam kategori Makkiyah sering ditemukan yang mengandung lafaz "kalla", dan umumnya terdapat pada bagian pertengahan atau akhir Al-Qur’an, yang disebutkan sebanyak 33 kali.

  3. Sebagian besar ayat Makkiyah diawali dengan kalimat “ya ayyuhan nas”, kecuali dalam Surat Al-Hajj ayat 77 yang dimulai dengan “yaa ayyuhallzina amanu”.

  4. Mayoritas ayat Makkiyah mengangkat tema tentang kisah para nabi, rasul, dan umat-umat terdahulu, kecuali dalam Surat Al-Baqarah.

  5. Surat Makkiyah juga dapat dikenali melalui ayat yang diawali dengan huruf-huruf Munqathiah, seperti Alif Lam Mim, Alif Lam Ra, dan Nun, di mana para ulama memiliki berbagai pendapat mengenai arti dari ayat-ayat tersebut.

  6. Ayat-ayat Makkiyah umumnya berupa ayat yang pendek dan ringkas, kecuali Surat Al-Baqarah dan Ali Imran, dengan gaya bahasa yang sedikit tegas dan kuat untuk menegaskan makna ayat tersebut.

  7. Ayat-ayat dalam kategori Makkiyah cenderung membahas pokok-pokok dakwah tentang keimanan, kehidupan akhirat, gambaran surga dan neraka, serta dakwah mengenai akhlak, kebajikan, dan moralitas. Juga terdapat sanggahan terhadap pemikiran kaum musyrikin.

Surat Madaniyah

Ilustrasi Urutan Surat Al-Qur'an. Foto: Unsplash/Su Nyoto

Surat Madaniyah adalah surat-surat yang turun setelah Nabi Muhammad Saw hijrah ke Madinah. Perubahan tempat ini juga membawa perubahan besar dalam dinamika dakwah. Berikut adalah ciri-ciri surat Madaniyah.

  1. Surat Madaniyah seringkali membahas tentang peperangan, kaum munafik, ahli kitab, serta ajakan untuk tidak berlebihan dalam beragama.

  2. Secara umum, ayat-ayat Madaniyah berisi tentang hukum-hukum, seperti hukum pidana, warisan, hukum sipil, sosial, dan juga hukum internasional antar negara. Contohnya adalah hukum mengenai pencurian yang menghukum dengan pemotongan tangan.

  3. Sebagian besar ayat Madaniyah berbentuk panjang dan memberikan penjelasan mendetail mengenai dalil-dalil yang berkaitan dengan hakikat-hakikat agama.

  4. Kebanyakan surat Madaniyah dimulai dengan kalimat “ya ayyuhallazina amanu”, kecuali pada Surat Al-Baqarah ayat 21 dan 168, Surat An-Nisa’ ayat 132, 170, dan 175, Surat Al-Hajj ayat 1, serta Surat Al-Hujurat ayat 13, yang dimulai dengan “ya ayyuhan nas”.

Keutamaan Mengamalkan Al-Qur’an

Ilustrasi Urutan Surat Al-Qur'an. Foto: Unsplash/Syed Aoun Abbas

Mengamalkan Al-Qur'an memiliki banyak keutamaan yang luar biasa, baik di dunia maupun di akhirat. Berikut adalah beberapa keutamaan mengalamalkan Al-Qur’an.

1. Mendapatkan Pahala Besar

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an membawa pahala. Keutamaan ini menunjukkan betapa besar pahala yang bisa diperoleh hanya dengan membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.

2. Al-Qur’an sebagai Syafaat di Hari Kiamat

Bagi orang yang mengamalkan dan membaca Al-Qur'an dengan penuh keikhlasan, Al-Qur'an akan menjadi pembela dan memberikan pertolongan pada hari yang penuh dengan kesulitan tersebut.

3. Mendatangkan Kedamaian Hati

Membaca dan memahami Al-Qur'an dapat mengatasi rasa cemas, gelisah, dan berbagai perasaan negatif lainnya. Al-Qur'an mengajarkan cara untuk mengelola emosi dan menghadapi tantangan hidup dengan sabar dan tawakal kepada Allah.

4. Meningkatkan Derajat dan Martabat

Al-Qur'an adalah sumber kebijaksanaan dan ilmu. Bagi siapa saja yang mengamalkan dan memahami ajaran Al-Qur'an akan mendapatkan penghormatan dan derajat tinggi di dunia maupun di akhirat.

5. Menjadi Cahaya Kehidupan

Mengamalkan Al-Qur'an berarti mengikuti petunjuk hidup yang terang benderang, yang tidak hanya menyinari kehidupan pribadi tetapi juga dapat memberi manfaat bagi orang lain di sekitar. Dengan mengikuti petunjuk Al-Qur'an, seseorang akan terhindar dari kesesatan dan dapat mencapai kebahagiaan hakiki.

6. Sebagai Penawat dan Penyembuh

Bacaan Al-Qur'an dapat memberikan efek penyembuhan, baik itu dalam bentuk penguatan iman maupun sebagai terapi bagi yang sedang mengalami masalah fisik maupun psikologis.

Demikianlah urutan surat Al-Qur’an. Setiap surat, dengan urutannya, memancarkan kedalaman makna yang dapat memberikan petunjuk hidup, membimbing umat dalam beriman, dan menghadapi berbagai aspek kehidupan. (Nabila)

Baca Juga: 5 Doa agar Sakit Cepat Sembuh: Arab, Latin, dan Artinya