Bagaimana Kondisi Rakyat yang Mengalami Penjajahan?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan bangsa yang pernah dijajah selama berabad-abad lamanya oleh bangsa Eropa seperti Belanda, Portugis, Spanyol hingga Inggris.
Tidak hanya bangsa Eropa, tetapi juga negara Asia seperti Jepang juga pernah menjajah Indonesia selama kurang lebih 3,5 tahun.
Karena dijajah selama berabad-abad oleh bangsa lain, lantas bagaimana kondisi rakyat yang mengalami penjajahan? Untuk menjawab pertanyaan ini, ayo simak penjelasan di bawah ini.
Bagaimana Kondisi Rakyat yang Mengalami Penjajahan?
Rakyat tentunya merasakan pengaruh akibat penjajahan bangsa-bangsa lain selama beberapa abad. Berikut beberapa gambaran kondisi rakyat ketika penjajahan berdasarkan zamannya:
Masa Penjajahan Belanda
Belanda adalah bangsa yang paling lama menjajah Indonesia. Bangsa ini menguasai nusantara selama lebih dari 300 tahun.
Dalam kurun waktu tersebut, tentu para koloni Belanda memberikan pengaruh terhadap kondisi rakyat ketika penjajahan berlangsung.
Tujuan awal dari bangsa Belanda masuk Indonesia adalah untuk menghindari monopoli perdagangan Portugis yang sebelumnya berhasil menguasai Indonesia terlebih dahulu.
Koloni Belanda membangun kompeni atau perusahaan yang diberi nama Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC) pada tanggal 20 Maret 1602.
Mengutip dari buku Sejarah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, awalnya VOC berjalan dengan semestinya dan tidak merugikan penduduk Indonesia.
Namun, setelah berhasil mengusir Portugis, VOC mulai bertindak semena-mena terhadap rakyat Indonesia, seperti:
Merebut pasaran produksi pertanian, biasanya dengan memaksakan monopoli, seperti monopoli rempah-rempah di Maluku.
Tidak ikut aktif secara langsung dalam kegiatan produksi hasil pertanian.
Cara memproduksi hasil pertanian dibiarkan berada di tangan kaum Pribumi, tetapi yang penting VOC dapat memperoleh hasil-hasil pertanian itu dengan mudah, sekalipun harus dengan paksaan.
VOC menduduki tempat-tempat yang strategis.
VOC melakukan campur tangan terhadap kerajaan-kerajaan di Nusantara, terutama menyangkut usaha pengumpulan hasil bumi dan pelaksanaan monopoli. Dalam kaitan ini VOC memiliki daya tawar yang kuat, sehingga dapat menentukan harga
Lembaga-lembaga pemerintahan tradisional/kerajaan masih tetap dipertahankan dengan harapan bisa diperalat
Akibat dari keenam hal ini, rakyat semakin menderita di bawah kekangan dan kekuasaan bangsa Belanda. Bahkan, dalam struktur sosial, orang-orang pribumi (penduduk asli Indonesia) diperbudak oleh bangsa Belanda.
Rakyat Indonesia juga mengalami kesulitan dalam mengakses berbagai hal seperti pendidikan dan sebagainya. Oleh karena itu, lahirlah pergerakan dan perlawanan dari berbagai daerah di Indonesia untuk mengusir Belanda.
Masa Penjajahan Jepang
Setelah bangsa Belanda berhasil keluar dari Indonesia, Jepang merupakan negara selanjutnya yang melakukan penjajahan di Indonesia.
Meski hanya dalam kurun waktu 3 tahun, yakni mulai dari 1942 hingga 1945, Jepang memberikan pengaruh terhadap rakyat Indonesia.
Berikut beberapa kebijakan dan perlakuan negara Jepang kepada rakyat Indonesia pada masa penjajahan.
1. Romusha atau kerja paksa
Jepang mengirimkan banyak warga laki-laki pribumi ke Burma (Myanmar) untuk melakukan pekerjaan pembangunan dan banyak pekerjaan berat lainnya dalam kondisi-kondisi yang sangat buruk.
Bahkan beberapa ribuan pribumi mati dan hilang karena perlakuan kerja paksa ini.
2. Pengambilan Paksa
Negara Jepang terkhusus militernya melakukan perampokan atau pengambilan secara paksa makanan, pakaian dan berbagai pasokan lainnya dari keluarga-keluarga Indonesia, tanpa memberikan ganti rugi.
Hal ini menyebabkan kelaparan dan penderitaan yang mendalam bagi rakyat Indonesia semasa perang.
3. Perbudakan Paksa Perempuan
Salah satu perlakuan negara Jepang terhadap rakyat Indonesia adalah memperbudak banyak perempuan Indonesia menjadi "wanita penghibur" bagi pria-pria Jepang.
Tak menerima perlakuan semena-mena ini, akhirnya para cendekiawan serta pemuda di Indonesia mulai melakukan perlawanan. Hingga akhirnya, pada tahun 1945, dua wilayah di Jepang dibom oleh sekutu yang menyebabkan Jepang menyerah.
Pada saat itu terjadi kekosongan dalam kekuasaan dan para pejuang kemerdekaan pun mengambil kesempatan tersebut untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
(SAI)
