Konten dari Pengguna

Bagaimana Reaksi Masyarakat terhadap Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia?

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi keadaan pasca perlawanan Indonesia terhadap Bangsa Portugis. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi keadaan pasca perlawanan Indonesia terhadap Bangsa Portugis. Foto: Pixabay

Kedatangan Bangsa Eropa di berbagai wilayah Indonesia mengundang beragam reaksi. Ada yang mau menerima dan bekerja sama, ada pula yang mengadakan perlawanan.

Salah satu Bangsa Eropa yang mendapat reaksi perlawanan dari masyarakat Indonesia adalah Portugis. Portugis merupakan Bangsa Eropa pertama yang telah menanamkan kekuasaan di kawasan Malaka dan Maluku.

Berdasarkan buku Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Kelas 8 karya Nana Supriatna (2010: 66), di bawah pimpinan Alfonso D’Albuquerqee, Bangsa portugis meluaskan pengaruh dan perdagangannya ke berbagai wilayah di Indonesia. Alfonso mengirim pasukannya ke Aceh, kemudian menuju Maluku.

Tidak ketinggalan, Bangsa Portugis memperkuat kedudukannya dengan menguasai kegiatan perdagangan rempah-rempah di Maluku. Dominasi perdagangan ini sangat merugikan rakyat Indonesia, terutama daerah Malaka dan Maluku.

Akibat perlakuan Bangsa Portugis yang semena-mena, Bangsa Indonesia memutuskan mengadakan perlawanan. Perlawanan ini juga dilatarbelakangi untuk mengusir penjajah Eropa.

Lantas bagaimana jalannya perlawanan yang menjadi reaksi masyarakat terhadap kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini yang dirangkum beberapa sumber.

Perlawanan dilakukan masyarakat Indonesia diberbagai pulau. Foto: Pixabay

Reaksi Masyarakat Terhadap Kedatangan Bangsa Portugis di Indonesia

Mengutip buku Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VIII oleh Sugiharsono dkk, (2008: 58) perlawanan terhadap Bangsa Portugis di antaranya adalah perlawanan Ternate, perlawanan Demak, dan perlawanan Aceh.

1. Perlawanan Kesultanan Ternate

Perlawanan rakyat Maluku terhadap Bangsa Portugis dipimpin oleh Sultah Hairun dan Sultan Baabullah. Perlawanan ini terjadi pada tahun 1575. Penyebabnya, rakyat Maluku tidak suka dengan kedatangan pedagang Portugis yang ingin menguasai rempah-rempah.

Melihat tanda-tanda bahwa Bangsa Portugis ingin memonopoli perdagangan, perlawanan mulai dilakukan sejak 1572. Namun, perlawanan yang dilakukan rakyat Maluku ini mengalami kegagalan. Hal itu disebabkan peralatan perang Bangsa Portugis lebih lengkap, serta tidak adanya kerja sama di antara pasukan kerajaan Maluku.

2. Perlawanan Kesultanan Demak

Ini terjadi akibat dominasi Portugis di Malaka telah mendesak dan merugikan kegiatan perdagangan orang-orang Islam. Oleh karena itu, Sultan Demak, Raden Patah mengirim pasukannya di bawah Pati Unus untuk membantu menyerang Portugis di Malaka.

Pati Unus melancarkan serangannya pada tahun 1512-1513. Serangan ini belum berhasil. Kemudian pada tahun 1527, tentara Demak kembali melancarkan serangan terhadap Portugis yang mulai menanamkan pengaruhnya di Sunda Kelapa.

Di bawah pimpinan Fatahillah, tentara Demak berhasil mengusir Portugis dari Sunda Kelapa. Nama Sunda Kelapa kemudian diubah menjadi Jayakarta.

3. Perlawanan Kesultanan Aceh

Sebagaimana telah disebutkan, setelah menguasai Malaka, Portugis kemudian mengirimkan pasukannya untuk menundukkan Aceh. Usaha ini pun mengalami kegagalan.

Serangan Portugis ke Aceh menunjukkan bahwa kekuasaan Portugis di Malaka telah mengancam dan merugikan Aceh. Apalagi kegiatan monopoli perdagangannya yang sangat menyulitkan rakyat Aceh. Untuk mengusir Portugis dari Malaka, Aceh kemudian menyerang kedudukan Portugis di Malaka.

Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1639), armada kekuatan Aceh telah disiapkan untuk menyerang kedudukan Portugis di Malaka.

Saat itu, Aceh telah memiliki armada laut yang mampu mengangkut 800 prajurit. Bahkan, wilayah Kerajaan Aceh telah sampai di Sumatera Timur dan Sumatera Barat.

Tahun 1629, Aceh mencoba menaklukkan Portugis. Penyerangan yang dilakukan Aceh ini belum berhasil mendapat kemenangan. Meskipun begitu, Aceh tetap berdiri sebagai kerajaan yang merdeka.

(VIO)

Frequently Asked Question Section

Daerah apa saja yang melakukan perlawanan ke Bangsa Portugis?

chevron-down

Perlawanan terhadap Bangsa Portugis di antaranya adalah perlawanan Ternate, perlawanan Demak, dan perlawanan Aceh.

Siapa pemimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap Portugis?

chevron-down

Perlawanan rakyat Maluku terhadap Bangsa Portugis dipimpin oleh Sultah Hairun dan Sultan Baabullah.

Apa alasan di balik perlawanan Kesultanan Demak terhadap Portugis?

chevron-down

Ini terjadi akibat dominasi Portugis di Malaka telah mendesak dan merugikan kegiatan perdagangan orang-orang Islam.