Bagaimana Tahapan Metamorfosis Sempurna yang Dialami Serangga?

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa hewan mengalami metamorfosis saat berada pada fase pertumbuhan dan perkembangan. Metamorfosis adalah perubahan bentuk tubuh yang dialami hewan dari tahap larva hingga mencapai fase dewasa.
Dari sekian banyak jenis-jenis hewan, serangga adalah salah satu hewan yang mengalami metamorfosis. Saat terjadi proses metamorfosis, terjadi pergantian kulit yang disebut dengan molting.
Serangga biasanya mengalami empat kali molting. Saat proses berlangsung, terjadi pembentukan kulit baru dan membentuk alat-alat tubuh yang diperlukan menjelang memasuki fase dewasa.
Beberapa serangga seperti kupu-kupu, lalat, nyamuk, lebah, dan kumbang, antara bentuk larva dan fase dewasanya tidak memiliki kemiripan. Sementara itu, serangga seperti belalang, kecoa, dan jangkrik, bentuk larvanya mirip dengan fase dewasanya.
Berdasarkan prosesnya, metamorfosis pada serangga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna. Lantas, apa yang dimaksud dengan metamorfosis sempurna? Simak penjelasannya berikut ini.
Metamorfosis Sempurna
Merangkum dalam buku Ilmu Pengetahuan Alam SMP Kelas VIII oleh Wasis dan Sugeng Yuli (2008: 16), metamorfosis sempurna ditandai dengan adanya fase yang disebut pupa atau kepompong. Bentuk larva akan jauh berbeda dengan serangga dewasa.
Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna memiliki perubahan bentuk yang mencolok pada tiap tahapnya. Pada serangga, tahapannya adalah telur – larva (ulat) – pupa (kepompong) – imago (dewasa).
Telur menetas menjadi larva. Larva umumnya mengalami molting sebanyak empat kali sehingga terbentuk larva stadium satu hingga larva stadium empat. Saat berada pada fase larva, umumnya serangga akan aktif makan.
Larva kemudian mengalami perubahan menjadi kepompong. Larva ada yang langsung membuat pupa, akan tetapi ada juga yang lebih dulu membuat pelindung dari daun yang dilipat, tanah, pasir yang halus, sayatan kayu yang halus, atau bahan lainnya.
Tempat perlindungan di sekeliling pupa disebut kepompong atau kokon. Pada tahap pupa, serangga tidak akan aktif makan (puasa) walaupun proses metabolisme tetap berlangsung. Setelah melewati tahap pupa, serangga akan menjadi dewasa (imago).
Pada bentuk dewasa (imago) telah terjadi perkembangan organ reproduksi, sehingga serangga sudah memiliki kemampuan reproduksi. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu.
Metamorfosis Kupu-Kupu
Dikutip dalam buku Seri Sains Daur Hidup Makhluk Hidup karya Khamim, S.Pd (2019: 10), metamorfosis kupu-kupu tahap pertama adalah dalam bentuk telur. Telur tersebut akan menetas menjadi larva (ulat), ulat tersebut akan berubah bentuknya menjadi panjang.
Ulat tersebut nantinya akan menempel pada pohon atau dedaunan, hingga berbentuk menjadi kepompong. Setelah beberapa lama, dari kepompong tersebut akan keluar seekor kupu-kupu yang masih muda dan lambat laun berubah menjadi kupu-kupu dewasa.
Kupu-kupu akan berjemur di bawah sinar matahari sebelum terbang. Biasanya kupu-kupu terbang pada siang hari. Sebagian besar kupu-kupu memakan madu yang dihisapnya dari bunga-bunga. Ketika ia merasa terancam oleh bahaya hewan lain, ia berusaha sembunyi dengan membentuk sayapnya seperti daun.
(VIO)
