Konten dari Pengguna

Begini Cara Menjadi Dropshipper bagi Para Pemula

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi menjadi dropshipper. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi menjadi dropshipper. Foto: Freepik

Beberapa pebisnis menganggap bahwa menjadi dropshipper merupakan salah satu cara paling efektif dalam mencari uang di internet. Karena itu, tak sedikit orang, khususnya mereka yang baru mau memulai usaha, mulai mempelajari bisnis dropship dan cara menjadi dropshipper.

Hanya dengan bermodalkan smartphone dan koneksi internet, seorang dropshipper bisa mendapatkan penghasilan sama seperti para pebisnis bermodal besar. Selain itu, dunia digital yang terus berkembang juga turut memberikan dampak baik pada sistem dropship.

Apa itu dropshipper? Bagaimana cara kerja dropshipper? Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, simak uraian artikel di bawah ini selengkapnya.

Apa Itu Dropshipper?

Mengutip buku Terbongkar Cara Gila Meledakkan Bisnis Online oleh Victa Etriany, dropship adalah salah satu sistem penjualan yang pada umumnya tanpa modal besar, cukup mengunggah produk yang dijual, ketika ada pesanan baru melakukan pemesanan ke penyuplai.

Tenaga kerja yang memasarkan produk dropship disebut sebagai dropshipper. Tugas utama dropshipper adalah menghubungkan produsen barang kepada konsumen. Jadi, dropshipper merupakan pihak ketiga dalam sistem bisnis ini.

Pada sistem dropship ini, seorang dropshipper tidak perlu menyetok barang serta membungkus atau mengirim produk. Karena itu, tidak heran jika sistem ini cukup digemari oleh pawa kawula muda dan ibu rumah tangga.

Cara Menjadi Dropshipper

Ilustrasi bisnis dropshipper. Foto: Freepik

Bisnis dropshipper adalah suatu metode di mana seseorang memasarkan produk dari supplier, lalu ada pembeli maka supplier akan mengirimkan barang tersebut langsung ke pembeli, tapi produknya dikirim atas nama online shop dropshipper.

Jika sudah memiliki toko online dan ingin menjadi dropshipper, caranya cukup dengan memasang foto produk dari supplier di toko online yang sudah dibuat tersebut. Namun, jika belum punya toko online, dropshipper bisa memanfaatkan situs jual beli online, seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan lainnya.

Selain itu, ada juga beberapa hal lain yang perlu diperhatikan apabila ingin menjadi dropshipper. Di antaranya adalah sebagaimana telah dijabarkan dalam buku 88 Cara Inspiratif Cari Uang di Internet oleh Jefferly Helianthusonfri, berikut ini:

1. Jual produk yang diminati

Usahakan memilih produk yang memang diminati. Sebab, memasarkan produk yang diminati akan membuat dropshipper lebih semangat dalam mencari tahu seluk beluk produk tersebut.

2. Pilih supplier yang terpercaya

Lakukan riset pada beberapa supplier untuk memastikan bahwa reputasi dan kualitas produk yang dijual oleh supplier itu baik. Kemampuan menyaring dan menentukan kualitas suatu produk jadi skill mutlak yang harus dimiliki dropshipper. Ingatlah bahwa reputasi sangat penting dalam berbisnis.

3.Cobalah pakai atau miliki produk yang dipasarkan

Hal ini bertujuan untuk mengetahui lebih banyak mengenai produk tersebut. Karena tidak jarang calon pembeli akan menanyakan hal-hal detail dari produk sebelum membeli. Selain itu, juga untuk mengantisipasi apakah ada masalah atau tidak terkait produk tersebut.

4. Bangun brand pada toko online

Selain membuka toko, ada baiknya juga membangun brand sebagai identitas toko tersebut. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh dropshipper yang ingin membuat brand pada toko online, yakni:

  • Nama brand. Pikirkanlah nama brand yang nantinya akan menjadi identitas untuk toko dropshipper. Pastikan nama brand mewakili produk yang dijual di toko tersebut.

  • Membuat logo. Selain nama brand, logo juga merupakan identitas toko yang dapat menggambarkan jenis toko tersebut. Umumya, logo berupa gambaran visi dan misi serta filosofi dari toko tersebut.

  • Membranding toko online. Caranya adalah dengan menentukan beragam konten yang akan diunggah di sosial media. Karena selain produk, konten juga menjadi hal penting untuk diunggah agar konsumen tidak bosan dengan unggahan jualan saja. Tentukan juga pula pola warna, gaya bahasa, font dan lainnya.

5. Catat transaksi

Pencatatan transaksi merupakan hal penting penting bagi dropshipper. Melakukan pencatatan transaksi menjadi salah satu kunci kesuksesan usaha, terlebih jualan online tanpa modal.

Keuntungan Menjadi Dropshipper

Ilustrasi keuntungan menjadi dropshipper. Foto: Freepik

Menukil buku Terbongkar Cara Gila Meledakkan Bisnis Online: Lewat 9 Jalan Pintas oleh Victa Etriany, berikut beberapa keuntungan menjadi dropshipper:

  1. Tidak perlu stok barang, sudah bisa berjualan;

  2. Mudah mendapatkan foto produk karena sudah disediakan oleh penyuplai;

  3. Praktis tanpa memikirkan membungkus dan mengirimkan paket;

  4. Efisien karena dapat dilakukan pada waktu senggang

  5. Hemat karena bermodalkan smartphone berkuota internet sudah dapat memulai usaha.

Perbedaan Dropshipper dan Reseller

Selain dropshipper, ada pula bisnis dengan sistem dropshipper. Meski sepintas mempunyai pengertian yang sama, akan tetapi terdapat pula perbedaan antara dropshipper dan reseller.

Menghimpun buku Step By Step Bisnis Dropshipping & Reseller karya Ahmad Syafii, berikut ini perbedaan antara dropshipper dan reseller:

Dropshipper

  • Tidak perlu melakukan pembelian produk sebelumnya.

  • Promosi dengan bermodalkan daftar produk atau bahkan bisa langsung menjual produk supplier.

  • Mendapatkan media promosi berupa banner atau sejenisnya dengan gratis.

  • Pengiriman barang diatur oleh pihak supplier.

  • Tidak diberikan web replika hanya berupa banner promosi (tergantung model dropship yang diikuti).

Reseller

  • Harus membeli produk sebelumnya dengan ketentuan yang ada.

  • Promosi bisa dengan daftar produk dan dengan contoh produk yang sudah dibeli.

  • Mendapatkan media promosi atau sejenisnya dengan gratis dan ada kalanya berupa website (tergantung model reseller yang diikuti).

  • Pengiriman barang bisa dilakukan oleh pihak reseller sendiri.

  • Diberikan web replika sebagai website pribadi, namun pengelolaan dari pihak supplier (tergantung Reseller yang diikuti).

Pada intinya, baik dropshipper dan reseller mempunyai prinsip pemasaran baik secara mandiri maupun secara bersama. Dengan model prinsip seperti ini, pihak dropshipper dan reseller nantinya tidak akan dirugikan sama sekali karena semua sistem dikelola dan diatur oleh pihak supplier.

Sehingga hal yang menyangkut stok, harga, pengiriman tidak merepotkan. Untuk komisi dan pembagian persentase hasil penjualan produk, disarankan untuk melihat terlebih dahulu sistem yang ditawarkan oleh sang supplier.

(NDA)

Frequently Asked Question Section

Bagaimana menjadi dropshipper pemula?

chevron-down

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika ingin menjadi dropshipper, di antaranya jual produk yang diminati, pilih supplier terpercaya, coba produk yang akan dipasarkan, bangun brand pada toko online, dan catat transaksi.

Bagaimana cara kerja dropshipper?

chevron-down

Tugas utama dropshipper adalah menghubungkan produsen barang kepada konsumen. Jadi, dropshipper merupakan pihak ketiga dalam sistem bisnis ini.

Gimana cara kerja reseller?

chevron-down

Ciri-ciri reseller yang membedakannya dengan dropshipper adalah (1) harus membeli produk sebelumnya dengan ketentuan yang ada, (2) promosi bisa dengan daftar produk dan dengan contoh produk yang sudah dibeli, dan (3) pengiriman barang bisa dilakukan oleh pihak reseller sendiri.