Konten dari Pengguna

Bentuk Kata Penghubung dan Jenis Konjungsi Berdasarkan Fungsi

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ilustrasi kata penghubung. Foto: unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi kata penghubung. Foto: unsplash.com.

Daftar isi

Kata penghubung dalam penulisan bahasa Indonesia digunakan untuk menghubungkan dua klausa, kalimat, atau paragraf. Kata penghubung dikenal dengan istilah konjungsi. Fungsi dari kata ini, yakni menjaga kalimat dengan kalimat lainnya tetap saling berkaitan atau singkron.

Apabila pemilihan kata penghubung kurang tepat dan tidak sesuai dengan fungsinya, makna kata dari kalimat akan sulit dipahami. Selain itu, kalimat yang ditulis dalam satu paragraf tak akan menjadi kalimat yang padu.

Kata penghubung dalam bahasa Indonesia terdiri dari berbagai bentuk dan jenis. Simak penjelasannya lengkapnya dalam uraian berikut ini.

Bentuk Kata Penghubung

ilustrasi bentuk kata penghubung. Foto: unsplash.com.

Berdasarkan buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTS Kelas 9 terbitan Gramedia Widiasarana Indonesia, dalam bahasa Indonesia kata penghubung dikelompokkan menjadi dua, yakni kata penghubung intrakalimat dan kata penghubung antarkalimat.

1. Kata Penghubung Intrakalimat

Kata penghubung intrakalimat atau antar klausa adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan klausa induk dan klausa anak. Umumnya, kata konjungsi ini diletakkan di tengah-tengah kalimat.

Konjungsi ini ada yang harus diikuti tanda koma dan ada pula yang tidak. Dalam konjungsi intrakalimat terdapat dua jenis kata penghubung, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif. Berikut penjelasan lengkapnya.

a. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah kata penghubung antara dua atau lebih klausa yang mempunyai derajat yang sama. Contoh konjungsi koordinatif, yaitu dan, tetapi, atau, melainkan, padahal, lalu, kemudian, sedangkan. Contohnya:

  • Tiara pergi berlibur bersama Ana dan Ani.

  • Kamu memilih makan di luar atau di rumah?

  • Arini sudah belajar untuk ujian besok sedangkan Tio masih bermain kelereng.

  • Kak Ayu pergi ke toko tetapi ia lupa membawa dompet.

  • Orang yang memberi buku kepadaku ternyata bukan Tika melainkan Ruru.

  • Saat berbuka puasa saya makan buah terlebih dahulu kemudian makan nasi dan lauk pauk.

b. Konjungsi Subordinatif

Konjungsi subordinatif merupakan kata penghubung antara dua klausa atau lebih dengan status yang tidak sama. Konjungsi ini dibagi menjadi berbagai jenis berdasarkan fungsinya, meliputi:

  • Hubungan Waktu: sesudah, sebelum, sehabis, sehingga, selesai, sambil, selagi, sampai, sementara, ketika, setelah, sejak, tatkala, seraya, selama.

  • Hubungan Syarat: Jika, kalau, bila, manakala, jikalau, asal, asalkan.

  • Hubungan Pengandaian: andaikan, sekiranya, seandainya, seumpamanya.

  • Hubungan Tujuan: agar, supaya, biar

  • Hubungan Konsesif: biarpun, walaupun, walau, kendatipun, meskipun, sekalipun, sungguhpun.

  • Hubungan Pemiripan: Seakan-akan, sebagaimana, seperti, bagaikan, seolah-olah, sebagai, laksana.

  • Hubungan Penyebab: Sebab, karena, oleh karena.

  • Hubungan Akibat: Sehingga sampai-sampai, maka, makanya, karenanya, sampai.

  • Hubungan Penjelasan: bahwa

  • Hubungan Cara: melalui

2. Kata Penghubung Antarkalimat

Kata penghubung antarkalimat adalah konjungsi yang menghubungkan kalimat yang satu dengan kalimat lainnya. Konjungsi ini digunakan untuk menyatakan arti yang tidak sama atau berbeda.

Konjungsi antarkalimat diletakkan di awal kalimat atau setelah tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Berbeda dari jenis kata penghubung intrakalimat, jenis konjungsi ini harus diikuti tanda koma. Macam-macam konjungsi antarkalimat yaitu:

  • Biarpun demikian, biarpun begitu, sekalipun demikian, sekalipun demikian, sekalipun begitu, walaupun demikian, walaupun begitu.

  • Kemudian, setelah itu, sesudah itu, selanjutnya

  • Lagi pula, selain itu,

  • Sebaliknya

  • Malah, bahkan

  • Akan tetapi, tetapi, namun, kecuali itu

  • Dengan demikian

  • Oleh karena itu, oleh sebab itu

  • Sebelum itu

Baca Juga: 120 Contoh Konjungsi Penambahan beserta Pengertiannya

Macam-Macam Kata Penghubung

Ilustrasi macam-macam kata penghubung. Foto: unsplash.com.

Macam-macam kata penghubung dibedakan berdasarkan fungsi dari konjungsi tersebut. Dirangkum dari buku Bahasa Indonesia: Cara Mudah Menulis Karya Ilmiah oleh Ahsanul Anam, berikut macam-macam kata penghubung yang sering ditemukan di berbagai teks.

1. Konjungsi Aditif

Konjungsi aditif adalah konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan dua kata, klausa frasa, atau kalimat yang kedudukannya sederajat. Contoh kata penghubung aditif adalah dan, lagi pula, lagi, dan serta. Contoh kalimat konjungsi aditif, yaitu:

  • Ayah dan kakak akan ke Bandung minggu depan

  • Ibu sedang memasak dan ayah membaca koran.

2. Konjungsi Syarat (kondisional)

Konjungsi syarat adalah konjungsi yang menjelaskan bahwa suatu hal bisa terjadi ketika syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi. Kata konjungsi syarat adalah jika, jikalau, apabila, kalau, asalkan, bilamana. Contoh kalimatnya:

  • Aku akan datang jika diundang

  • Dia bisa melanjutkan pendidikan asalkan ada yang membiayai.

3. Konjungsi Tak Bersyarat

Konjungsi tak bersyarat adalah kata penghubung yang menjelaskan suatu hal dapat terjadi tanpa perlu adanya syarat-syarat yang harus dipenuhi. Kata yang menyatakan konjungsi tak bersyarat yaitu walaupun, meskipun, biarpun. Contohnya:

  • Rana tetap membeli baju itu walaupun tabungannya sudah hampir habis.

  • Dikta boleh pulang, meskipun tugasnya belum sepenuhnya selesai.

4. Konjungsi Perbandingan

Konjungsi perbandingan adalah kata penghubung yang fungsinya menghubungkan dua hal dengan cara membandingkan kedua hal tersebut.

Kata yang digunakan adalah sebagai, bagaikan, seakan-akan, ibarat, daripada, seperti, sebagaimana, bagai, umpama. Contoh kalimatnya:

  • Derry jauh lebih tinggi daripada Dio.

  • Dia menangis sambil menjerit, seakan-akan ditinggal sang kekasih selamanya.

  • Perasaanku sangat gundah gulana, seperti diombang-ambingkan di lautan.

5. Konjungsi Korelatif

Konjungsi korelatif adalah kata penghubung antara dua bagian kalimat yang mempunyai hubungan saling melengkapi.

Kata yang digunakan pada konjungsi korelatif, yaitu semakin, sedemikian rupa, kian, bertambah, tidak hanya, baik, dan maupun. Contoh kalimatnya:

  • Jangankan gaji, fasilitas penunjang pun tidak dipenuhi dengan baik oleh perusahaan itu.

  • Bahan-bahan itu dicampur dan diaduk sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah adonan yang kalis dan tercampur rata.

  • Aldi mengundurkan diri dari perusahaan itu dengan alasan yang tidak jelas, entah karena jenuh entah karena ingin mencari pengalaman baru.

6. Konjungsi Penegas

Konjungsi penegas adalah kata penghubung yang mempunyai fungsi untuk menegaskan atau meringkas bagian kalimat yang disebutkan sebelumnya.

Kata penghubung yang termasuk jenis konjungsi ini adalah bahkan, yaitu, umpama, apalagi, misalnya. Contoh kalimat:

  • Ibu pulang dari pasar dan membeli banyak barang, yaitu pisang, wortel, sawi, hingga daging ayam.

  • Ada berbagai jenis ponsel yang dijual di toko ini, misalnya Samsung, Oppo, Vivo, dan iPhone.

(IPT)