Konten dari Pengguna

Bentuk Pembelajaran yang Menerapkan CASEL di Kelas untuk Membangun Empati Siswa

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bentuk Pembelajaran yang Menerapkan CASEL di Kelas untuk Membangun Empati Siswa, Foto:Unsplash/Kenny Elason
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bentuk Pembelajaran yang Menerapkan CASEL di Kelas untuk Membangun Empati Siswa, Foto:Unsplash/Kenny Elason

Bagaimana bentuk pembelajaran yang menerapkan CASEL di kelas yang diampu? Pertanyaan ini menjadi semakin penting di tengah perubahan dunia pendidikan yang menuntut siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga cakap dalam memahami serta menghargai perasaan orang lain.

CASEL hadir sebagai kerangka pembelajaran yang membantu guru mengintegrasikan pengembangan aspek sosial dan emosional dalam kegiatan belajar sehari-hari.

Melalui pendekatan ini, guru tidak lagi hanya berfokus pada pencapaian nilai, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang lebih empatik, mampu mengelola emosi, serta memiliki hubungan sosial yang sehat dengan teman dan lingkungannya.

Bentuk Pembelajaran yang Menerapkan CASEL di Kelas

Ilustrasi Bentuk Pembelajaran yang Menerapkan CASEL di Kelas untuk Membangun Empati Siswa, Foto:Unsplash/Hatice Baran

Bagaimana bentuk pembelajaran yang menerapkan CASEL di kelas yang diampu? Dikutip dari laman s3pendsains.fmipa.unesa.ac.id, mengungkapkan bahwa bentuk pembelajaran ini menekankan pengembangan kompetensi sosial dan emosional siswa melalui berbagai kegiatan yang melibatkan interaksi, refleksi, dan praktik langsung.

CASEL, organisasi nirlaba yang berdiri pada tahun 1994, merumuskan lima kompetensi utama dalam pembelajaran sosial dan emosional (SEL) yang menjadi fondasi bagi guru dalam membimbing siswa dengan kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, keterampilan hubungan sosial, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

Dalam praktiknya, kesadaran diri dilatih melalui kegiatan refleksi yang membantu siswa mengenali emosi, nilai-nilai pribadi, dan tingkat kepercayaan diri.

Pengelolaan diri diterapkan dengan membimbing siswa mengatur emosi, mengelola stres, serta menetapkan dan mengejar tujuan secara terstruktur.

Sementara itu, kesadaran sosial dikembangkan melalui diskusi kelompok dan kegiatan role play yang mendorong siswa memahami perspektif orang lain, menumbuhkan empati, serta menghargai keragaman di kelas.

Keterampilan hubungan sosial dibangun dengan mendorong kolaborasi, komunikasi efektif, dan penyelesaian konflik secara konstruktif.

Terakhir, pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dilatih melalui latihan membuat pilihan yang mempertimbangkan etika, keselamatan, dan kesejahteraan diri maupun orang lain.

Penerapan CASEL di kelas membawa banyak manfaat. Siswa menjadi lebih fokus, prestasi akademik meningkat, dan perilaku negatif seperti perundungan menurun. Kesehatan mental siswa juga lebih terjaga karena mereka belajar mengelola emosi sejak dini.

Di luar sekolah, keterampilan ini mempersiapkan siswa untuk menghadapi dunia nyata dengan tanggung jawab dan empati. Lingkungan kelas pun menjadi lebih inklusif, aman, dan mendukung, sehingga setiap siswa merasa dihargai dan termotivasi untuk belajar secara aktif.

Dengan demikian, pembelajaran yang menerapkan CASEL bukan sekadar mengajarkan materi, tetapi membentuk karakter dan kapasitas sosial-emosional siswa secara menyeluruh. (DANI)

Baca juga: Pentingnya Membuat Keputusan yang Tepat Bagi Guru agar Tidak Merugikan Sekolah