Konten dari Pengguna

Berapa Lama Token Listrik Berlaku Setelah Pembelian? Ini Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memasukkan token listrik PLN. Foto: PLN
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memasukkan token listrik PLN. Foto: PLN

Berbeda dengan layanan listrik pascabayar yang mewajibkan pelanggan membayar tagihansetiap bulannya, listrik prabayar harus diisi ulang menggunakan token untuk bisa digunakan.

Token listrik terdiri dari 20 digit angka yang dimasukkan sendiri oleh pelanggan ke dalam kWh meter atau meter prabayar (MPB). Token listrik ini bisa dibeli melalui ATM, minimarket, atau merchant-merchant lain yang menjualnya secara online.

Karena harus memasukkan sendiri kodenya ke meteran, pengguna layanan listrik prabayar kerap mempertanyakan berapa lama token listrik berlaku setelah pembelian? Apakah token listrik bisa hangus? Untuk mengetahui jawabannya, simaklah artikel berikut ini.

Berapa Lama Token Listrik Berlaku?

Ilustrasi memasukkan token listrik PLN. Foto: PLN

Berdasarkan informasi yang dibagikan PLN melalui akun Twitter @pln_123, nomor token listrik tidak memiliki masa berlaku sehingga tidak bisa kedaluwarsa. Token listrik dapat digunakan kapan pun selama tidak ada penggantian kWh meter.

Dengan kata lain, nomor token itu tidak harus langsung digunakan di hari pembelian. Pelanggan yang lupa atau tidak sempat memasukkan token di hari pembelian masih bisa menggunakan kode tersebut beberapa hari setelahnya.

Namun, nomor token listrik yang sudah dibeli tidak bisa dimasukkan jika Anda sudah salah tekan lebih dari 3 kali. Gagal isi token lebih dari 3 kali berpotensi membuat listrik terblokir. Jadi, pastikan nomor token yang Anda masukkan sudah benar, lengkap, dan sesuai.

Baca juga: Penyebab Token Listrik Gagal Terus Padahal Sudah Benar dan Cara Mengatasinya

Cara Mengisi Token Listrik

Ilustrasi mengisi token listrik. Foto: Antara/Nova Wahyudi

Sebagaimana telah dijelaskan, untuk menggunakan layanan listrik prabayar, pelanggan harus memasukkan nomor token listrik ke meter prabayar. Mereka dapat melakukan isi ulang ketika kWh sudah hampir habis,

Mengutip laman PLN, ada beberapa nominal token listrik yang bisa dipilih pelanggan sesuai kebutuhan, yakni Rp20.000, Rp50.000, Rp100.000, Rp250.000, Rp500.000, dan Rp1.000.000. Jumlah kWh yang didapat berbeda-beda sesuai dengan daya listrik yang digunakan dan tarif listrik yang berlaku.

Cara mengisi token listrik ke meteran bisa dilakukan sendiri tanpa bantuan petugas PLN. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Beli token listrik dengan nominal sesuai kebutuhan.

  2. Jika pembelian berhasil, Anda akan mendapatkan nomor token listrik yang terdiri dari 20 digit angka tidak beraturan. Simpan baik-baik nomor tersebut agar tidak hilang.

  3. Masukkan nomor token listrik tersebut ke meteran yang terpasang di rumah.

  4. Periksa kembali nomor yang dimasukkan. Jika sudah benar, tekan tombol “Enter”.

  5. Jika angka yang dimasukkan sesuai, layar meteran akan menampilkan notifikasi “Benar/Accept”. Setelah itu, layanan listrik prabayar sudah bisa digunakan.

Jika proses isi ulang gagal karena salah nomor token atau alasan lainnya, pengguna diberi kesempatan untuk mencobanya sebanyak tiga kali. Jika tetap gagal, segera hubungi call center PLN di nomor 123 atau melalui media sosial resminya agar masalah bisa teratasi dengan tepat.

(ADS)

Baca juga: Tutorial Cara Membeli Token Listrik di Shopee