Berapa Perkiraan Usia Alam Semesta? Ini Penjelasannya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Usia alam semesta merupakan salah satu misteri terbesar dalam ilmu kosmologi. Seiring kemajuan teknologi yang semakin pesat, para ilmuwan telah melakukan berbagai penelitian dan pengukuran untuk mengetahui berapa perkiraan usia alam semesta.
Namun, beragam penelitian tersebut memiliki hasil yang bervariasi, tergantung pada metode pengukuran yang digunakan. Lantas, berapa perkiraan usia alam semesta menurut para ilmuwan tersebut?
Berapa Perkiraan Usia Alam Semesta?
Dikutip dari laman New Scientist, berikut adalah beberapa perkiraan usia alam semesta berdasarkan berbagai penelitian dan metode pengukuran yang digunakan oleh para ilmuwan.
1. Pengamatan Teleskop Planck Badan Antariksa Eropa
Berdasarkan pengamatan Teleskop Ruang Angkasa Planck Badan Antariksa Eropa (ESA) yang dimiliki oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA), perkiraan usia alam semesta adalah sekitar 13,8 miliar tahun.
Angka ini didasarkan pada pengamatan latar belakang gelombang mikro kosmik atau radiasi elektromagnetik yang tersisa sejak awal alam semesta.
Metode pengamatan latar belakang gelombang mikro kosmik atau disebut cosmic microwave background adalah cahaya latar belakang yang terlihat di seluruh alam semesta, yang merupakan sisa-sisa radiasi dari Big Bang.
2. Pengamatan Supernova Tipe Ia
Metode lain yang digunakan ilmuwan untuk menghitung umur alam semesta melibatkan pengamatan objek-objek jauh di alam semesta, yakni supernova tipe Ia.
Supernova tipa Ia adalah ledakan bintang yang sangat terang dan merata. Dengan memeriksa pergeseran merah (redshift) dari cahaya yang dipancarkan oleh supernova ini, para ilmuwan dapat mengukur laju perluasan alam semesta.
Dengan menggunakan metode supernova, para ilmuwan telah menghasilkan perkiraan usia alam semesta sekitar 11,4 miliar tahun. Ini adalah angka yang berbeda signifikan dibandingkan dengan penelitian sebelumnya.
Adanya perbedaan ini sebagian besar terletak pada asumsi-asumsi yang digunakan para ilmuwan dalam masing-masing metode. Metode cosmic microwave background bergantung pada pemahaman tentang komposisi alam semesta, sedangkan metode supernova bergantung pada pengukuran jarak yang akurat.
3. Pengamatan Teleskop Kosmologi Atacama di Chile
Teleskop Kosmologi Atacama di Chile juga melakukan pengamatan yang menghasilkan perkiraan usia alam semesta sekitar 13,77 miliar tahun. Meskipun terdapat sedikit perbedaan tipis perkiraan Planck, keduanya masih sangat mendekati satu sama lain.
Namun, perlu diingat bahwa ketidakpastian dalam pengukuran usia alam semesta sebagian besar disebabkan oleh parameter-parameter kosmologi yang masih menjadi subjek penelitian.
4. Penelitian Terbaru dari Universitas Ottawa
Penelitian terbaru dari Universitas Ottawa menyebutkan bahwa usia alam semesta lebih tua dari perkiraan sebelumnya, yaitu sekitar 26,7 miliar tahun.
Temuan ini didasarkan pada pemahaman yang lebih mendalam tentang pembentukan galaksi dan evolusi alam semesta. Hal ini mengindikasikan bahwa misteri usia alam semesta masih menjadi subjek penelitian yang terus berkembang.
Berdasarkan penelitian di atas, berapa perkiraan usia alam semesta yang paling akurat? Merujuk pada laman NASA, perkiraan terbaik untuk usia alam semesta saat ini adalah 13,8 miliar tahun.
(SFR)
