Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.96.0
Konten dari Pengguna
Bilangan Bulat: Pengertian, Contoh, dan Cara Menghitungnya
18 Maret 2022 17:30 WIB
·
waktu baca 6 menitTulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Dalam ilmu matematika, terdapat sebuah materi yang membahas tentang bilangan bulat. Himpunan bilangan bulat dilambangkan dengan Z. Lambang ini berasal dari bahasa Jerman, yakni Zahlen yang berarti bilangan.
ADVERTISEMENT
Agar semakin paham, artikel di bawah ini akan menjelaskan lebih lengkap mengenai pengertian bilangan bulat beserta contoh dan cara menghitungnya.
Pengertian Bilangan Bulat
Menurut Wahyudin Djumanta dalam buku Matematika, bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri atas bilangan bulat positif, bilangan nol, dan bilangan bulat negatif. Posisi bilangan bulat positif adalah di sebelah kanan nol, sedangkan bilangan bulat negatif di bagian kiri nol.
Dengan kata lain, apabila semakin ke kanan letak suatu bilangan, maka nilainya akan semakin besar dan sebaliknya. Jadi semakin besar bilangan bulat negatif, berarti akan semakin kecil nilainya. Sementara semakin besar bilangan bulat positif, maka nilainya semakin besar juga.
ADVERTISEMENT
Menghimpun buku Rumus lengkap Matematika SD oleh Drs. Faturochman, ada pun lawan dari bilangan bulat, yakni sebagai berikut:
Contoh Bilangan Bulat
Merujuk buku Kumpulan Lengkap Rumus Matematika SD oleh Sobirin, berikut contoh bilangan bulat berdasarkan jenisnya:
ADVERTISEMENT
Apabila diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, hal yang dapat dinyatakan dalam konsep bilangan bulat adalah seperti yang ditulis dalam buku Matematika karya Wahyudin Djumanta berikut ini:
Cara Menghitung Bilangan Bulat
Menukil buku Kumpulan Lengkap Rumus Matematika SD karya Sobirin, berikut operasi hitung atau cara menghitung bilangan bulat beserta sifat dan contohnya:
Penjumlahan
Cara menghitung penjumlahan bilangan bulat dapat dibedakan menjadi tiga macam, yakni:
1. Penjumlahan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif hasilnya bilangan bulat positif. Contoh: 8 + 9 = 17.
ADVERTISEMENT
2. Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif hasilnya bilangan bulat negatif. Contoh: (-13) + (-8) = -21
3. Penjumlahan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif atau sebaliknya hasilnya sebagai berikut:
Sifat penjumlahan dalam operasi hitung bilangan bulat, di antaranya:
ADVERTISEMENT
Pengurangan
Cara menghitung pengurangan bilangan bulat dapat dibedakan menjadi:
1. Pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif, maka hasilnya:
2. Pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negatif, maka hasilnya:
ADVERTISEMENT
3. Pengurangan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat positif, hasilnya selalu bilangan bulat negatif. Contoh: (-5) – 5 = -10
4. Pengurangan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, hasilnya selalu bilangan bulat positif. Contoh: 6 - (-7) = 13
Sifat pengurangan dalam operasi hitung bilangan bulat, di antaranya:
Perkalian
Cara menghitung perkalian bilangan bulat dapat dibedakan menjadi:
ADVERTISEMENT
Sifat perkalian dalam operasi hitung bilangan bulat, di antaranya:
Pembagian
Cara menghitung pembagian bilangan bulat dapat dibedakan menjadi:
ADVERTISEMENT
Sifat pembagian dalam operasi hitung bilangan bulat, di antaranya:
(NDA)