Konten dari Pengguna

Biloks atau Bilangan Oksidasi: Cara Menentukan dan Contoh Soalnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi biloks atau bilangan oksidasi. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi biloks atau bilangan oksidasi. Foto: iStock

Biloks atau bilangan oksidasi suatu unsur adalah bilangan yang menunjukkan sumbangan muatan suatu atom unsur pada molekul atau ion yang dibentuknya. Bilangan oksidasi sering disingkat dengan b.o.

Bilangan oksidasi suatu unsur pada suatu senyawa umumnya sama dengan jumlah elektron yang dilepas atau dipasangkan oleh satu atom unsur pada senyawa tersebut.

Unsur yang melepas elektron memiliki bilangan oksidasi bertanda positif, sedangkan yang menangkap elektron bertanda negatif. Misalnya, pada senyawa NaCl, atom Na melepaskan 1 elektron kepada atom Cl sehingga bilangan oksidasi Na adalah +1 dan Cl adalah -1.

Bilangan oksidasi digunakan untuk mengekspresikan persamaan reaksi setengah yang terjadi dalam reaksi oksidasi dan reduksi.

Cara Menentukan Biloks

Bilangan oksidasi. Foto: Rumus Rumus

Mengutip buku Aktif Belajar Kimia untuk SMA dan MA oleh Hermawan dkk, cara menentukan bilangan oksidasi suatu unsur dalam ion atau senyawa mengikuti aturan-aturan sebagai berikut.

  • Semua unsur bebas mempunyai bilangan oksidasi = 0. Contohnya, bilangan oksidasi H, N, dan Fe dalam H2, N2, dan Fe adalah 0.

  • Fluorin, merupakan unsur yang paling elektronegatif dan membutuhkan tambahan 1 elektron. Fluorin mempunyai bilangan oksidasi -1 pada semua senyawanya.

  • Bilangan oksidasi unsur logam selalu bertanda positif dan sesuai dengan golongannya. Contohnya, unsur K termasuk golongan IA, maka bilangan oksidasinya adalah +1. Sementara Ca yang termasuk golongan IIA mempunyai bilangan oksidasi +2.

  • Bilangan oksidasi suatu unsur dalam suatu ion tunggal sama dengan muatannya. Misalnya, bilangan oksidasi S dalam ion S2- adalah -2, biloks Fe dalam ion Fe3+ adalah +3.

  • Bilangan oksidasi H = +1, kecuali dalam senyawa logam, bilangan oksidasi H = -1. Contoh, bilangan oksidasi H dalam NaH, BaH2 = -1.

  • Bilangan oksidasi O umumnya = -2. Kecuali dalam F2O, peroksida seperti H2O, dan superoksida seperti KO2.

  • Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu senyawa sama dengan 0.

  • Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu ion poliatom sama dengan muatannya.

Contoh Soal

Untuk memahami bagaimana cara menghitung bilangan oksidasi, simak beberapa contoh soal berikut.

Soal 1

Tentukan bilangan oksidasi atom unsur Cl dalam senyawa HClO4!

Diketahui:

  • Biloks H = +1

  • Biloks O = -2

Jawab:

Muatan HClO4 = (b.o H) + (b.o Cl) + (4 x b.o O)

0 = (+1) + (x) + 4 x (-2)

x = +7

Jadi, biloks Cl adalah +7.

Soal 2

Tentukan bilangan oksidasi atom unsur Mn pada senyawa KMnO4!

Diketahui:

  • Biloks K = +1

  • Biloks O = -2

Jawab:

Muatan KMnO4 = (b.o K) + (b.o Mn) + (4 x b.o O)

0 = (+1) + (x) + 4 x (-2)

x = +7

Jadi, biloks Mn = +7

Soal 3

Tentukan bilangan oksidasi atom unsur S pada senyawa Na2S2O3!

Diketahui:

  • Biloks Na = +1

  • Biloks O = -2

Jawab:

Muatan Na2S2O3 = (2 x b.o Na) + (2 x b.o S) + (3 x b.o O)

0 = 2 x (+1) + 2 x (x) + 3 x (-2)

-2x = -4

x = +2

Jadi, biloks S adalah +2.

(ADS)