Konten dari Pengguna

Bisnis Model: Pengertian, Komponen, hingga Contohnya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bisnis model. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bisnis model. Foto: Pixabay

Bisnis model atau model bisnis merupakan suatu metode dalam melakukan bisnis yang digunakan oleh perusahaan untuk dapat menghasilkan uang dan mempertahankan bisnisnya.

Model bisnis menggambarkan hubungan antara keunggulan dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk menciptakan nilai yang membuat perusahaan mampu menghasilkan laba.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai model bisnis, mulai dari pengertian, macam-macam, contoh, hingga komponennya.

Pengertian Model Bisnis

Ilustrasi business model atau model bisnis. Foto: Pixabay

Istilah model bisnis muncul pertama kali pada karya tulis ilmiah yang ditulis oleh Clark pada tahun 1957. Namun, istilah ini menjadi populer setelah muncul dalam suatu artikel pada tahun 1990-an.

Menurut Don Debelak yang dikutip oleh Suwatno dalam Manajemen Kewirausahaan: Panduan Menghadapi Disrupsi Bisnis (2021: 106), bisnis model adalah instrumen yang digunakan bisnis untuk menghasilkan pendapatan dan keuntungan.

Bisnis model memberikan ringkasan tentang bagaimana perusahaan melayani karyawan dan pelanggannya, yang melibatkan strategi maupun implementasinya.

Seiring perkembangan waktu, bisnis model mengalami perubahan. Banyak indikator yang menyebabkan perubahan bisnis itu sendiri, mulai dari teknologi, internet, perilaku pelanggan, sistem distribusi, tren pasar, dan masih banyak lagi. Hal ini membuat perusahaan harus membuat bisnis model yang beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Bisnis Model Canvas

Ilustrasi elemen bisnis model canvas. Foto: Pixabay

Bisnis model canvas pertama kali diperkenalkan oleh Alexander Osterwalder dalam bukunya yang bertajuk Business Model Generation. Tujuan membuat bisnis model canvas adalah agar perusahaan dapat mempersingkat penulisan perencanaan bisnis serta mampu meminimalisasi kesalahan dan risiko saat eksekusi bisnis.

Mengutip Kewirausahaan oleh Abdurrozzaq Hasibuan dkk. (2021: 185), bisnis model canvas adalah suatu strategi manajemen yang digunakan untuk merancang perencanaan bisnis perusahaan berdasarkan proposisi nilai perusahaan, produk, infrastruktur, pelanggan, dan keuangan bisnis.

Dalam membangun bisnis model canvas, Osterwalder membuat 9 elemen yang menggambarkan bagaimana suatu perusahaan menciptakan, memberikan, dan menangkap nilai. Sebanyak 9 elemen bisnis model canvas ini disusun dalam empat kategori, yaitu:

  1. Pelanggan, terdiri dari elemen Customer Segments, Channels, dan Customer Relations.

  2. Penawaran, terdiri dari elemen Value Proposition.

  3. Infrastruktur, terdiri dari elemen Key Activities, Key Resources, dan Key Partnerts.

  4. Keuangan, terdiri dari elemen Cost Structure dan Revenue Streams.

Kesembilan elemen bisnis model canvas di atas dibuat dalam sebuah gabungan blok bangunan dasar yang telah mencakup empat kategori utama dalam suatu bisnis. Berikut contoh bisnis model canvas.

Ilustrasi Bisnis Model Canvas. Foto: Buku Kewirausahaan oleh Abdurrozzaq Hasibuan dkk.

Elemen bisnis model canvas dikenal juga sebagai komponen model bisnis. Adapun penjelasan masing-masing elemen adalah sebagai berikut.

1. Customer Segments (Segmen Pelanggan)

Elemen ini didefinisikan sebagai beragam kelompok pelanggan yang berbeda yang ingin dijangkau dan dilayani oleh perusahaan. Pelanggan merupakan inti dari setiap bisnis model. Tanpa pelanggan, tidak ada perusahaan yang mampu bertahan lama.

Untuk memuaskan pelanggan, perusahaan dapat mengelompokkan mereka ke dalam segmen yang berbeda berdasarkan kesamaan kebutuhan, perilaku, dan atribut lainnya.

Suatu bisnis model dapat menentukan satu atau beberapa segmen pelanggan, besar atau kecil. Perusahaan dapat memutuskan segmen mana yang akan dilayani dan segmen mana yang akan diabaikan. Setelah itu, bisnis model dapat dirancang dengan hati-hati sesuai kebutuhan pelanggan yang spesifik.

2. Value Proposition (Proposisi Nilai)

Elemen ini menguraikan gabungan produk dan jasa yang menciptakan nilai untuk segmen pelanggan tertentu. Proposisi nilai adalah alasan pelanggan beralih dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Secara sederhana, proposisi nilai merupakan gabungan manfaat-manfaat yang ditawarkan kepada pelanggan. Setiap proposisi nilai terdiri dari gabungan produk dan atau jasa yang dapat memenuhi segmen pelanggan tertentu.

3. Channels (Membangun Saluran)

Elemen ini menjelaskan cara perusahaan berkomunikasi dengan segmen pelanggan untuk memberikan proposisi nilai sebagai saluran komunikasi, distribusi, dan penjualan langsung perusahaan dengan pelanggannya.

Saluran memiliki beberapa fungsi, antara lain meningkatkan kesadaran pelanggan tentang produk dan jasa perusahaan, membantu pelanggan mengevaluasi proposisi nilai perusahaan, dan memberikan dukungan pelanggan pascapembelian.

4. Customer Relations (Hubungan Pelanggan)

Elemen ini menjelaskan jenis hubungan yang dibangun oleh perusahaan dengan segmen pelanggan tertentu. Perusahaan harus memastikan jenis hubungan yang ingin dibangun oleh setiap segmen pelanggan.

5. Revenue Streams (Arus Pendapatan)

Elemen ini menjelaskan uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari setiap segmen pelanggan. Setiap arus pendapatan memiliki mekanisme penetapan harga yang berbeda, seperti daftar harga yang tetap, penawaran, ketergantungan pasar, ketergantungan volume, dan manajemen hasil.

Bisnis model dapat melibatkan dua jenis arus pendapatan yang berbeda, yaitu:

  • Pendapatan transaksi dihasilkan dari pembayaran pelanggan satu kali.

  • Pendapatan berulang yang dihasilkan dari pembayaran berkelanjutan, baik untuk menyampaikan proposisi nilai kepada pelanggan atau memberikan dukungan kepada pelanggan pascapembelian.

6. Key Resources (Sumber Daya Utama)

Elemen ini menjelaskan aset terpenting yang diperlukan agar bisnis model berfungsi. Setiap bisnis model membutuhkan sumber daya utama untuk menciptakan proposisi nilai, menjangkau pasar, mempertahankan pelanggan, dan mendapatkan pendapatan.

7. Key Activities (Aktivitas Utama)

Elemen ini menjelaskan hal-hal terpenting yang harus dilakukan perusahaan untuk membuat bisnis modelnya berfungsi.

8. Key Partners (Kemitraan Utama)

Elemen ini menggambarkan jaringan pemasok dan mitra yang membuat model bisnis berfungsi. Ada empat jenis kemitraan, yaitu:

  • Aliansi strategis antara non-pesaing.

  • Kemitraan strategis antarpesaing.

  • Usaha patungan untuk mengembangkan bisnis baru.

  • Hubungan pembeli-pemasok untuk memastikan pasokan yang dapat diandalkan.

9. Cost Structure (Struktur Biaya)

Elemen ini menjelaskan semua biaya yang dikeluarkan untuk mengoperasikan bisnis model tertentu.

Adapun beberapa manfaat bisnis model canvas adalah sebagai berikut.

  • Mempersingkat waktu penulisan perencanaan karena hanya perlu mengisi poin-poin perencanaan bisnis sesuai dengan elemen yang telah ditetapkan.

  • Membangun portofolio ide dengan cepat dan terstruktur.

  • Meningkatkan fokus perusahaan terhadap poin penting dari perencanaan yang telah dibuat.

  • Menyesuaikan kemampuan dan kondisi perusahaan berdasarkan target pasar, segmen pelanggan, dan segala sesuatu yang berhubungan operasional bisnis.

Macam-Macam Model Bisnis

Ilustrasi menyusun model bisnis. Foto: Pexels

Model bisnis ada berbagai macam. Pembagian ini terjadi karena masing-masing model memiliki karakter dan tujuan yang berbeda sesuai dengan bentuk bisnis yang dibuat. Berikut beberapa macam model bisnis.

1. Model Bisnis Unbundling

Model bisnis unbundling menyatukan tiga inti bisnis menjadi satu bisnis. Seperti diketahui, model bisnis memiliki 9 elemen bisnis yang masing-masing memiliki tujuan yang berbeda. Model bisnis ini menempatkan tiga inti bisnis pada tugas dan kewajibannya masing-masing sebagai berikut.

  1. Hubungan Pelanggan, terdiri dari Key Partners, Key Activities, dan Key Resources.

  2. Inovasi Produk, terdiri dari Value Proposition.

  3. Infrastruktur, terdiri dari Customer Relations, Channels, dan Customer Segment.

2. Model Bisnis Long Tail

Model bisnis long tail digunakan untuk menjual produk yang berbeda dalam jumlah yang banyak. Untuk itu, dibutuhkan strategi khusus untuk menjualnya.

Strategi tersebut bisa dipetakan dalam bentuk model bisnis sesuai dengan target dan harapan yang diinginkan.

3. Model Bisnis B2C

Model bisnis B2C atau model business to customer adalah model bisnis yang bisa digunakan di pasar bisnis elektronik. Model bisnis ini menjual produk langsung ke konsumen eceran secara online.

Sebagian besar model bisnis B2C menghasilkan pendapatan dari penjualan langsung dan biaya pemesanan. Contoh penerapan model bisnis B2C di Indonesia adalah Blibli dan Lazada.

4. Model Bisnis B2B

Model bisnis B2B atau model business to business adalah model bisnis yang berfokus pada penyediaan produk dari suatu bisnis ke bisnis lainnya. Model bisnis ini melibatkan perusahaan yang menggunakan internet untuk melakukan transaksi satu sama lain.

Contoh penerapan model bisnis B2B di Indonesia adalah Ralali.com, Electronic City, Indonetwork, dan Mbiz. Beberapa bisnis ini memiliki platform bisnis elektronik yang secara khusus menargetkan perusahaan tertentu.

Contoh Model Bisnis

Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh model bisnis canvas dari rencana bisnis yang dapat dilakukan.

1. Contoh Bisnis Model Canvas Online Shop

Berikut contoh bisnis model canvas online shop yang menerapkan 9 elemen model bisnis.

Ilustrasi Contoh Bisnis Model Canvas Online Shop. Foto: Buku Manajemen Strategi Konsep dan Model Bisnis oleh Juliansyah Noor

2. Contoh Bisnis Model Canvas Kedai Kopi

Berikut contoh bisnis model canvas kedai kopi yang menerapkan 9 elemen model bisnis.

Ilustrasi Contoh Bisnis Model Canvas Kedai Kopi. Foto: Buku Kebangkitan UMKM Melalui Inovasi Geoproduk Berbasis Geodiversity dan Kearifan Lokal oleh Ayu Krishna Yuliawati

3. Contoh Bisnis Model Canvas Makanan

Berikut contoh bisnis model canvas makanan yang menerapkan 9 elemen model bisnis.

Ilustrasi Contoh Bisnis Model Canvas Makanan. Foto: Buku Kebangkitan UMKM Melalui Inovasi Geoproduk Berbasis Geodiversity dan Kearifan Lokal oleh Ayu Krishna Yuliawati

4. Contoh Bisnis Model Canvas Pakaian Batik

Berikut contoh bisnis model canvas pakaian batik yang menerapkan 9 elemen model bisnis.

Ilustrasi Contoh Bisnis Model Canvas Pakaian Batik. Foto: Buku Kebangkitan UMKM Melalui Inovasi Geoproduk Berbasis Geodiversity dan Kearifan Lokal oleh Ayu Krishna Yuliawati

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Apa tujuan membangun bisnis canvas?

chevron-down

Tujuan membuat bisnis model canvas adalah agar perusahaan dapat mempersingkat penulisan perencanaan bisnis serta mampu meminimalisasi kesalahan dan risiko saat eksekusi bisnis.

Apa saja kategori dalam elemen bisnis model canvas?

chevron-down

Pelanggan, penawaran, infrastruktur, dan keuangan.

Apa artinya elemen channels (saluran) dalam bisnis model canvas?

chevron-down

Elemen ini menjelaskan cara perusahaan berkomunikasi dengan segmen pelanggan untuk memberikan proposisi nilai sebagai saluran komunikasi, distribusi, dan penjualan langsung perusahaan dengan pelanggannya.