Bunyi-Bunyi yang Disusun Secara Teratur dalam Kajian Bahasa dan Sastra

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bunyi-bunyi yang disusun secara teratur berdasarkan kesepakatan masyarakat penuturnya lalu diberi makna sehingga dapat dipahami oleh pengguna disebut sebagai salah satu konsep dasar dalam kajian bahasa.
Pembahasan mengenai bunyi bahasa menjadi penting karena bahasa pada hakikatnya merupakan sarana utama komunikasi manusia. Melalui bahasa, pikiran, gagasan, dan perasaan dapat disampaikan kepada orang lain secara efektif.
Pemahaman mengenai hakikat bahasa perlu diketahui untuk memahami bagaimana komunikasi berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.
Bahasa: Bunyi-Bunyi yang Disusun Secara Teratur dan Diberi Makna
Bunyi-bunyi yang disusun secara teratur berdasarkan kesepakatan masyarakat penuturnya lalu diberi makna sehingga dapat dipahami oleh pengguna disebut bahasa.
Berdasarkan informasi pustaka.ut.ac.id, dalam kajian linguistik, bahasa dipahami sebagai sistem bunyi yang digunakan oleh suatu masyarakat untuk berkomunikasi. Bunyi-bunyi tersebut memiliki makna karena penggunaannya didasarkan pada kesepakatan bersama yang berlaku dalam lingkungan masyarakat tertentu.
Secara mendasar, kata atau kalimat yang diujarkan oleh seorang pembicara merupakan susunan bunyi-bunyi yang teratur. Bunyi-bunyi tersebut bukan sekadar suara yang muncul secara acak, melainkan bagian dari sistem yang telah disepakati oleh masyarakat penutur bahasa tertentu.
Bahasa juga dapat dipahami sebagai kumpulan bunyi-bunyi yang tersusun secara teratur sehingga menghasilkan makna tertentu. Selain diujarkan secara lisan, bahasa digunakan sebagai alat untuk mengungkapkan pikiran, gagasan, dan berbagai bentuk komunikasi lainnya.
Dengan demikian, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat penyampai pesan, tetapi juga menjadi sarana yang memungkinkan manusia membangun hubungan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada hakikatnya, bahasa merupakan bunyi ujar atau bahasa lisan. Fakta sejarah menunjukkan bahwa manusia telah menggunakan bahasa lisan sebagai alat komunikasi jauh sebelum mengenal bahasa tulis.
Melalui bahasa lisan, berbagai informasi, pengetahuan, dan pengalaman dapat disampaikan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bahasa tulis muncul setelah manusia mengembangkan lambang-lambang yang digunakan untuk merepresentasikan bunyi bahasa.
Sama seperti bahasa lisan, penggunaan lambang tulis juga didasarkan pada kesepakatan yang berlaku dalam suatu masyarakat. Oleh sebab itu, bentuk tulisan yang digunakan pada suatu bahasa dapat berbeda dengan bahasa lainnya.
Setiap bunyi bahasa disusun berdasarkan aturan tertentu yang berlaku dalam masyarakat penuturnya. Aturan tersebut mengatur cara bunyi digabungkan menjadi kata, frasa, maupun kalimat yang dapat dipahami oleh sesama pengguna bahasa.
Sifat bahasa yang konvensional juga menjadi ciri penting dalam linguistik. Konvensional berarti penggunaan bunyi dan makna dalam bahasa didasarkan pada kesepakatan bersama.
Karena adanya kesepakatan tersebut, suatu kata dapat dipahami maknanya oleh masyarakat yang menggunakan bahasa yang sama. Tanpa adanya kesepakatan tersebut, komunikasi tidak akan berlangsung secara efektif.
Bunyi-bunyi yang disusun secara teratur berdasarkan kesepakatan masyarakat penuturnya lalu diberi makna sehingga dapat dipahami oleh pengguna disebut bahasa.
Bahasa merupakan sistem bunyi yang bermakna, disusun berdasarkan aturan tertentu, digunakan untuk mengungkapkan pikiran, serta dipahami melalui kesepakatan yang berlaku dalam masyarakat penuturnya. (Rahma)
Baca juga: Komunikasi yang Dapat Disampaikan oleh Personil Toko
