Konten dari Pengguna

Bunyi Hukum Perbandingan Tetap dalam Kimia dan Penjelasannya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Bunyi Hukum Perbandingan Tetap dalam Kimia. pexel.com/chokniti
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Bunyi Hukum Perbandingan Tetap dalam Kimia. pexel.com/chokniti

Dalam Ilmu kimia, terdapat prinsip dasar yang sangat penting untuk memahami reaksi kimia dan mengukur jumlah zat yang terlibat dalam reaksi tersebut. Prinsip ini dikenal sebagai Hukum Perbandingan Tetap atau yang disebut sebagai Hukum Kekekalan Perbandingan.

Dikutip dari p2k.stekom.ac.id, bahwa dalam kimia, hukum perbandingan tetap atau hukum Proust (diambil dari nama kimiawan Prancis Joseph Proust) adalah hukum yang menyatakan bahwa suatu senyawa kimia terdiri dari unsur-unsur dengan perbandingan massa yang selalu tepat sama.

Setiap sampel suatu senyawa memiliki komposisi unsur-unsur yang tetap. Contohnya seperti, air terdiri dari 8/9 massa oksigen dan 1/9 massa hidrogen. Bersama dengan hukum perbandingan berganda (hukum Dalton), hukum perbandingan tetap adalah hukum dasar stoikiometri.

Daftar isi

Bunyi Hukum Perbandingan Tetap dalam Kimia

Ilustrasi Bunyi Hukum Perbandingan Tetap dalam Kimia. pexel.com/polina

Berikut ini merupakan bunyi hukum perbandingan tetap beserta penjelasan lengkapnya :

Konsep Hukum Perbandingan Tetap dalam Kimia

Hukum Perbandingan Tetap adalah salah satu prinsip dasar dalam kimia yang menyatakan bahwa pada suatu reaksi kimia tertentu, berat dari unsur yang bereaksi dengan berat unsur lainnya akan memiliki perbandingan tetap yang sederhana dan berulang.

Artinya, setiap unsur yang bereaksi dalam suatu reaksi kimia akan memiliki perbandingan yang tetap dalam jumlah beratnya.

Penelitian Joseph Proust (1754-1826) tentang susunan senyawa menghasilkan Hukum Perbandingan Tetap. Pada tahun 1799 telah ditemukan bahwa tembaga karbonat, baik dari sumber alami maupun sintesis dalam laboratorium mempunyai susunan tetap.

Bunyi Hukum Perbandingan Tetap

“Perbandingan massa unsur-unsur di dalam suatu senyawa kimia adalah tetap".

Penerapan Hukum Perbandingan Tetap dalam Kimia

Konsep Hukum Perbandingan Tetap dapat diterapkan dalam berbagai aspek kimia, termasuk dalam stoikiometri dan analisis kuantitatif. Dalam stoikiometri, hukum ini digunakan untuk menghitung jumlah relatif dari zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia, baik sebelum reaksi maupun setelah reaksi terjadi.

Dengan mengetahui perbandingan tetap antara unsur-unsur yang bereaksi, kita dapat memprediksi jumlah produk yang dihasilkan atau jumlah zat yang dibutuhkan untuk reaksi tersebut.

Contoh Penerapan Hukum Perbandingan Tetap

  1. Reaksi Pembakaran Hidrogen dan Oksigen: Misalnya, dalam reaksi pembakaran hidrogen (H2) dengan oksigen (O2) membentuk air (H2O), berlaku hukum perbandingan tetap. Berdasarkan hukum ini, perbandingan antara berat hidrogen dan oksigen yang bereaksi selalu 2:1.

  2. Pembuatan Garam: Dalam pembuatan garam, seperti natrium klorida (NaCl), perbandingan antara berat natrium (Na) dan klor (Cl) yang bereaksi juga akan tetap, yaitu 1:1.

  3. Reaksi Pengendapan: Dalam reaksi pengendapan, misalnya pembentukan garam barium sulfat (BaSO4) dari larutan natrium sulfat (Na2SO4) dan larutan barium klorida (BaCl2), perbandingan antara berat BaSO4 yang terbentuk dengan berat BaCl2 yang bereaksi akan tetap.

Contoh Soal

1. Dalam suatu percobaan, seorang ilmuwan mereaksikan 4 gram gas hidrogen dengan 40 gram oksigen. Berapa gram air yang terbentuk dari hasil reaksi tersebut, serta tentukan massa zat sisa jika ada! (Ar H = 1, O = 16)

Jawaban:

Massa hidrogen (H2) = 4 gram Massa oksigen (O2) = 40 gram

Perbandingan massa hidrogen dan oksigen dalam air (H2O) adalah 1:8. Oleh karena itu, kita dapat menghitung massa air yang terbentuk:

Massa hidrogen yang bereaksi = 4 gram

Massa oksigen yang bereaksi = 4 gram × 8 = 32 gram

Massa air yang terbentuk = Massa hidrogen + Massa oksigen = 4 gram + 32 gram = 36 gram

Zat sisa (jika ada) = Massa oksigen awal - Massa oksigen yang bereaksi = 40 gram - 32 gram = 8 gram

Jadi, 36 gram air terbentuk dari reaksi tersebut, dan 8 gram oksigen merupakan zat sisa

2. Hukum Proust Senyawa karbon dioksida dibentuk dari unsur karbon dan oksigen adalah 3:8. Jika unsur karbon yang bereaksi 1,5 gram, tentukan massa oksigen yang bereaksi dan massa karbon dioksida yang terbentuk!

Jawab :

Dari soal tersebut diketahui:

Massa karbon = 3, 1,5 gram Massa oksigen =8, ? Massa karbon dioksida =11, ?

Dengan menggunakan hokum perbandingan antara unsur dan massa yang diketahui, diperoleh:

Massa oksigen yang diperlukan = 8/3 × 1,5 gram = 4 gram

Massa karbon dioksida yang terbentuk = 3/11 × 1,5 gram = 5,5 gram

Massa karbon dioksida yang terbentuk bisa ditentukan berdasarkan persamaan hokum Lavoiser berikut.

Massa karbon dioksida = Massa karbon + massa oksigen = 1,5 gram + 4 gram = 5,5 gram

3. Suatu percobaan kimia dilakukan dengan mereaksikan 2 gram besi (Fe) dengan 4 gram sulfur (S). Jika reaksi berlangsung sempurna, berapa massa besi sulfida (FeS) yang dihasilkan? (Diketahui: Fe = 56 g/mol, S = 32 g/mol)

Jawaban :

Mol Fe = massa Fe / massa molar Fe = 2 g / 56 g/mol = 0.036 mol

Mol S = massa S / massa molar S = 4 g / 32 g/mol = 0.125 mol

Dari persamaan reaksi kimia:

Fe + S -> FeS

1 mol Fe : 1 mol S

Mol yang lebih kecil adalah mol Fe (0.036 mol).

Mol FeS = Mol Fe = 0.036 mol

Massa FeS = Mol FeS × massa molar FeS = 0.036 mol × (56 g/mol + 32 g/mol) = 2.88 g

Jadi, massa besi sulfida (FeS) yang dihasilkan adalah 2.88 gram.

4. Suatu reaksi kimia menghasilkan 12 gram gas hidrogen (H2) dan 32 gram gas oksigen (O2). Jika reaksi berlangsung secara sempurna, berapa massa air (H2O) yang dihasilkan? (Diketahui: H2 = 2 g/mol, O2 = 32 g/mol, H2O = 18 g/mol)

Jawaban :

Mol H2 = massa H2 / massa molar H2 = 12 g / 2 g/mol = 6 mol

Mol O2 = massa O2 / massa molar O2 = 32 g / 32 g/mol = 1 mol

Dari persamaan reaksi kimia:

2H2 + O2 -> 2H2O

2 mol H2 : 1 mol O2

Mol yang lebih kecil adalah mol O2 (1 mol).

Mol H2O = 1 mol O2 (karena 1 mol O2 menghasilkan 2 mol H2O)

Massa H2O = Mol H2O × massa molar H2O = 1 mol × 18 g/mol = 18 g

Jadi, massa air (H2O) yang dihasilkan adalah 18 gram.

5. Dalam sebuah reaksi, jika 6 gram magnesium (Mg) bereaksi dengan 4 gram sulfur (S), berapa massa magnesium sulfida (MgS) yang akan dihasilkan? (Diketahui: Mg = 24 g/mol, S = 32 g/mol, MgS = 40 g/mol)

Jawaban :

Mol Mg = massa Mg / massa molar Mg = 6 g / 24 g/mol = 0.25 mol

Mol S = massa S / massa molar S = 4 g / 32 g/mol = 0.125 mol

Dari persamaan reaksi kimia:

Mg + S -> MgS

1 mol Mg : 1 mol S

Mol yang lebih kecil adalah mol S (0.125 mol).

Mol MgS = Mol S = 0.125 mol

Massa MgS = Mol MgS × massa molar MgS = 0.125 mol × 40 g/mol = 5 g

Jadi, massa magnesium sulfida (MgS) yang dihasilkan adalah 5 gram.

Hukum Perbandingan Tetap memiliki implikasi yang sangat penting dalam kimia karena memungkinkan para ilmuwan untuk memprediksi hasil reaksi kimia dengan akurat.

Dengan mengetahui perbandingan tetap antara berat unsur-unsur yang bereaksi, kita dapat menghitung jumlah relatif dari masing-masing zat yang terlibat dalam reaksi tersebut.

Dalam kimia, Hukum Perbandingan Tetap adalah prinsip dasar yang sangat penting untuk memahami reaksi kimia dan mengukur jumlah zat yang terlibat dalam reaksi tersebut.

Konsep ini menyatakan bahwa pada suatu reaksi kimia, berat dari unsur yang bereaksi akan memiliki perbandingan tetap yang sederhana dan berulang. Dengan penerapan hukum ini, para ilmuwan dapat memprediksi hasil reaksi kimia dengan akurat dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang dunia kimia.

Baca Juga : Hukum Dasar Kimia: Pengertian dan Contoh Soalnya