Konten dari Pengguna

Cara Berjemur yang Baik bagi Kesehatan Tubuh

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 7 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi seorang wanita sedang berjemur di pagi hari. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi seorang wanita sedang berjemur di pagi hari. Foto: iStock

Mengetahui cara berjemur yang baik sangat penting untuk kesehatan, terutama untuk menjaga kestabilan dan mengoptimalkan daya tahan tubuh.

Dengan berjemur di bawah sinar matahari, kebutuhan vitamin D akan tercukupi. Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), berjemur menjadi cara efektif untuk mendapatkan vitamin D yang diperlukan untuk pembentukan tulang baru.

Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengenai cara berjemur yang baik, termasuk cara berjemur untuk kesehatan, cara berjemur selama masa pandemi Covid-19, hingga cara berjemur yang baik untuk bayi dan ibu hamil.

Cara Berjemur yang Baik

Ilustrasi berjemur di pagi hari dengan sepertiga bagian tubuh terkena paparan sinar matahari. Foto: iStock

Berjemur di bawah sinar matahari pagi merupakan aktivitas yang memiliki banyak manfaat. Untuk memperoleh manfaat sinar matahari pagi, berikut cara berjemur yang baik dan aman untuk dilakukan.

1. Memperhatikan Waktu dan Durasi Berjemur

Menurut Kemenkes RI, waktu berjemur yang baik adalah sejak matahari pagi terbit sampai jam 09.00 (maksimal jam 10.00) dan sore hari pada jam 15.00 sampai matahari terbenam selama 10 hingga 15 menit.

Meskipun demikian, berjemur yang paling baik dianjurkan saat pagi hari sebelum jam 09.00 untuk memperoleh manfaat sinar matahari yang lebih optimal.

2. Menggunakan Tabir Surya pada Area Wajah

Dikutip dari Tantangan Menjadi Orang Tua di Masa Pandemi oleh Therealkhana, penggunaan tabir surya menjadi salah satu hal yang penting dilakukan pada saat berjemur. Namun, tabir surya dianjurkan hanya dipakai di area kulit wajah.

Hal ini karena kulit wajah memiliki lapisan yang lebih tipis sehingga tidak akan menghasilkan banyak vitamin D. Untuk menghindari flek, kulit wajah harus dilindungi dengan penggunaan tabir surya.

3. Berjemur di Ruang Terbuka

Pastikan berjemur di ruang terbuka dan sepertiga bagian tubuh atau kulit terkena sinar matahari secara langsung, seperti lengan, tangan, dan kaki, agar mendapatkan vitamin D yang cukup.

4. Mengenakan Pakaian Berwarna Terang

Pakaian yang disarankan saat berjemur adalah pakaian berwarna terang (putih) untuk meningkatkan penyerapan vitamin D.

Cara Berjemur yang Baik untuk Covid

Ilustrasi seorang wanita berjemur untuk meningkatkan imunitas tubuh. Foto: iStock

Selama masa pandemi Covid-19, berbagai cara untuk meningkatkan imunitas tubuh memang harus dilakukan, mulai dari mengonsumsi buah-buahan, sayuran, vitamin, berolahraga rutin, hingga berjemur di bawah terik sinar matahari.

Dikutip dari Cara Berjemur yang Baik untuk Kesehatan oleh Samuel Pola Karta Sembiring, berjemur memiliki banyak manfaat baik untuk kesehatan. Dengan berjemur, kebutuhan vitamin D yang berperan dalam mengoptimalkan respons imun tubuh akan tercukupi. Hal ini sangat dibutuhkan untuk memerangi maupun mencegah penyakit Covid-19.

Vitamin D dapat dibentuk dari kolesterol yang ada di kulit ketika terpapar sinar matahari. Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet B (UV B) yang berperan membantu sintesis vitamin D di kulit yang diserap oleh kolesterol.

Selain itu, berjemur juga menjadi salah satu cara menjaga pola hidup sehat selama WFH atau work from home yang diberlakukan selama masa pandemi. Adapun cara berjemur yang baik selama pandemi Covid-19 adalah sebagai berikut.

1. Berjemur selama 10-30 menit Sebanyak 3 Kali Seminggu

Untuk mendapatkan vitamin D yang cukup, berjemurlah saat pagi hari di bawah jam 09.00 selama 10-30 menit sebanyak 3 kali seminggu. Sebagai catatan, lamanya waktu berjemur dipengaruhi oleh warna kulit dan sensitivitas kulit.

Semakin putih kulit seseorang, semakin pendek waktu yang dibutuhkan untuk berjemur, yaitu sekitar 10 menit. Sebaliknya, pada kulit yang lebih gelap membutuhkan waktu berjemur lebih lama, yaitu sekitar 15-30 menit.

Pada kulit yang lebih gelap, jumlah pigmen melanin pada lapisan epidermis lebih banyak. Melanin berperan sebagai pelindung sinar matahari alami yang dapat memproteksi kulit dari luka bakar serta kanker kulit.

Hal ini dapat mengurangi kemampuan kulit untuk memproduksi vitamin D dari paparan sinar matahari sehingga diperlukan waktu berjemur yang lebih lama dari orang yang berkulit putih.

2. Menggunakan Tabir Surya atau Masker untuk Melindungi Area Wajah

Kulit wajah memiliki lapisan yang lebih tipis sehingga tidak akan menghasilkan banyak vitamin D. Untuk menghindari flek, kulit wajah harus dilindungi, baik dengan menggunakan tabir surya atau masker.

3. Berjemur di Ruang Terbuka dan Mengenakan Pakaian Berwarna Terang

Berjemur dilakukan di ruang terbuka agar lengan, tangan dan kaki, atau setidaknya sepertiga bagian tubuh terkena sinar matahari secara langsung. Pakaian yang disarankan saat berjemur adalah pakaian berwarna terang untuk meningkatkan penyerapan vitamin D.

4. Memperhatikan Aktivitas Berjemur

Perlu dicatat, setiap orang memiliki kepekaan berbeda terhadap paparan sinar matahari, tergantung pada jenis kulit, kondisi kulit, warna kulit, usia, dan warna pakaian yang dikenakan saat berjemur.

Mempertimbangkan faktor individu tersebut, aktivitas berjemur harus disesuaikan dengan reaksi individu. Oleh karena itu, kenali diri sendiri sebaik mungkin sebelum berjemur dan hindari penggunaan tabir surya yang menimbulkan alergi.

Cara Berjemur yang Baik bagi Kesehatan

Ilustrasi seorang wanita berjemur di pagi hari untuk menjaga kesehatan. Foto: iStock

Sinar matahari memiliki unsur-unsur yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh. Menurut Saptono Istiawan dalam Ruang Artistik dengan Pencahayaan, sinar matahari memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan, di antaranya:

  • Merangsang peredaran dan menurunkan tekanan darah.

  • Meningkatkan metabolisme protein.

  • Merangsang pembentukan sel darah putih untuk ketahanan tubuh.

  • Membantu menciptakan hormon endorfin yang membuat rasa senang.

  • Membantu mengasimilasi kalsium di dalam tubuh.

  • Membantu memproduksi vitamin D untuk pertumbuhan dan kesehatan tulang.

  • Membantu mempercepat hilangnya racun-racun yang tersembunyi di dalam tubuh (detoksifikasi).

Adapun cara berjemur yang baik untuk menjaga kesehatan adalah sebagai berikut.

  1. Berjemur di bawah sinar matahari pagi selama 10-30 menit (sesuai kebutuhan) sebanyak 3 kali seminggu. Waktu berjemur yang disarankan adalah pagi jam 09.00 dan sore jam 15.00.

  2. Menggunakan tabir surya di area wajah untuk menghindari flek.

  3. Mengenakan pakaian berwarna terang untuk penyerapan vitamin D secara maksimal.

  4. Berjemur di ruangan terbuka dan pastikan lengan, tangan, dan kaki, atau setidaknya sepertiga bagian tubuh terkena sinar matahari secara langsung.

Cara Berjemur yang Baik untuk Bayi

Ilustrasi bayi berjemur di pagi hari. Foto: iStock

Berbeda dengan orang dewasa, cara berjemur untuk bayi memiliki beberapa aturan tertentu yang harus dilakukan agar tetap aman. Dikutip dari laman resmi Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, berikut cara menjemur bayi yang baik dan aman untuk dilakukan.

1. Berjemur saat Pagi sebelum Jam 10.00

Waktu yang ideal untuk bayi berjemur adalah pagi sebelum jam 10.00. Jika tidak sempat berjemur di waktu ini, disarankan menunggu hingga setelah pukul 16.00 saat kadar sinar UV B lebih rendah.

2. Perhatikan Lama Waktu Menjemur Bayi

Bayi berkulit putih dianjurkan untuk berjemur selama 30 menit per minggu, sedangkan bayi dengan kulit lebih gelap dianjurkan untuk berjemur selama 3-5 jam per minggu.

Perlu digarisbawahi, lama waktu per minggu bukan berarti bayi harus berjemur setiap hari, tapi jumlah waktu yang ditentukan setiap minggunya. Misalnya, bayi berkulit putih bisa saja hanya berjemur selama 3 kali seminggu dengan durasi 10 menit.

3. Pastikan Bayi Mengenakan Pakaian saat Berjemur

Karena kulitnya sangat sensitif, bayi tidak boleh berjemur langsung di bawah sinar matahari, apalagi dalam keadaan telanjang. Jadi, pastikan bayi mengenakan pakaian yang nyaman dengan warna terang.

4. Gunakan Tabir Surya SPF 15

Gunakan tabir surya dengan kadar SPF 15 pada bagian kulit bayi yang terpapar sinar matahari.

5. Gunakan Pelindung Kepala

Gunakan topi atau pelindung kepala untuk melindungi kulit wajah bayi dari paparan sinar matahari langsung.

Cara Berjemur yang Baik untuk Ibu Hamil

Ilustrasi seorang ibu hamil yang berjemur di pagi hari. Foto: iStock

Ibu hamil dianjurkan untuk berjemur karena sinar matahari dapat membantu mensintesis vitamin D yang penting bagi pertumbuhan bayi dan memperkuat tulang sang ibu.

Vitamin D juga berguna untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko darah tinggi pada ibu hamil. Adapun cara berjemur yang baik dan aman untuk ibu hamil adalah sebagai berikut.

  1. Ibu hamil dapat berjemur pada pagi hari sekitar jam 09.00-10.00 dan sore hari pada jam 15.00-16.00 dengan durasi 5-10 menit sebanyak 2-3 kali seminggu.

  2. Menggunakan tabir surya yang aman untuk ibu hamil atau telah dikonsultasikan dengan dokter.

  3. Menjaga hidrasi tubuh dengan banyak minum air putih dan mengurangi paparan sinar matahari untuk mencegah panas berlebih.

  4. Mengenakan pakaian longgar dan ringan untuk menutupi tubuh.

  5. Menggunakan topi dan kaca mata hitam untuk melindungi mata, telinga, dan wajah.

(SFR)

Frequently Asked Question Section

Kapan waktu berjemur yang paling baik?

chevron-down

Menurut Kemenkes RI, waktu berjemur yang baik adalah sejak matahari pagi terbit sampai jam 09.00 (maksimal jam 10.00) dan sore hari pada jam 15.00 sampai matahari terbenam selama 10 hingga 15 menit.

Mengapa tabir surya perlu digunakan saat berjemur?

chevron-down

Hal ini karena kulit wajah memiliki lapisan yang lebih tipis sehingga tidak akan menghasilkan banyak vitamin D. Untuk menghindari flek, kulit wajah harus dilindungi dengan penggunaan tabir surya.

Apa saja manfaat sinar matahari?

chevron-down

Merangsang peredaran dan menurunkan tekanan darah, meningkatkan metabolisme protein, dan merangsang pembentukan sel darah putih untuk ketahanan tubuh.