Cara Kerja Fitur WhatsApp Notification Bubbles

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara kerja fitur WhatsApp notification bubbles menjadi topik yang banyak dicari pengguna karena menghadirkan mekanisme Chat heads seperti pada aplikasi Facebook Messenger milik Meta yang memperkenalkan ide ini di Android beberapa waktu lalu.
Dikutip dari situs 9to5google.com, bubbles adalah bagian notifikasi Android yang sering diremehkan, dan WhatsApp tampaknya sedang berupaya menambahkan dukungan untuk fitur ini, sama seperti aplikasi Meta lainnya yang sudah ada.
Fitur WhatsApp Notification Bubbles Berbasis Android
Mengutip dari situs 9to5google.com, bubbles notifikasi sering dikenal dengan nama lain “Chat heads” dengan foto kontak mengambang yang membuka obrolan lengkap, hanya sebagai lapisan di atas apa pun yang sedang pengguna lakukan di perangkat.
Ini bukan untuk semua orang, tetapi Google telah meningkatkan ide ini dengan mengintegrasikannya secara native ke dalam Android agar dapat digunakan oleh aplikasi apa pun. WhatsApp tampaknya kini mulai mengadopsi dukungan tersebut.
WhatsApp untuk Android sedang mengembangkan dukungan untuk gelembung notifikasi. Fitur ini belum tersedia untuk pengguna akhir, tetapi pratinjau awal menunjukkan implementasi yang cukup standar.
Percakapan WhatsApp dapat dikirim ke gelembung, dengan UI mengambang yang memungkinkan Anda beralih bolak-balik antara percakapan dari WhatsApp dan aplikasi lain.
Hal ini tentu berbeda dibandingkan penerapan yang sebelumnya dilakukan oleh Facebook Messenger. Pada perangkat Pixel, Facebook Messenger memang sudah mendukung fitur bubble bawaan Android.
Namun, pada banyak perangkat lain, aplikasi tersebut justru memakai sistem semi-kustom yang dirancang khusus hanya untuk Messenger.
Akibatnya, gelembung percakapan dari aplikasi Android lain yang juga memanfaatkan fitur Bubbles tampil secara terpisah dari fitur "Chat Heads" milik Facebook Messenger.
Kondisi ini kerap menimbulkan tampilan yang kurang konsisten dan membingungkan bagi pengguna karena terdapat dua sistem gelembung yang berjalan bersamaan dalam satu perangkat.
Di sisi lain, WhatsApp tampaknya mengambil pendekatan yang lebih selaras dengan sistem Android.
Aplikasi ini diperkirakan memanfaatkan mekanisme bubble bawaan sehingga tidak menambah lapisan antarmuka baru yang berpotensi membuat pengalaman penggunaan menjadi rumit.
Pendekatan seperti ini dinilai lebih praktis karena pengguna dapat menikmati sistem notifikasi yang lebih rapi, seragam, dan mudah dipahami tanpa harus menyesuaikan diri dengan fitur tambahan yang berbeda.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal peluncuran fitur tersebut untuk seluruh pengguna WhatsApp.
Meski demikian, melihat Android yang terus mengembangkan dukungan terhadap fitur WhatsApp notification bubbles dari waktu ke waktu, besar kemungkinan kehadirannya secara luas hanya tinggal menunggu waktu. (IF)
Baca juga: 3 Cara Lengkap Membuat Stiker WhatsApp di Android dan iPhone
