Cara Kerja Kopling Mobil dan Motor berdasarkan Jenisnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kopling adalah salah satu komponen vital dalam sistem transmisi kendaraan. Fungsinya yaitu untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft).
Dijelaskan dalam Buku Ajar Elemen Mesin susunan Catur Pramono, putaran input kopling sama dengan putaran output-nya. Tanpa kopling, akan sulit menggerakan elemen mesin kendaraan dengan sempurna.
Umumnya, sistem transmisi tersebut digunakan pada mesin kendaraan manual. Cara kerja kopling cukup sederhana, yakni ketika kopling ditekan, maka gaya tekan itu akan mendorong release fork dan menekan release bearing.
Proses tersebut bisa berbeda tergantung pada jenis koplingnya. Agar lebih paham, simak penjelasan tentang cara kerja kopling berikut ini.
Cara Kerja Kopling Mobil
Cara kerja kopling mobil terbagi menjadi dua, yakni saat pedal kopling diinjak dan saat pedal kopling dilepas. Berikut uraiannya seperti dikutip dari buku Pemeliharaan Sasis dan Pemindah Tenaga Kendaraan Ringan SMK/MAK Kelas XII susunan Z. Furqon, dkk.:
1. Cara kerja kopling saat pedalnya diinjak
Saat pengemudi menginjak pedal kopling mobil, release fork (tuas pembebas) akan menekan release bearing (bantalan pembebas). Pedal tersebut juga akan menekan diafragma spring dan mengungkit pressure plate. Sehingga, pelat kopling akan terbebas dan putaran mesin tidak akan diteruskan ke transmisi.
2. Cara kerja kopling saat pedalnya dilepas
Saat pengemudi melepas pedal kopling, maka release fork akan kembali ke posisi awal dan bantalan pembebas tidak akan menekan diafragma spring seperti saat kopling diinjak. Kondisi ini akan menyebabkan pressure plate kembali menekan pelat kopling dengan flywheel. Sehingga, putaran dari mesin dapat diteruskan ke transmisi.
Baca juga: Jenis-jenis Kopling Mobil beserta Kegunaannya
Cara Kerja Kopling Motor
Cara kerja kopling motor dibedakan menjadi dua jenis, tergantung tipe koplingnya. Berikut uraiannya yang bisa Anda simak:
1. Kopling otomatis
Kopling otomatis biasanya digunakan oleh sepeda motor bebek. Tipe kopling ini bekerja secara otomatis ketika putaran mesin rendah atau saat mesin memindahkan giginya ke transmisi.
Kopling otomatis terdiri dari dua bagian, yaitu kopling pertama dan kopling kedua. Kopling pertama merupakan bagian yang berhubungan langsung dengan poros engkol, sedangkan kopling kedua berhubungan dengan poros utama pada sistem transmisi.
Berikut tata cara menyetel kopling motor otomatis:
Kendorkan mur pengunci pada setelan kopling.
Putar setelan kopling searah jarum jam atau berlawanan jarum jam sesuai dengan setelan yang diinginkan
Kencangkan kembali mur pengunci untuk mengunci agar setelan tidak berubah.
2. Kopling Manual
Mekanisme kerja kopling ini dilakukan secara manual menggunakan handle. Kopling manual umumnya digunakan oleh sepeda motor tipe sport.
Prinsip kerjanya yaitu ketika handle kopling ditarik, maka lengan kopling berputar dan mendorong stut kopling. Selanjutnya, stut kopling akan menekan pelat kopling yang dapat menyebabkan kanvas kopling meregang.
Meregangnya kanvas kopling menyebabkan putaran rumah kopling (coupling house) tidak diteruskan ke poros utama (loss). Sebaliknya, saat handle kopling dilepas, kanvas dan pelat kopling justru menyebabkan putaran rumah kopling (coupling house) diteruskan ke poros utama sistem transmisi.
Baca juga: Cara Menyetel Kopling Motor dengan Mudah
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan kopling?

Apa yang dimaksud dengan kopling?
Kopling adalah salah satu komponen vital dalam sistem transmisi kendaraan.
Apa fungsi kopling?

Apa fungsi kopling?
Fungsinya yaitu untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft).
Apa saja jenis kopling motor?

Apa saja jenis kopling motor?
Kopling manual dan otomatis.
