Cara Manusia Memenuhi Kebutuhan saat Belum Ada Konsep Uang

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara manusia memenuhi kebutuhan saat belum ada konsep uang? Pada masa ketika uang belum dikenal, manusia mengandalkan kemampuan bertahan hidup dari alam dan hubungan sosial dalam kelompok.
Mereka berburu hewan untuk sumber protein, meramu buah-buahan, mengambil umbi, dan memanfaatkan tanaman liar sebagai makanan serta obat-obatan.
Kehidupan masih sangat sederhana, sehingga kebutuhan utama yang dipenuhi hanyalah kebutuhan dasar yaitu makan, tempat tinggal, dan rasa aman.
Cara Manusia Memenuhi Kebutuhan saat Belum Ada Konsep Uang
Bagaimana cara manusia memenuhi kebutuhan saat belum ada konsep uang? Dikutip dari laman fastercapital.com, jawabannya adalah melalui sistem barter, yaitu pertukaran langsung antara barang dengan barang lainnya yang dianggap memiliki nilai setara.
Pada masa ketika uang belum ditemukan, aktivitas pemenuhan kebutuhan dilakukan secara sederhana berdasarkan prinsip saling membutuhkan.
Misalnya, seseorang yang memiliki hasil kebun menukarkannya dengan hasil ternak milik orang lain. Proses ini terjadi tanpa perantara nilai mata uang, melainkan berdasarkan kesepakatan bersama mengenai nilai barang yang dipertukarkan.
Cara ini muncul karena setiap individu memiliki keterbatasan dalam menghasilkan semua kebutuhan sendiri. Dengan barter, setiap orang dapat fokus pada keahlian atau aktivitas yang paling dikuasai sehingga barang yang dihasilkan dapat ditukar dengan keperluan lain.
Selain pertukaran barang, interaksi sosial juga memegang peranan penting. Kepercayaan menjadi dasar utama, karena tidak ada catatan transaksi maupun sistem jaminan formal.
Pada kelompok masyarakat tertentu, barter juga diiringi dengan tradisi gotong royong. Bantuan diberikan secara sukarela, dan balasannya diterima dalam bentuk lain pada kesempatan berikutnya.
Sistem ini membentuk hubungan sosial yang kuat, karena nilai transaksi tidak hanya dilihat dari barang yang ditukar, tetapi juga dari kepercayaan, rasa hormat, dan saling ketergantungan.
Melalui cara inilah kebutuhan hidup terpenuhi sebelum konsep uang hadir sebagai alat tukar resmi dalam peradaban manusia. (ARIF)
Baca juga: 5 Ciri Jam Tangan Calvin Klein Original yang Perlu Dikenali
