Konten dari Pengguna

Cara Melihat Strawberry Moon 29 Juni 2026 dengan Mudah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara melihat Strawberry Moon 29 Juni 2026. Foto: Unsplash.com/Ganapathy Kumar
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara melihat Strawberry Moon 29 Juni 2026. Foto: Unsplash.com/Ganapathy Kumar

Cara melihat Strawberry Moon 29 Juni 2026 menjadi pencarian yang banyak dilakukan karena fenomena bulan purnama ini memiliki jalur lintasan yang berbeda dibandingkan kebanyakan bulan purnama lainnya.

Peristiwa langit tersebut juga dikenal melalui nama tradisional yang telah digunakan selama ratusan tahun di berbagai wilayah.

Momen ini dapat diamati tanpa memerlukan teleskop sehingga cocok dinikmati langsung dari lokasi dengan pandangan langit yang terbuka.

Cara Melihat Strawberry Moon 29 Juni 2026, Fenomena Alam

Ilustrasi bulan. Foto: Unsplash.com/Rhys Baker

Dikutip dari earthsky.org dan forbes.com, berikut adalah cara melihat Strawberry Moon 29 Juni 2026 agar bulan purnama tampak lebih jelas dan pengalaman mengamatinya menjadi lebih maksimal.

Strawberry Moon tahun ini mencapai fase purnama pada 29 Juni 2026 untuk wilayah Amerika, Eropa, dan Afrika, sedangkan sebagian besar Asia, Australia, dan Selandia Baru mengalaminya pada 30 Juni 2026 akibat perbedaan zona waktu.

Fenomena tersebut tetap merupakan bulan purnama yang sama, hanya waktu pengamatannya berbeda di setiap wilayah.

Waktu terbaik untuk mengamati Strawberry Moon bukan saat mencapai puncak fase purnama, melainkan ketika bulan mulai terbit dari ufuk timur sesaat setelah Matahari terbenam.

Pada waktu tersebut, bulan terlihat rendah di langit sehingga ukurannya sering tampak lebih besar karena efek perspektif. Cahaya keemasan yang muncul di dekat cakrawala juga membuat pemandangan menjadi lebih menarik.

Lokasi pengamatan memegang peranan penting. Pilih area terbuka seperti lapangan luas, pantai, perbukitan, atau tempat tinggi yang memiliki pandangan jelas ke arah timur hingga tenggara.

Bangunan tinggi, pepohonan lebat, maupun perbukitan yang menutupi cakrawala dapat mengurangi kesempatan menikmati momen saat bulan mulai terbit.

Cuaca juga perlu diperhatikan sebelum melakukan pengamatan. Langit cerah tanpa awan tebal memberikan peluang terbaik untuk melihat seluruh bentuk bulan purnama.

Kondisi udara yang bersih akan membantu cahaya bulan terlihat lebih terang sekaligus memperlihatkan warna hangat yang sering muncul ketika bulan masih berada dekat cakrawala.

Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat bantu optik. Mata telanjang sudah cukup untuk menikmati bentuk bulan purnama secara jelas.

Akan tetapi, teropong binokular dapat digunakan apabila ingin melihat permukaan bulan dengan detail yang lebih baik, termasuk area gelap dan terang yang membentuk pola khas pada permukaannya.

Strawberry Moon 2026 juga memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan bulan purnama lain karena termasuk micromoon. Istilah tersebut digunakan ketika bulan purnama berada di bagian orbit yang paling jauh dari Bumi.

Akibatnya, ukuran tampak bulan bisa sekitar 12 hingga 14 persen lebih kecil dibandingkan supermoon dan cahayanya sedikit lebih redup. Perbedaan tersebut umumnya tidak mudah dikenali hanya dengan pengamatan mata.

Fenomena ini juga dikenal sebagai micromoon terakhir sepanjang tahun 2026. Walaupun ukurannya sedikit lebih kecil, cahaya bulan tetap cukup terang untuk menerangi langit malam dan menutupi sebagian besar cahaya bintang yang lebih redup.

Strawberry Moon bukan berarti bulan berubah menjadi merah muda seperti buah stroberi. Nama tersebut berasal dari tradisi masyarakat di Amerika Utara yang mengaitkan bulan purnama bulan Juni dengan musim panen stroberi.

Di beberapa wilayah Eropa, bulan purnama ini juga dikenal sebagai Honey Moon atau Mead Moon karena warna keemasan yang sering terlihat ketika bulan berada rendah di langit.

Fenomena tahun 2026 semakin menarik karena bulan purnama berada di depan rasi Sagittarius, tepatnya di sekitar asterisme Teapot.

Arah tersebut menghadap ke pusat Galaksi Bima Sakti sehingga pengamatan bulan secara tidak langsung juga mengarah ke bagian tengah galaksi tempat Tata Surya berada.

Lintasan Strawberry Moon tahun ini juga tergolong tidak biasa. Di Belahan Bumi Utara, bulan akan melintas sangat rendah di langit sehingga menjadi salah satu lintasan bulan purnama terendah dalam beberapa dekade terakhir.

Sebaliknya, pengamat di Belahan Bumi Selatan akan melihat bulan bergerak jauh lebih tinggi sehingga memiliki sudut pandang yang lebih luas sepanjang malam.

Sebagai penutup, cara melihat Strawberry Moon 29 Juni 2026 menjadi panduan sederhana untuk menikmati salah satu fenomena langit paling menarik pada pertengahan tahun.

Langit cerah, lokasi terbuka, serta waktu pengamatan saat bulan mulai terbit menjadi kombinasi terbaik untuk menikmati keindahan bulan purnama ini. (Shofia)

Baca Juga: Fenomena Pink Moon 2026 dan Prediksi Waktunya