Cara Membersihkan Abu Vulkanik Erupsi Gunung Anak Krakatau

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat abu vulkanik sudah tersebar ke sejumlah daerah di Indonesia sehingga cara membersihkan abu vulkanik mendadak menjadi sorotan.
Dikutip dari kumparanNEWS dan situs rri.co.id, selama partikel abu masih ditemukan atau ada di udara maupun permukaan lingkungan, perlindungan kesehatan, terutama saluran pernapasan, patut menjadi perhatian bersama.
Cara Membersihkan Abu Vulkanik, Bukan Debu Biasa
Dikutip dari kumparanNEWS dan situs rri.co.id, berikut adalah cara membersihkan abu vulkanik.
Tidak menyapu abu vulkanik dalam kondisi yang kering. Hal ini karena partikel abu vulkanik dapat kembali beterbangan ke segala arah
Gunakan selalu masker selama proses pembersihan abu vulkanik
Tidak menyiram abu vulkanik secara berlebihan sebab gumpalan abu yang dapat terjadi sesudahnya bisa menyumbat saluran air yang berada di sekitarnya dan memicu genangan
Perciki air secukupnya sebelum menyapu abu. Hal ini agar abu vulkanik lebih berat dan membuatnya tidak mudah beterbangan
Gunakan air bersih untuk membilas mata dan hidung. Jangan lupa untuk meminum air putih yang cukup
Lepas masker di luar rumah sebelum masuk apabila selesai membersihkan abu vulkanik. Ganti pakaian dan lakukan mandi serta keramas. Pastikan untuk mencuci pakaian yang terkena abu vulkanik secara terpisah
Cara membersihkan abu vulkanik lainnya adalah masyarakat dilarang keras untuk meniup abu vulkanik atau menggunakan air blower (alat penyemprot udara bertekanan) untuk membersihkan abu
Menurut Ani Ruspitawati yang merupakan Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, abu vulkanik mempunyai karakteristik yang berbeda dari debu biasanya. Abu vulkanik memiliki partikel yang sangat kecil.
Abu vulkanik juga bisa membawa kandungan material kaca vulkanik yang sifatnya abrasif dan juga kandungan silika.
Selain itu, abu vulkanik juga bisa menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan, kulit, dan mata apabila mengenai bagian tubuh tertentu atau terhirup.
Beberapa gangguan kesehatan yang dapat terjadi dari paparan abu vulkanik, seperti iritasi tenggorokan, sesak napas, dan batuk.
Bagi masyarakat yang mempunyai penyakit pernapasan, seperti PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis) dan asma, abu vulkanik juga bisa memperburuk kondisi kesehatan.
Demikianlah cara membersihkan abu vulkanik. Masyarakat diminta untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau masih ada. (Mey)
Baca juga: Beli BBM Subsidi Tunjukkan STNK, Benarkah Jadi Syarat? Cek di Sini
