Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar bagi Wanita yang Sedang Haid

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Lailatul Qadar adalah hari yang istimewa pada bulan Ramadan, sehingga semua umat muslim, laki-laki maupun wanita berlomba-lomba untuk memperbanyak ibadah, menambah pahala. Namun, terkadang perempuan terhalang dengan masa period atau menstruasi, yang tidak memperkenankan untuk berpuasa, salat, atau membaca Al-Qur'an. Bagaiana cara mendapatkan malam lailatul qadar bagi wanita yang sedang haid?
Sebagaimana dikutip dari www.nu.or.id tentang pernyataan Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) KH Mahbub Ma’afi, meskipun terhalang untuk menjalankan ibadah salat, perempuan yang sedang haid tetap bisa memperoleh keberkahan malam lailatul qadar dengan mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Pengertian dan Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Bagi Wanita Yang Sedang Haid
Apa itu Lailatul Qadar?
Lailatul Qadar terdiri dari 2 kata, yaitu Lail yang artinya malam dan Qadar yang punya banyak arti. Lailatul Qadar adalah malam yang dipenuhi dengan rahmat dan keberkahan dari Allah Swt.
Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan dan kesempatan baik umat muslim untuk mendapatkan keberkahan, ampunan, dan rahmat dari Allah Swt.
Keistimewaan Lailatul Qadar dinyatakan pada surat Al-Qadr, yaitu Allah Swt berfirman :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ, لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Artinya:
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. (Q.S. al-Qadr [97]: 1-5)
Beberapa keutamaan malam Lailatul Qadar antara lain :
Nilainya lebih besar dari Seribu Bulan.
Malam Lailatul Qadar adalah malam Al-Qur'an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
Pada malam Lailatul Qadar, malaikat turun ke bumi dan menyampaikan salam serta kesejahteraan kepada orang-orang yang beribadah di malam itu.
Amalan yang dilakukan di malam Lailatul Qadr memiliki nilai pahala yang besar.
Oleh karena itu, menjelang malam Lailatul Qadar dan pada malamnya, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah seperti berdoa, bertafakur, dan berzikir.
Bahkan, banyak yang melakukan i'tikaf (beribadah di masjid) pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan, untuk mencari Lailatul Qadr.
Lalu, adakah caramendapatkan malam lailatul qadar bagi wanita yang sedang haid?
Wanita yang sedang haid memiliki keterbatasan dalam menjalankan ibadah tertentu dalam ajaran Islam. Hal ini disebabkan oleh ketentuan agama yang menjaga kesucian ritual ibadah dari najis fisik. Selama masa haid, wanita tidak diperbolehkan untuk melakukan salat dan puasa.
Meskipun ada keterbatasan tersebut, wanita yang sedang haid tetap memiliki kesempatan untuk mendapatkan keberkahan dari malam Lailatul Qadar karena diperbolehkan untuk melakukan beberapa amalan yang tidak memerlukan kesucian fisik.
Hal ini diungkapkan oleh Syekh Ahmad bin Salamah Al-Qalyubi (wafat 1069 H) dalam kitabnya:
وَتُثَابُ الْحَائِضُ عَلَى تَرْكِ مَا حَرُمَ عَلَيْهَا إذَا قَصَدَتْ امْتِثَالَ الشَّارِعِ فِي تَرْكِهِ
Artinya :
“Perempuan haid bisa mendapatkan pahala saat meninggalkan ibadah yang diharamkan baginya, jika dalam haidnya ia berniat mengikuti perintah syariat untuk meninggalkan keharaman.” (Ahmad bin Salamah Al-Qalyubi, Hasyiyata Qalyubi wa Umairah, [Beirut: Dar Al-Fikr], juz I, halaman 114).
Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan wanita yang sedang haid untuk mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar.
1. Zikir dan Doa
Memperbanyak zikir dan doa pada malam Lailatul Qadar, salah satu cara yang bisa dilakukan perempuan yang sedang menstruasi.
Zikir bisa dilakukan dalam hati, mengucapkan istighfar, serta memanjatkan doa-doa permohonan ampunan, keselamatan, dan keberkahan.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, yaitu
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عنها قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا ؟ قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (artinya: Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf menghapus kesalahan karenanya maafkanlah aku hapuslah dosa-dosaku ).” (HR Tirmidzi No 3513 dan Ibnu Majah No 3850)
2. Istigfar
Mengucapkan istigfar bertujuan untuk memohon ampunan kepada Allah Swt, baik sebagai bentuk penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan maupun sebagai usaha untuk membersihkan diri dari dosa-dosa tersebut.
Perempuan yang sedang haid dapat selalu memohon ampun kepada Allah Swt dengan membaca Istigfar.
Istigfar
اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ
Astaghfirullahal ‘adzim ( baca 100 kali )
Artinya: Saya memohon ampunan kepada Allah SWT.
Baca Allahu Akbar
اَللهُ أَكْبَرُ
Allahu Akbar (baca 33 kali)
Artinya: Allah Maha Besar
– Baca Hamdalah
اَلْحَمْدُلِلَّهِ
Alhamdulillah (baca 33 kali)
Artinya : “Segala puji bagi Allah”
– Membaca Subhanallah
سُبْحَانَ ٱللَّٰهِ
Subhanallah (baca 33 kali)
Artinya : “Maha Suci Allah”
Istighfar Nabi Muhammad saw Sebelum Wafat
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ
Subhanallahi wabihamdih, astaghfirullaha wa atuubu ilaih
Artinya : (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.)
Istighfar Pelebur Dosa
أستغفر الله الذي لا إله إلا هو الحي القيوم و أتوب إليه
Astaghfirullah, alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyumu wa atuubu ilaih
Artinya: (Aku memohon ampun kepada Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan kecuali Dia. Yang Mahahidup lagi Maha Berdiri Sendiri. Dan aku bertaubat kepada-Nya)
3. Membaca Al-Quran
Meskipun tidak diperbolehkan menyentuh mushaf Al-Quran, wanita yang sedang haid tetap bisa membaca Al-Quran dalam hati atau mendengarkan bacaan Al-Quran. Merenungkan ayat-ayat suci Al-Quran akan membawa keberkahan dan ketenangan pada malam Lailatul Qadar.
Wanita yang sedang haid dapat memperdalam pemahaman mereka tentang malam Lailatul Qadar dengan mempelajari hadis-hadis yang relevan. Hadis-hadis yang merujuk pada keutamaan malam Lailatul Qadar dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi mereka.
4. Sedekah
Malam Lailatul Qadar juga merupakan waktu yang tepat untuk berbuat kebaikan kepada sesama. Wanita yang sedang haid dapat memanfaatkan malam tersebut untuk melakukan sedekah atau memberikan bantuan kepada yang membutuhkan. Tindakan kebaikan ini juga akan mendatangkan keberkahan bagi mereka.
Hal itu dijelaskan dari hadis riwayat Tirmidzi, dari Anas, ia berkata:
Rasulullah saw ditanya “Puasa apakah yang lebih utama setelah Ramadan? Rasulullah saw bersabda (puasa di bulan) Sya’ban untuk mengagungkan Ramadhan, lalu sedekah apa yang paling utama? Sedekah di bulan Ramadhan” (HR. Tirmidzi)
5. Menambah Ilmu Pengetahuan
Untuk mencari dan menambah ilmu pengetahuan, wanita haid di malam Lailatul Qadar dapat melakukan antara lain :
Mendengarkan ceramah dantausiyah: Wanita yang sedang haid dapat mendengarkan ceramah atau tausiyah agama melalui rekaman audio atau video. Hal ini akan membantu mereka untuk mendapatkan ilmu dan mengambil manfaat dari malam yang mulia ini.
Membaca Buku-buku Islami: Wanita yang sedang haid dapat memanfaatkan waktu malam Lailatul Qadar dengan membaca buku-buku Islami yang berkualitas, baik itu tentang tafsir Al-Quran, hadis, sejarah Islam, atau topik-topik agama lainnya.
Wanita yang sedang haid juga perlu menghayati makna malam Lailatul Qadar dengan merenungkan kebesaran Allah SWT, serta memperkuat hubungan dengan-Nya. Penghayatan yang dalam akan membantu wanita merasakan keberkahan dan rahmat dari malam Lailatul Qadar meskipun dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk beribadah secara fisik.
Baca Juga: Apa Keutamaan Malam Lailatul Qadar? Ini Penjelasannya
Dari beberapa cara mendapatkan malam Lailatul Qadar bagi wanita yang haid seperti diulas di atas, perempuan tetap bisa melakukan amalan-amalan untuk meraih pahala dan keberkahan dari Allah Swt.
Keberkahan Allah tidak terbatas oleh kondisi fisik seseorang, tetapi lebih pada niat yang tulus dan usaha yang sungguh-sungguh dalam mendekatkan diri kepada-Nya. Dengan pemahaman yang mendalam, amalan yang diperbolehkan, dan penghayatan spiritual yang kuat, wanita yang sedang haid dapat memanfaatkan malam Lailatul Qadar sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt dan meraih keberkahan yang dijanjikan.(erna)
