Konten dari Pengguna

Cara Mengembalikan Indra Penciuman Saat Terinfeksi Covid-19

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana cara mengembalikan indra penciuman? Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Bagaimana cara mengembalikan indra penciuman? Foto: Shutterstock

Hilangnya indra penciuman atau anosmia merupakan salah satu gejala dari Covid-19. Oleh karena itu, berbagai cara mengembalikan indra penciuman pun dilakukukan, seperti mengonsumsi obat-obatan, mengoleskan minyak jarak di sekitar hidung, dan lainnya.

Apabila indra penciuman seseorang sudah kembali, hal ini tidak hanya membuat kualitas hidupnya meningkat. Melainkan sebagai penanda bahwa penyakit yang bersarang di dalam tubuh sudah berangsur pulih.

Lantas, apa penyebab lain dari hilangnya indra penciuman dan bagaimana cara mengatasinya? Berikut informasi lebih lengkapnya di bawah ini.

Penyebab Indra Penciuman Hilang

Flu bisa jadi penyebab indra penciuman hilang. Foto: Shutterstock

Semenjak munculnya Covid-19, indra penciuman yang hilang menjadi gejala utama dari penyakit tersebut. Penyebabnya karena virus Covid-19 masuk melalui saluran pernapasan dan merusak sel-sel yang ada di sekitarnya. Akibatnya, indra penciuman tidak bisa bekerja dengan maksimal.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa penyebab indra penciuman hilang disebabkan karena flu. Menurut Stanford Health Care, hal utama yang membedakan indra penciuman Covid-19 dengan flu adalah waktu dan gejala awal saat terjadi.

Biasanya, hilanganya indra penciuman karena Covid-19 terjadi secara tiba-tiba dan disertai dengan dysgeusia atau hilangnya indra pengecap. Sementara itu, indra penciuman yang hilang karena flu disebabkan diawali oleh saluran napas yang tersumbat.

Selain penyebab yang disebutkan sebelumnya, apa saja penyebab lain yang membuat hilangnya indra penciuman?

1. Kebiasaan merokok

Menurut laman resmi National Health Service UK, anosmia bisa disebabkan karena kebiasaan merokok, sehingga kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi bau semakin berkurang.

Meski demikian, kebiasaan merokok tidak membuat seseorang mengalami anosmia secara permanen. Jordan Teitelbaum, seorang ahli THT dan bedah kepala menyebutkan, dalam 48 jam ujung saraf penciuman akan memperbaiki dirinya sendiri.

Kemudian, indra penciuman pun bisa kembali kuat dalam waktu kira-kira 2-3 bulan. Masa pemulihan ini juga disusul dengan sel-sel pendukung yang dapat membantu kembalinya fungsi indra penciuman dalam kurun waktu kira-kira satu tahun lamanya.

2. Hidung tersumbat

Dalam buku Sound Medicine: How to Use the Ancient Science of Sound to Heal the Body karangan Kulreet Chaudhary, hidung tersumbat juga bisa menjadi penyebab awal indra penciuman hilang.

Umumnya hidung yang tersumbat diawali oleh peradangan pada selaput lendir di sekitar hidung. Akibatnya, hidung mulai mampet dan tidak bisa menghirup udara di sekitar. Kondisi ini juga menyebabkan seseorang tidak mencium aroma-aroma yang ada dengan normal.

3. Mengonsumsi obat-obatan

Tanpa disadari, mengonsumi obat-obatan dapat membuat indra penciuman menjadi tidak aktif. Menyadur The World Journal of Otorhinolaryngology Head and Neck Surgery karangan Dr. Daqing Li, penyebab obat-obatan mampu menghilangkan indra penciuman adalah kandungan yang ada di dalamnya.

Obat yang biasanya menyebabkan kondisi anosmia ini adalah antibiotik, antihipertensi, hingga antihistamin. Biasanya untuk mencegah terjadinya kondisi ini, calon pembeli bisa melakukan pengecekan pada label efek samping di kemasan obat tersebut.

4. Alzheimer

Alzheimer merupakan penyakit otak yang membuat daya mengingat seseorang menurun. Tidak hanya itu, penyakit ini juga menyerang kemampuan berpikir, berbicara, serta perubahan perilaku.

Menurut beberapa penelitian, salah satunya studi yang diterbitkan oleh Biosensors pada tahun 2018, tanda seseorang mengalami alzheimer adalah hilangnya indra penciuman.

Kondisi tersebut disebabkan karena protein abnormal telah merusak korteks pusat otak yang bertanggung jawab atas penciuman.

Cara Mengembalikan Indra Penciuman

Melakukan latihan membaui jadi salah satu cara untuk mengembalikan indra penciuman. Foto: Shutterstock

Pada umumnya, fungsi indra penciuman yang hilang tidak terjadi dalam kurun waktu yang lama. Gejala ini bahkan bisa dihilangkan oleh berbagai pengobatan hingga mengonsumsi berbagai bahan-bahan alami.

Lantas, apa saja cara yang bisa dilakukan untuk mengembalikan indra penciuman? Berikut informasinya.

1. Melakukan latihan membaui

Menurut laman resmi Rumah Sakit Universitas Indonesia, cara terbaik untuk segera mengembalikan indra penciuman adalah melakukan latihan membaui (olfactory training).

Latihan ini bisa dilakukan secara mandiri di rumah selama berulang kali dengan menyiapkan maroma yang menyengat, seperti minyak kayu putih, lemon cengkeh, bunga mawar, balsem beraroma, hingga parfum.

2. Mengirigasi hidung

Mengirigasi hidung atau mencuci hidung merupakan pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengembalikan indra penciuman. Beberapa tenaga medis menyarankan untuk mencuci hidung menggunakan cairan NaCl atau larutan garam yang bisa dibeli di apotek.

Untuk hasil yang lebih maksimal, berikut cara melakukan irigasi hidung menggunakan larutan air garam dengan tepat, di antaranya:

  1. Atur posisi tubuh dalam keadaan duduk

  2. Miringkan kepala ke salah satu sisi tubuh, bisa kanan atau kiri terlebih dahulu

  3. Semprotkan larutan garam ke salah satu lubang hidung. Lakukan secara perlahan ke arah berlawanan dengan sisi miringnya kepala

  4. Setelah itu larutan air garam akan mengalir keluar dari lubang hidung sebelahnya

  5. Ulangi cara ini pada lubang hidung yang belum diirigasi

Cara ini bisa dilakukan secara rutin dua hari seklai dalam kurun waktu 6-12 minggu. Umumnya mengirigasi hidung dilakukan sebelum tidur atau pada saat bangun tidur.

3. Menggunakan caster oil atau minyak jarak

Mengutip Healthline, indra penciuman yang hilang bisa diobati dengan menggunakan caster oil atau minyak jarak. Minyak ini memiliki kandungan asam risinoleat yang bisa melawan infeksi di dalam tubuh.

Tidak hanya itu, minyak jarak juga dapat mengurangi pembengkakan serta peradangan saluran hidung yang disebabkan oleh pilek dan alergi. Umumnya minyak jarak ini diteteskan di setiap lubang hidung dan dilakukan satu kali saat bangun tidur dan sebelum tidur.

Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh

Menjaga daya tahan tubuh bisa dilakukan dengan rutin berolahraga. Foto: Pexels

Supaya terhindar dari tidak bekerjanya indra penciuman dengan baik, daya tahan tubuh perlu dijaga sebaik mungkin. Dengan begitu, tubuh bisa lebih kebal dari bakteri atau virus.

Menyadur buku 50 Resep Makanan untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh karangan Lenny Jusup, berikut tips menjaga daya tahan tubuh, di antaranya:

  • Menjaga pola hidup yang lebih sehat

  • Menghindari pikiran yang stres

  • Mengonsumsi makanan berserat dan tinggi antioksidan

  • Mengonsumsi makanna yang kaya akan vitamin dan mineral

  • Rutin berolahraga

  • Menjaga kualitas tidur yang cukup

  • Rutin menghangatkan tubuh dengan berjemur di bawah sinar matahari

(JA)