Cara Menggunakan Cawan Krus di Laboratorium

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu alat yang sering digunakan dalam laboratorium Kimia adalah cawan krus. Sebelum menggunakan alat ini, mahasiswa atau siswa perlu mengetahui cara menggunakan cawan krus terlebih dahulu. Tujuannya untuk melindungi Keselamatan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium.
Dikutip dari Kamus Istilah Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam yang diterbitkan The Ohio State University, cawan krus adalah wadah yang terbuat dari bahan tahan api. Cawan ini dapat digunakan untuk memanaskan logam atau bahan lain yang titik lelehnya tinggi.
Alat ini tahan terhadap temperatur yang sangat tinggi. Penggunaannya pun lebih murah dibandingkan dengan tanur, sehingga lebih banyak ditemukan di laboratorium.
Cawan krus juga disebut gooch crucible atau cawan porselen. Penggunaannya berhubungan dengan api dan pemijaran, sehingga diperlukan tingkat kehati-hatian yang tinggi.
Cara Menggunakan Cawan Krus
Cawan krus sering digunakan untuk melakukan analisis gravimetri, sebuah metode kimia analitik yang dilakukan untuk menentukan kuantitas suatu zat atau komponen. Caranya dengan mengukur berat komponen dalam keadaan murni setelah melalui proses pemisahan.
Bahan dari cawan krus adalah porselen yang tahan temperatur tinggi. Beberapa cawan krus memiliki bagian dasar yang berlubang, sehingga endapan dapat disaring dengan lebih mudah.
Dalam analisis gravimetri, cawan krus berperan sebagai alat pemijaran zat sebelum kuantitasnya dapat ditemukan. Dikutip dari buku Analisis Titrimetri dan Gravimetri karya Indayatmi, S.Pd.,M.Sc. (2021), berikut cara menggunakan cawan krus:
Sebelum digunakan, krus porselen kosong ditimbang terlebih dahulu. Berat krus porselen kosong ini dinyatakan sebagai Wo.
Krus kemudian diisi dengan zat tertentu yang digunakan dalam proses penelitian kimia analitik.
Sebelum memanaskan cawan krus, gunakan penjepit krus atau penjepit cawan porselen khusus yang sesuai. Ini merupakan alat laboratorium yang berfungsi untuk menjepit cawan krus agar tidak bersinggungan langsung dengan tubuh penggunanya.
Lanjutkan ke tahap pengabuan, pemanggangan, atau pemijaran. Panaskan cawan krus sesuai dengan langkah-langkah kimia analitik yang ditentukan. Langkah ini dapat dilakukan dengan oven, segitiga porselen, atau tungku pengabuan muffle-furnace.
Setelah proses pemijaran selesai, cawan krus dimasukkan ke dalam eksikator sampai dingin sebelum ditimbang. Pastikan penjepit selalu digunakan untuk memindah cawan krus.
Baca juga: 6 Kerugian Akibat Kecelakaan Kerja yang Perlu Diwaspadai
Aturan K3 di Laboratorium
Cara penggunaan cawan krus dan alat-alat laboratorium lainnya wajib dipahami oleh mahasiswa/siswa, laboran, serta siapa pun yang berkegiatan di dalam lab. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di laboratorium harus selalu dipatuhi demi menjamin keselamatan dari kecelakaan kerja atau risiko lainnya.
Di bawah ini beberapa prosedur K3 di laboratorium yang dikutip dari laman Environment and Energy Center:
Menggunakan sarung tangan yang nyaman dan aman sesuai dengan peraturan di laboratorium.
Ikat rambut yang panjang sehingga tidak menjuntai.
Pindahkan bahan kimia sesuai jumlah yang diperlukan.
Pahami masing-masing zat dan reaksinya ketika dipanaskan atau dipijarkan.
Jika terkena bahan kimia atau terjadi kecelakaan di laboratorium, segera minta bantuan kepada orang-orang terdekat.
Pahami panduan laboratorium yang disediakan oleh sekolah, kampus, atau lembaga penelitian masing-masing.
(TAR)
Baca juga: Cara Menghitung Perpindahan dan Contohnya dalam Ilmu Fisika
