Cara Menggunakan Rumus IF di Excel dan Contohnya

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Microsoft Excel adalah satu dari sejumlah software yang dikembangkan Microsoft. Dalam Excel, ada istilah formula yang berisikan rumus untuk mengerjakan perhitungan tertentu, salah satunya rumus IF.
Cara menggunakan rumus IF di Excel tidak sulit. Simak pembahasan selengkapnya mengenai rumus IF di bawah ini.
Pengertian Rumus IF di Excel
Mengutip situs support.microsoft.com, fungsi IF atau rumus IF merupakan salah satu fungsi paling populer di Excel, yang memungkinkan Anda membuat perbandingan logis antara nilai dan perkiraan.
Oleh karena itu, pernyataan IF dapat memiliki dua hasil. Hasil pertama jika perbandingan Benar (TRUE) dan hasil kedua jika perbandingan Salah (FALSE).
Dengan kata lain, fungsi IF ini akan melakukan evaluasi terhadap uji logika tertentu kemudian menghasilkan nilai Benar atau Salah.
Untuk melakukan uji logika ini, fungsi IF pada excel biasanya menggunakan operator perbandingan =, >, >= , < atau <= dan lain sebagainya.
Baca Juga: Rumus Standar Error di Excel, Simak Informasinya di Sini
Operator Logika untuk Fungsi IF
Rumus IF-THEN Excel dapat menggunakan operator logika berikut.
= artinya 'setara dengan'. Contohnya, A1=B1
<> artinya 'tidak setara dengan'. Contohnya, A1<>B1
> artinya 'lebih besar dari'. Contohnya, A1>B1
>= artinya 'lebih besar atau setara dengan'. Contohnya, A1>=B1
< artinya 'lebih kecil dari'. Contohnya, A1<B1
<= artinya 'lebih kecil atau setara dengan'. Contohnya, A1<=B1
Perlu dicatat bahwa fungsi IF tidak mendukung wildcard.
Cara Menggunakan Rumus IF di Excel
Excel Explained menjelaskan cara menggunakan rumus IF di Excel sebagai berikut.
Pilih sel tempat Anda ingin menyisipkan rumus IF. Dengan menggunakan mouse atau keyboard, navigasikan panah kursor ke sel tempat Anda ingin menyisipkan rumus.
Ketik =IF(
Masukkan kondisi yang ingin diperiksa, diikuti dengan koma (,). Argumen pertama dari fungsi IF adalah logika_test. Ini adalah kondisi yang ingin Anda validasi. Misalnya C6 > 70.
Masukkan nilai yang akan ditampilkan bila kondisinya TRUE, diikuti dengan koma (,). Argumen kedua dari fungsi IF adalah value_if_true. Di sini, Anda dapat menyisipkan rumus bertingkat atau pesan sederhana seperti “YES”.
Masukkan nilai yang akan ditampilkan ketika kondisinya FALSE. Argumen terakhir dari fungsi IF adalah value_if_false. Sama seperti langkah sebelumnya, Anda dapat menyisipkan rumus bertingkat atau menampilkan pesan seperti “NO”. Ini juga dapat diatur sebagai string kosong (“”), yang akan menampilkan sel yang tampak kosong.
Ketik ) untuk menutup fungsi dan tekan ENTER
Dalam penjelasan di atas, diketahui bahwa formula IF di Excel memiliki tiga argumen utama, yakni:
Logical_test: Kondisi yang akan dites dan dinilai sebagai true (benar) atau false (salah).
Value_IF_true: Nilai yang dihasilkan sesuai dengan argumen logical test. Dalam kata lain, kondisinya terpenuhi.
Value_IF_false: Nilai yang dihasilkan tidak sesuai dengan argumen logical test, atau dalam kata lain kondisinya tidak terpenuhi.
Baca Juga: 4 Rumus Microsoft Excel yang Sering Digunakan dan Contohnya
Jenis-jenis Rumus IF
1. Rumus IF Tunggal
Salah satu jenis rumus IF yang paling dikenal banyak orang adalah IF tunggal. Formula IF Tunggal adalah menggunakan 1 buah rumus tanpa digabungkan dengan rumus lainnya.
Rumus IF Tunggal umumnya digunakan untuk menentukan suatu kelulusan dari mata pelajaran tertentu. Contohnya:
Nilai 70 sampai 100 adalah LULUS
Nilai kecil dari 70 adalah GAGAL
Tahapan cara menggunakan rumus IF Tunggal dengan contoh di atas adalah sebagai berikut:
Klik sel yang akan menggunakan Fungsi IF. Misalnya, Sel C2.
Ketik fungsi IF pada Formula Bar, ketik =IF(untuk mengawali Fungsi IF).
Buat argumen untuk menguji kriteria yang diinginkan.
Dalam contoh ini, kriteria pengujian ada 2 yaitu jika >= 70, maka LULUS dan jika <70, maka GAGAL.
Kemudian, masukkan kriteria pertama untuk logical_test.
Caranya, klik sel yang akan diuji (B2), ketik >=70,. Pastikan rumus yang ditulis menjadi =IF(B2>=70,.
Masukkan argumen value_if_true, berarti B2 berisi nilai >=70, maka hasil ini yang akan diberikan Excel.
Silahkan ketik “LULUS” atau rumus menjadi =IF(B2>=70,”LULUS”,.
2. Rumus IF Bertingkat
Selain IF tunggal, ada juga rumus IF bertingkat. Cara yang bisa digunakan untuk IF bertingkat adalah dengan menggabungkan dua atau lebih fungsi IF di dalam satu sel.
Teknik ini cocok digunakan jika memiliki lebih dari satu kriteria pengujian. Umumnya, dua jenis rumus ini yang bertingkat yang sering digunakan adalah IF "And" dan IF "Or".
a. IF “And”
Pada kriteria ini, penggabungan fungsi IF dan "And" untuk pengujian 2 atau lebih kriteria yang saling berhubungan atau sejenis. Rumus IF Bertingkat "And" dapat ditulis seperti berikut:
=IF(logical_test1,IF(logical_test2,[value_if_true2],[value_if_false2]),[value_if_false1]
Contoh soal:
Siswa hanya dinyatakan LULUS jika memenuhi Standar Nilai Kelulusan Minimal untuk kedua Nilai (MID dan UAS). Sebaliknya, jika tidak memenuhi kriteria akan dinyatakan GAGAL.
Berikut Standar Nilai Kelulusan Minimal:
Nilai MID = 75
Nilai UAS = 80
Tahapan cara menggunakan rumus IF Bertingkat "And" yakni seperti berikut ini:
Masukkan Fungsi IF beserta logical_test dan operator pemisah rumus ( , atau ; ).
Rumus yang tertulis akan menjadi =IF(B2>=75,
Masukkan logical_test beserta operator pemisah rumus ( , atau ; ) untuk Fungsi IF kedua.
Rumus kedua yang tertulis akan menjadi =IF(B2>=75,IF(C2>=80,
Masukkan value_if_true atau rumus menjadi =IF(B2>=75,IF(C2>=80,“LULUS”,
Masukkan value_if_false dengan ditulis dalam rumus menjadi =IF(B2>=75,IF(C2>=80,“LULUS”,“GAGAL”),
Masukkan value_if_false dan tanda tutup kurung untuk Fungsi IF pertama atau rumus menjadi =IF(B2>=75,IF(C2>=80,“LULUS”,”GAGAL”),“GAGAL”).
Tekan ENTER untuk melihat hasilnya.
Artinya dari soal cerita tersebut, jika B2>=75 “dan” Jika C2>=80 Maka LULUS. Namun, jika salah satu tidak terpenuhi maka GAGAL, begitu juga apabila semua tidak terpenuhi maka GAGAL.
2. IF “Or”
Rumus IF "Or" bisa ditulis seperti berikut ini:
=IF(B7>=70,“LULUS”,“GAGAL”)
Contoh soalnya:
Nilai 70 sampai 100 adalah LULUS
Nilai kecil dari 70 adalah GAGAL
Terlihat ada 2 kriteria di atas yang tidak saling berhubungan. Dalam perhitungan tidak berhubungan, data yang diuji perlu sama yakni berbasis angka.
Tahapan cara menghitung IF Excel "Or", yaitu:
Lakukan pengujian Logical_test =IF(B7<70,
Apabila (benar) Nilai pada Cell B7 lebih kecil dari 70, maka Excel memberikan hasil value_if_true.
Apabila nilai pada Cell B7 tidak lebih kecil dari 70, maka Excel akan memberikan hasil dari value_if_false.
Masukkan rumus ini kedua dengan =IF(B7<70,”GAGAL”,IF(B7<=100,”LULUS”,”DATA SALAH”.
Apabila logical_test benar, maka hasilnya value_if_true =IF(B7<70,”GAGAL”,IF(B7<=100,“LULUS”.
Apabila logical_test salah, maka hasilnya value_if_false =IF(B7<70,”GAGAL”,IF(B7<=100,”LULUS”,“DATA SALAH”.
Contoh Rumus IF sederhana
Berikut beberapa contoh sederhana rumus IF dirangkum dari situs support.microsoft.com.
Contoh 1.
=IF(C2=”Ya”,1,2)
Dalam contoh di atas, sel D2 mengatakan: IF(C2 = Ya, jadi kembalikan 1, jika tidak kembalikan 2)
Contoh 2.
=IF(C2=1,”Ya”,”Tidak”)
Dalam contoh ini, rumus di sel D2 mengatakan: JIKA(C2 = 1 maka berikan Ya, jika tidak berikan Tidak)Seperti yang Anda lihat, fungsi IF dapat digunakan untuk mengevaluasi teks dan nilai.
Fungsi IF juga dapat digunakan untuk mengevaluasi kesalahan. Anda tidak dibatasi hanya memeriksa jika satu hal sama dengan hal lain dan memberikan satu hasil, Anda juga dapat menggunakan operator matematis dan melakukan perhitungan lain tergantung kriteria Anda.
Anda juga dapat menumpuk beberapa fungsi IF bersamaan untuk melakukan beberapa perbandingan.
Contoh 3.
=IF(C2>B2,”Melebihi Budget”,”Dalam Budget”)
Dalam contoh di atas, fungsi IF di D2 mengatakan IF(C2 Lebih Besar Dari B2, kembalikan "Melebihi Budget", jika tidak kembalikan "Dalam Budget")
Contoh 4.
=IF(C2>B2,C2-B2,0)
Dalam ilustrasi di atas, kita akan mengembalikan perhitungan matematis, dan bukan kembali ke perhitungan matematis. Agar rumus dalam E2 mengatakan IF(Aktual lebih besar daripada Anggaran, maka Kurangi jumlah Anggaran dari jumlah Aktual, jika tidak kembali ke nol).
Contoh 5.
=IF(E7=”Ya”,F5*0,0825.0)
Dalam contoh ini, rumus dalam F7 mengatakan IF(E7 = "Ya", lalu hitung Jumlah Total di F5 * 8,25%, selain itu tidak ada Pajak Penjualan yang jatuh tempo, maka kembalikan 0)
Perlu dicatat, jika akan menggunakan teks dalam rumus, Anda perlu mengapit teks dengan tanda kutip (misalnya, “Teks”). Satu-satunya pengecualian adalah penggunaan TRUE atau FALSE, yang secara otomatis dipahami Excel.
(DEL)
