Cara Mengidentifikasi Emosi Diri dalam Penerapan CASEL

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bapak dan Ibu guru sebelum mengajar, bagaimanakah cara Anda mengidentifikasi emosi diri dan menjaga relasi dengan orang lain sehingga penerapan CASEL dapat dilaksanakan dengan baik? Informasi tersebut patut diketahui, agar pembelajaran bisa optimal.
CASEL (Collaborative for Academic, Social, and Emotional Learning) adalah kerangka kerja yang menerapkan Pembelajaran Sosial Emosional (PSE) mencakup lima komponen, yakni kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial, kemampuan berinteraksi sosial, dan pengambilan keputusan bertanggung jawab.
Cara Mengidentifikasi Emosi Diri dalam Penerapan CASEL oleh Guru Sebelum Mengajar
Kerangka CASEL dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. Lantas, Bapak dan Ibu guru sebelum mengajar, bagaimanakah cara Anda mengidentifikasi emosi diri dan menjaga relasi dengan orang lain sehingga penerapan CASEL dapat dilaksanakan dengan baik?
1. Mengidentifikasi Emosi Diri
Untuk mengidentifikasi emosi diri sesuai CASEL adalah memulainya dengan kesadaran diri yang merupakan kemampuan untuk mengenali emosi, kekuatan, dan kelemahan diri, dikutip dari buku Guru Penggerak Transformatif, Rintik Sunariati, M.Pd., dkk., (2025:17). Berikut ini cara selengkapnya.
Memindai tubuh
Memindai tubuh dengan mengenali sensasi fisik yang muncul dapat membantu mengetahui emosi yang dirasakan. Sering kali emosi muncul bersama ciri khusus pada tubuh, seperti detak jantung cepat menandakan cemas, hingga dada terasa sesak saat marah.
Merefleksikan diri
Sebelum mengajar, ada baiknya meluangkan waktu untuk melakukan refleksi diri. Caranya dengan bertanya kepada diri sendiri mengenai perasaan yang sedang dirasakan, sehingga bisa mengenali emosi yang ada dalam diri.
Memberikan label emosi
Setelah mengenali emosi yang dirasakan, maka penting untuk memberikan label atau nama pada emosi dan perasaan tersebut. Misalnya, jika merasa kurang baik, maka deskripsikan emosi tersebut menjadi perasaan kecewa, lelah, marah, dan lainnya.
Menuliskannya dalam jurnal
Guru dapat mencatatkan emosi harian dalam jurnal atau buku catatan. Hal ini dapat membantu guru melihat pola emosi dan reaksi pada diri sendiri terhadap situasi maupun orang-orang tertentu dalam kurun waktu yang ditetapkan.
2. Menjaga Relasi dengan Orang Lain
Sementara, kemampuan menjaga relasi dengan orang lain yang menjadi bagian dari kemampuan berinteraksi sosial dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini.
Berkomunikasi dengan efektif
Kemampuan berkomunikasi yang efektif perlu dimiliki oleh para guru. Misalnya, dengan menyapa para siswa dan berbicara dengan ramah untuk membangun hubungan guru dan siswa yang baik.
Mendengarkan secara aktif
Memberikan perhatian penuh kepada para siswa bisa dilakukan dengan mendengarkan secara aktif. Saat siswa tengah berbicara, sebaiknya guru mendengarkan tanpa menghakimi.
Menjadi sumber teladan
Sebagai guru penting untuk menjadi sumber teladan yang baik bagi para siswa. Caranya dengan membangun hubungan yang positif dan mencontohkan hal baik selama berada di sekolah.
Itu dia cara mengidentifikasi emosi diri dalam penerapan CASEL yang bisa dilakukan oleh guru di sekolah. Dengan melakukan hal tersebut, maka membantu proses belajar mengajar menjadi lebih optimal. (PRI)
Baca juga: Jadwal PPG Calon Guru Gelombang 2 2026 dan Tahapan Seleksinya
