Konten dari Pengguna

Cara Mengisi Kokurikuler di e-Rapor dengan Tepat untuk Guru

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Mengisi Kokurikuler di e-Rapor. Unsplash.com/Agefis
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Mengisi Kokurikuler di e-Rapor. Unsplash.com/Agefis

Cara mengisi kokurikuler di e-Rapor menjadi hal yang penting dan perlu diketahui oleh para guru karena harus merancang kegiatan yang bermakna dan mendokumentasikannya secara sistematis melalui aplikasi e-Rapor.

E-rapor menjadi dasar penilaian capaian profil lulusan peserta didik. Oleh karena itu, guru harus memahami alur dan tahapan pengisian kokurikuler di e-Rapor. Hal ini agar data yang diinput akurat, konsisten, dan sesuai ketentuan.

Cara Mengisi Kokurikuler di e-Rapor dengan Tepat untuk Guru

Ilustrasi Cara Mengisi Kokurikuler di e-Rapor. Unsplash.com/Austin Distel

Dikutip dari Panduan E-Rapor SMK: Kupas Tuntas Aplikasi e-Rapor SMK dan Cara Penggunaan Aplikasi di Satuan Pendidikan, I Nyoman Pasek dkk, 2025, 55-67, berikut adalah cara mengisi kokurikuler di e-Rapor dengan tepat untuk guru berdasarkan alur pengelolaan data pada aplikasi e-Rapor.

Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk memperkuat capaian intrakurikuler. Kegiatan ini juga mendukung pembentukan karakter serta profil lulusan peserta didik.

Dalam e-Rapor, kokurikuler dikelola secara terstruktur mulai dari penetapan tema, penyusunan kegiatan, pembentukan kelompok, dan proses penilaian dan deskripsi capaian.

1. Mengelola Tema Kokurikuler

Tema berfungsi sebagai penghubung kegiatan dengan konteks sosial, budaya, dan karakteristik peserta didik. Guru dapat membuka menu Data Kokurikuler lalu memilih submenu Daftar Tema.

Pada menu ini, pengguna dapat menambahkan atau mengedit tema kokurikuler yang diadakan di sekolah. Dalam proses input, maksimal ada lima tema dapat ditambahkan.

Perlu diketahui bahwa tema kokurikuler yang sudah diinput tidak dapat dihapus. Jika suatu tema tidak digunakan, statusnya dapat diubah menjadi tidak aktif.

2. Menyusun Daftar Kegiatan Kokurikuler

Setelah tema tersedia, langkah selanjutnya adalah menyusun daftar kegiatan kokurikuler. Kegiatan harus diinput terlebih dahulu sebelum guru melakukan penilaian kepada peserta didik.

3. Membentuk Kelompok Kokurikuler

Adanya kelompok digunakan untuk mengelompokkan peserta didik yang mengikuti kegiatan tertentu. Dalam menu kelompok kokurikuler, guru dapat menambahkan data kelompok dengan mengisi nama kelompok, tingkat kelas, fase, dan koordinator.

Guru juga bisa menentukan guru koordinator yang bertugas menginput nilai capaian kokurikuler siswa. Setelah kelompok dibuat, sistem akan menampilkan daftar kelompok yang aktif dan siap digunakan.

4. Menambahkan Anggota Kelompok Kokurikuler

Anggota kelompok dapat ditambahkan per siswa atau sekaligus satu kelas penuh. Jika terdapat perubahan, guru dapat mengeluarkan siswa dari kelompok menggunakan fitur hapus pada data anggota kelompok.

5. Menentukan Kegiatan Kokurikuler per Kelompok

Setiap kelompok kokurikuler harus ditetapkan kegiatan yang dipilih. Guru dapat memilih satu atau lebih kegiatan kokurikuler untuk setiap kelompok, terutama jika kegiatan yang sama diikuti oleh semua anggota kelompok.

6. Proses Penilaian Kokurikuler oleh Guru Koordinator

Setelah struktur kokurikuler lengkap, guru koordinator kelompok bertugas melakukan penilaian. Penilaian dilakukan berdasarkan tercapainya profil lulusan yang telah ditetapkan pada masing-masing kegiatan.

Nilai yang diinput harus mencerminkan proses dan hasil keikutsertaan setiap peserta didik dalam kegiatan kokurikuler. Oleh karena itu, guru harus mampu melakukan observasi berkelanjutan dan pencatatan yang objektif selama kegiatan berlangsung.

7. Mengisi Deskripsi Kokurikuler

Tahap akhir dalam pengisian kokurikuler di e-Rapor adalah pengisian deskripsi. Deskripsi memuat narasi capaian peserta didik terhadap profil lulusan melalui kegiatan kokurikuler.

Guru dapat menuliskan deskripsi secara manual untuk setiap siswa atau menggunakan fitur Generate Otomatis dari Nilai Kokurikuler.

Fitur ini menghasilkan deskripsi berdasarkan nilai capaian yang telah diinput sebelumnya. Setelah deskripsi sesuai, data harus disimpan agar bisa ditampilkan pada rapor peserta didik.

Memahami cara mengisi kokurikuler di e-Rapor secara optimal akan memudahkan proses administrasi. Selain itu, panduan ini juga dapat membantu sekolah mendokumentasikan proses pembelajaran kokurikuler secara profesional dan bertanggung jawab. (Win)

Baca juga: 7 Catatan Wali Kelas SMA di Raport yang Memotivasi Masa Depan