Konten dari Pengguna

Cara Mengisi Kokurikuler di RDM dengan Praktis

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara mengisi kokurikuler di RDM. Foto: Unsplash.com/Ioana Han
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara mengisi kokurikuler di RDM. Foto: Unsplash.com/Ioana Han

Cara mengisi kokurikuler di RDM menjadi perhatian penting seiring pembaruan rapor digital madrasah yang semakin terintegrasi.

Pemahaman yang tepat membantu pencatatan perkembangan nonakademik berjalan rapi, objektif, dan selaras kebijakan pendidikan terbaru.

Keteraturan proses pengisian mendukung rapor sebagai cerminan utuh perjalanan belajar dan pembentukan karakter peserta didik.

Cara Mengisi Kokurikuler di RDM Digital

Ilustrasi Cara mengisi kokurikuler di RDM. Foto: Unsplash.com/LAUREN GRAY

Dikutip dari minorrahman.sch.id, berikut adalah cara mengisi kokurikuler di RDM yang disusun berdasarkan alur sistem, regulasi, serta praktik teknis pada versi terbaru.

1. Memastikan Aplikasi RDM Telah Diperbarui ke Versi 3.1

Pembaruan aplikasi menjadi fondasi utama karena menu kokurikuler hanya muncul pada RDM versi 3.1. Versi ini menggantikan menu P5RA sehingga seluruh penilaian nonakademik berpindah ke sistem baru yang lebih terintegrasi.

Pembaruan memastikan struktur data rapor selaras dengan kebijakan rapor digital madrasah tahun 2025. Stabilitas aplikasi setelah pembaruan juga mengurangi risiko kesalahan input dan kehilangan data.

Langkah ini berdampak langsung pada keterbacaan rapor karena nilai kokurikuler menyatu dengan nilai akademik.

2. Menetapkan Pembina atau Koordinator Kokurikuler

Penetapan pembina dilakukan oleh admin madrasah sebagai penanggung jawab penilaian kokurikuler. Peran koordinator memastikan setiap kegiatan memiliki arah, indikator jelas, dan standar penilaian seragam.

Koordinator bertugas mengelola pengaturan awal, memantau konsistensi penilaian, serta memastikan kesesuaian regulasi. Penunjukan yang jelas mencegah tumpang tindih kewenangan antar guru pengampu kegiatan.

Struktur ini membantu madrasah menjaga objektivitas dan akuntabilitas dalam penilaian nonakademik.

3. Menyusun Indikator Penilaian Berbasis DPL dan Panca Cinta

Indikator penilaian disusun dengan merujuk delapan Dimensi Profil Lulusan dan Tujuan Panca Cinta. Setiap indikator perlu menggambarkan aspek sikap, keterampilan, dan nilai yang muncul dalam kegiatan kokurikuler.

Dimensi seperti keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi menjadi acuan utama.

Tujuan Panca Cinta memperkaya indikator dengan nilai cinta Allah, ilmu, lingkungan, diri, sesama, serta tanah air. Perumusan indikator yang rinci membantu deskripsi penilaian menjadi konkret dan mudah dipahami dalam rapor.

4. Menginput Nilai dan Deskripsi Kokurikuler ke Sistem

Penginputan nilai dilakukan melalui menu kokurikuler setelah indikator tersimpan dengan benar. Setiap entri nilai perlu disertai deskripsi yang mencerminkan perilaku nyata selama kegiatan berlangsung.

Deskripsi harus selaras dengan indikator DPL dan Panca Cinta agar rapor memiliki dasar pedagogis kuat. Pengisian berkala membantu pencatatan perkembangan peserta didik secara berkelanjutan, bukan penilaian sesaat.

Konsistensi bahasa dan kedalaman deskripsi meningkatkan kualitas informasi dalam rapor digital.

5. Memastikan Integrasi Nilai dalam Rapor Menyeluruh

Nilai kokurikuler pada RDM otomatis terhubung dengan rapor utama peserta didik. Integrasi ini menampilkan perkembangan akademik dan nonakademik secara bersamaan dalam satu dokumen resmi.

Rapor menjadi alat refleksi komprehensif tentang karakter, sikap, serta kompetensi sosial peserta didik. Pemeriksaan akhir diperlukan untuk memastikan tidak ada indikator kosong atau deskripsi yang tidak relevan.

Tahap ini menegaskan fungsi rapor sebagai gambaran utuh proses pendidikan di madrasah.

Secara keseluruhan, pemahaman cara mengisi kokurikuler di RDM membantu madrasah menjaga kualitas penilaian karakter secara sistematis dan berkelanjutan.

Penerapan langkah yang runtut menjadikan rapor digital sebagai dokumen edukatif yang bermakna, bukan sekadar administrasi. (Shofia)

Baca Juga: 5 Pertanyaan saat Ambil Rapor yang Perlu Disiapkan oleh Orang Tua