Konten dari Pengguna

Cara Mengutip dari Jurnal secara Langsung dan Tidak Langsung

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara mengutip dari jurnal. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara mengutip dari jurnal. Foto: Pexels

Daftar isi

Dalam penulisan karya ilmiah, mahasiswa perlu memahami cara mengutip dari jurnal yang benar. Kutipan atau situasi menunjukkan bahwa bagian-bagian tertentu yang disajikan dalam karya ilmiah tersebut bersumber dari penulis lain dengan dasar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ada dua cara mengutip dari jurnal yang bisa diikuti saat penulisan karya ilmiah, yaitu secara langsung dan tidak langsung. Untuk lebih jelasnya, simak artikel!

Cara Mengutip dari Jurnal

Ilustrasi cara mengutip dari jurnal. Foto: Pexels

Menurut buku Mudah Membuat Referensi dan Bibliografi karya Rudy Agung Nugroho pada 2015, tujuan menulis kutipan adalah memberikan pengakuan karya cipta pada penulis yang dirujuk, memberi kesempatan untuk pembaca menemukan kembali sumber informasi, dan menghindari plagiarisme.

Selain harus memiliki kemampuan merangkum bacaan, penulis karya ilmiah harus memiliki keterampilan merujuk dan menunjukkan sumber untuk mendukung gagasan penulis. Sementara itu, pengutipan adalah menggunakan teori, ide, konsep, dan lainnya yang sejenis dengan sumber yang dirujuk.

Apabila penulis karya ilmiah tak menggunakan kutipan saat merujuk kalimat, dapat melanggar etika. Menyadur dari Merangkum dan Mengutip dalam Penulisan Karya Ilmiah oleh Kastam Syamsi yang diterbitkan staffnew.uny.ac.id, berikut ini dua cara mengutip dari jurnal.

1. Kutipan Langsung

Kutipan langsung merupakan kutipan yang ditulis sama persis dengan sumber aslinya, baik ejaan dan bahasanya. Kutipan langsung berfungsi sebagai data atau mengemukakan konsep dan informasi.

Rujukan dalam pengutipan langsung ditulis dalam tanda kurung, dengan susunan dimulai dengan nama akhir penulis (seperti pada daftar pustaka), tanda koma, tahun terbit, titik dua, dan diakhiri dengan nomor halaman.

Di bawah ini ketentuan-ketentuan dalam membuat kutipan langsung dari jurnal:

  • Untuk kutipan dengan panjang kurang dari empat baris dimasukkan ke dalam teks, diketik seperti ketikan teks, diawali dan diakhiri dengan tanda petik ("). Sumber rujukan dapat ditulis di sebelum atau setelah teks kutipan.

  • Untuk kutipan dengan panjang lebih empat baris atau lebih, diketik satu spasi, dimulai tujuh ketukan dari batas tepi kiri. Sumber rujukan ditulis sebelum teks kutipan.

  • Apabila penulis ingin menghilangkan beberapa kata yang dianggap tak penting, pada bagian tersebut diberi titik sebanyak tiga buah (...). Namun, jika ingin menghilangkan satu kalimat, bagian tersebut diganti dengan titik sepanjang satu baris.

  • Apabila pengutip ingin memberi penjelasan tambahan untuk bagian yang dianggap penting, penulis dapat memberi keterangan yang berada di dalam tanda kurung. Misalnya: (garis bawah oleh penulis).

  • Untuk kesalahan dalam kutipan, penulis dapat menambahkan simbol (sic!) setelah kesalahan tersebut.

Berikut ini contoh mengutip dari jurnal secara langsung kurang empat baris:

Di lain bagian, Nunan (1992: 80) menyatakan bahwa "while internal validity is important, external validity may be irrelevant."

...lain pihak, tidak disangsikan bahwa “while internal validity is important, external validity may be irrelevant” (Nunan, 1992: 80).

Kemudian, untuk mengutip dari jurnal dengan jumlah lebih dari empat baris, berikut ini contohnya:

Purwaka, dkk. (1990: 33) menyatakan bahwa GT adalah

...wewatakan kang gampang nggungu lan mituhu marang gunem

utawa dedongengan kang pancen mono ora perlu digugu utama

pituhu (sic!).

...........................................................................................................

Gugon tuhon iku dening wong kang gugon tuhonan diangep nduweni

daya, menawa nganti ora digugu ... bakal nandhang ora kepenak

uripe (Garis bawah dari penulis).

2. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung merupakan kutipan yang tak sama persis dengan aslinya, tetapi tetap mengambil pokok pikiran dari sumber yang dikutip untuk menyatakan kembali kalimat yang disusun ulang penulis. Berikut beberapa ketentuan mengutip secara tidak langsung:

  • Kalimat dengan kutipan tidak langsung atau yang mengandung pokok pikiran dari sumber yang dirujuk, ditulis dengan spasi rangkap sebagaimana menulis paragraf pada teks biasa.

  • Semua kutipan harus dirujuk, sumber rujukan dapat ditulis sebelum atau setelah kalimat yang mengandung kutipan tidak langsung.

  • Untuk penulisan sumber rujukan sebelum teks kutipan, ditulis dengan format nama akhir penulis seperti dalam daftar pustaka, diikuti dengan tahun terbitnya jurnal di antara tanda kurung.

  • Untuk penulisan sumber rujukan setelah teks kutipan, sumber rujukan ditulis dengan tanda kurung berisi nama akhir penulis sebagaimana tertulis dalam daftar pustaka, titik dua, dan tahun terbitnya jurnal.

Berikut ini contoh mengutip dari jurnal secara tidak langsung untuk penulisan sumber rujukan sebelum dan setelah teks kutipan:

Menurut Nunan (1992), penelitian studi kasus sering mengalami kesukaran dalam hal validitas eksternal; hasil penelitian ini tidak dapat digeneralisasikan kepada ...

Hal lain yang menyebabkan kelemahan studi kasus adalah bahwa penelitian sejenis ini sering mengalami kesukaaran dalam hal validitas eksternal; hasil penelitian itu tidak dapat digeneralisasikan kepada populasi yang ... (Nunan: 1992).

Baca Juga: Mengenal Pengertian Abstrak, Ciri-Ciri, hingga Kaidah Penulisannya

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Jurnal

Ilustrasi menulis karya ilmiah. Foto: Unsplash/Amelia Bartlett.

Selain cara mengutip dari jurnal, penulis juga perlu mengetahui cara menulis daftar pustaka. Bagian ini berisi keterangan mengenai sumber rujukan yang digunakan dalam penulisan karya ilmiah.

Berdasarkan Merangkum dan Mengutip dalam Penulisan Karya Ilmiah oleh Kastam Syamsi yang diterbitkan staffnew.uny.ac.id, untuk menulis daftar pustaka dari jurnal dalam karya ilmiah, gunakan format berikut:

Nama Belakang Pengarang, Nama Depan Pengarang (apabila ada). Tahun Terbit. "Judul artikel (hanya kata awal yang menggunakan huruf kapital)". Nama Jurnal, Nomor Jurnal, nomor halaman.

Di bawah ini contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal:

Nuryanto, F. 1996. "Penggunaan ragam bahasa Indonesia ilmiah oleh

Dosen IKIP Yogyakarta". Jurnal Kependidikan, 1, XXIV,

hlm. 85 - 100.

Herawati, E. N. 1996. "Beksan srimpi dan nilai-nilai yang dikandungnya,

sebuah tinjauan apresiatif". Diksi, 9, IV, hlm. 81 - 9.

(NSF)