Cara Menyusun LKPD dengan Runtut Sesuai Format

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Seorang guru wajib mengetahui cara menyusun LKPD. Adanya LKPD atau Lembar Kerja Peserta Didik, diharapkan dapat membuat kegiatan pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien.
LKPD merupakan sarana yang dapat membantu dan memudahkan proses kegiatan belajar, sehingga terbentuk interaksi yang efektif antara guru dan siswa.
Dalam LKPD harus ada perintah agar siswa melakukan aktivitas belajar, mulai dari membaca hingga menganalisis. Untuk lebih jelasnya, simaklah artikel ini yang akan membagikan cara menyusun LKPD dan formatnya.
Cara Menyusun LKPD
Menurut artikel ilmiah berjudul Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) untuk Mengakomodasi Keberagaman Siswa pada Pembelajaran Tematik Kelas II di SD Muhammadiyah Danunegaran oleh Elok Pawestri dan Heri M. Z., LKPD atau sering disebut LKS adalah bahan ajar cetak berisi materi, ringkasan, dan petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan peserta didik.
LKPD mengacu pada kompetensi dasar dan tujuan yang harus dicapai. LKPD yang berisi materi dan tugas-tugas yang harus dikerjakan siswa tak hanya berfungsi sebagai pedoman pembelajaran, juga untuk melatih kemandirian belajar siswa dan memudahkan guru memberikan tugas.
Dengan begitu, dibutuhkan petunjuk penyusunan LKPD, sehingga guru dapat mengembangkan lembar kerja tersebut untuk tercapainya pembelajaran yang efektif. Merangkum Panduan Penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) oleh Hadi Soekamto, sipejar.um.ac.id, berikut ini cara menyusun LKPD yang bisa diikuti:
1. Menyusun Rincian Kegiatan
Rincian kegiatan pembelajaran adalah inti dari LKPD, sehingga langkah pertama adalah menyusun rincian kegiatan. Kegiatan yang harus dilakukan siswa ditulis dalam bentuk perintah-perintah yang jelas, terperinci, dan urut. Contohnya:
Amati tabel kepadatan penduduk di bawah.
Tandai dengan spidol merah untuk daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi.
Amati peta Indonesia di atlas.
Beri tanda dengan angka romawi untuk daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk, dari tertinggi hingga terendah.
Diskusikan dengan kelompok kenapa daerah tersebut tingkat kependudukannya tinggi.
2. Menulis Bahan, Alat, atau Sumber
Setelah menulis rincian kegiatan, guru bisa lebih mudah mengetahui bahan, alat, dan sumber yang diperlukan dalam menyelesaikan LKPD. Misalnya rincian kegiatan di atas dibutuhkan tabel yang berisi daftar kepadatan penduduk di Indonesia, atlas, dan spidol merah.
3. Menyusun Pertanyaan
Pertanyaan yang ada di LKPD bukan soal-soal tes untuk mengukur tingkat pemahaman siswa, tetapi berupa pertanyaan soal rincian kegiatan yang dikerjakan siswa. Jadi, pertanyaan perlu berkaitan dengan rincian kegiatan tersebut.
Misalnya, dari nomor 5 pada rincian kegiatan di atas, dapat dibuat pertanyaan berupa, "mengapa daerah tersebut memiliki tingkat kepadatan penduduk yang tinggi?"
3. Menyusun Pendahuluan
Pendahuluan dalam LKPD adalah prinsip untuk memberi gambaran singkat tentang kegiatan yang akan dilakukan siswa. Pendahuluan hanya berisi pengantar, menguraikan manfaat kegiatan, dan tujuan yang dapat diperoleh dari LKPD ini. Pendahuluan cukup memuat dua atau tiga paragraf.
4. Memberi Judul
Judul LPD hanya berisi akta atau kalimat yang berisi kegiatan di dalamnya. Misalnya: Tingkat Kepadatan Pendudukan.
Baca Juga: Guru Penggerak: Definisi, Kriteria, hingga Teknis Pelaksanaannya
Format LKPD
Setiap perangkat pembelajaran memiliki format tertentu. Dikutip dari Panduan Penyusunan Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) oleh Hadi Soekamto, sipejar.um.ac.id, berikut sistematika format LKPD:
1. Judul
Bagian judul berisi topik yang menjadi fokus kegiatan belajar siswa. Bagian ini dapat ditulis singkat, berisi beberapa kata saja.
2. Pendahuluan
Bagian selanjutnya adalah pendahuluan atau pengantar yang uraian pembuka untuk memberikan gambaran LKPD.
3. Bahan/Alat/Sumber
Bahan adalah unsur yang harus ada di dalam LKS karena hal ini menjadi pusat perhatian siswa untuk melakukan kegiatan. Jadi, bahan harus ada di dalam LKPD.
Bahan bisa berupa barang, seperti air, tanah, garam, dan lainnya. Selain itu, bisa berupa hal abstrak, seperti rumus, tabel, artikel, dan lainnya.
Alat adalah barang yang digunakan siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Alat hanya diperlukan apabila kegiatan pembelajaran memerlukan bantuan alat, sehingga sifatnya tidak wajib.
Sumber adalah komponen berupa buku atau referensi yang berisi materi-materi yang berguna untuk menyelesaikan LKPD. Sumber juga tidak harus ada dalam LKPD.
4. Rincian Kegiatan
Rincian kegiatan adalah komponen paling penting pada LKPD. Rincian kegiatan berisi perintah-perintah yang harus dilakukan siswa untuk melaksanakan kegiatan. Isi rincian kegiatan harus jelas, rinci, dan runtut.
5. Pertanyaan
Terakhir, pertanyaan yang harus dijawab siswa. Pertanyaan memberikan kesempatan siswa untuk menuliskan hasil dari kegiatan yang telah dilakukan.
Contoh LKPD
Disadur dari situs lmsspada.kemdikbud.go.id, berikut ini contoh LKPD yang bisa dijadikan gambaran sebelum menyusun lembar kerja tersebut.
Lembar Kerja Siswa
Satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem
Pendahuluan:
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui makhluk hidup dalam ekosistem
Alat dan Bahan:
Bahan:
- Tabel hasil pengamatan makhluk hidup dan makhluk tak hidup
Alat:
- Tali
- Meteran
Rincian Kegiatan:
1. Pergilah halaman sekolah.
2. Amatilah semua yang ada di dalam halaman sekolah dan catat dalam tabel pengamatan.
3. Diskusikan dengan kelompokmu: apa yang disebut dengan ekosistem.
Pertanyaan:
1. Ada berapa jenis makhluk hidup yang Anda jumpai? Sebutkan dengan jumlahnya masing-masing!
2. Sebutkan benda-benda tak hidup yang ada di halaman sekolah!
3. Makhluk hidup apa yang jumlahnya paling banyak?
4. Sebutkan komponen-komponen ekosistem di lingkungan sekolah!
5. Apa yang disebut ekosistem?
(NSF)
