Konten dari Pengguna

Cara Pemupukan Padi yang Benar untuk Optimalkan Hasil Panen

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara pemupukan padi yang benar untuk optimalkan hasil panen. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara pemupukan padi yang benar untuk optimalkan hasil panen. Foto: Freepik

Tidak semua orang memahami cara pemupukan padi yang benar. Sebagai sumber hara, pupuk merupakan sarana produksi yang memegang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan.

Menurut situs cangkingan.desa.id milik Desa Cangkiran, Kabupaten Indramayu, pengunaan pupuk kimia secara terus menerus pada dosis tinggi dapat berpengaruh negatif terhadap lingkungan sekaligus menurunkan tingkat efisiensi penggunaannya.

Oleh sebab itu, diperlukan upaya peningkatkan efisiensi pemupukan dengan mengelola pupuk secara tepat, sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan, agar produktivitas tanaman padi terus meningkat.

Adapun faktor yang menentukan efisiensi penggunaan sebuah pupuk pada tanaman padi, yaitu:

  • Jenis tanah;

  • Pengelolaan hama dan penyakit;

  • Varietas padi;

  • Waktu pemberian pupuk;

  • Musim dan waktu tanam;

  • Sumber/macam pupuk;

  • Tata guna air;

  • Rotasi tanaman;

  • Pengendalian gulma.

Lantas, bagaimana cara pemupukan padi yang tepat? Apa saja teknik-teknik yang dapat digunakan? Selengkapnya ada di bawah ini.

Terdapat faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan pemupukan padi, mulai dari jenis tanah hingga pengendalian gulma. Foto: Fikri Yusuf/kumparan

Cara Meningkatkan Efisiensi Pemupukan Padi

Mengutip situs milik BPTP Provinsi Banten, efisiensi pemupukan tanaman padi dapat ditingkatkan melalui cara-cara sebagai berikut:

  • Setelah disebar secara merata, padi langsung dicampur atau diaduk dengan lumpur. Misalnya, proses pemupukan bersamaan dengan menggaru atau melandak rumput, sehingga tidak akan ada pupuk yang tergilas begitu saja.

  • Pemupukan dilakukan pada saat air tidak mengalir, tetapi tanah dalam keadaan tersebar, sehingga pupuk yang larut dapat segera diikat oleh partikel-partikel halus dalam tanah.

  • Untuk pupus jenis nitrogen, penetapan kebutuhan dan waktu pengaplikasian pupuk berdasarkan alat bantu, seperti Bagan Warna Daun (BWD).

Ilustrasi melakukan pemupukan padi dengan teknik yang benar. Foto: Freepik

Teknik Pemupukan Padi

Teknik pemupukan tanaman padi memang sangat relatif, tidak ada ukuran secara pasti tentang dosis dan waktu yang ditentukan.

Struktur tanah dengan kondisi unsur hara yang berbeda-beda di tempat satu dengan yang lainnya, tentu juga memerlukan teknik pemupukan padi yang berbeda.

Namun, teknik pemupukan di bawah ini dapat dicoba, agar peluang keberhasilan menanam padi hingga masa panen tiba bisa terjadi.

  • Pemupukan susulan pertama dilakukan saat padi berumur 7-10 HST. Pupuk yang digunakan adalah Urea 75 kg/ha, SP-36 100 kg/ha dan KCL 50 kg/ha.

  • Pemupukan susulan kedua diberikan saat tanaman padi berumur 21 HST, menggunakan pupuk Urea sebanyak 150 kg/ha.

  • Pemupukan susulan ketiga pada saat umur padi 42 HST, menggunakan 75 kg/ha Urea dan 50 kg/ha KCl.

Dari tiga kali pemupukan tersebut, dalam satu musim tanam padi yang luasnya mencapai 1 hektar, membutuhkan pupuk Urea (Nitogen) 300 kg, SP36/TSP (Phospor) 100 kg, dan KCl (Kalium) 100 kg.

Tanaman padi memerlukan banyak hara N dibanding hara P ataupun K. Pupuk Urea perlu diberikan sebanyak 3 kali, agar pemberian pupuk N menjadi lebih efisien ketika terserap oleh tanaman padi.

Sementara itu, pemberian pupuk KCl dilakukan 2 kali, agar proses pengisian gabah menjadi lebih baik.

Untuk memantau kecukupan pupuk Urea (Nitrogen) pada tanaman padi, bisa menggunakan Bagan Warna Daun (BWD). Pada alat ini terdapat empat kotak skala warna, mulai warna hijau muda hingga hijau tua, yang menggambarkan tingkat kehijauan daun tanaman padi.

(VIO)