Konten dari Pengguna

Cara Tech Company Melaksanakan Pelatihan untuk Meningkatkan Keterampilan Teknis

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara Tech Company melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis. Foto: Unsplash.com/Annie Spratt
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara Tech Company melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis. Foto: Unsplash.com/Annie Spratt

Perusahaan 'Tech Company' baru saja melaksanakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis sebagai bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Program ini dirancang agar setiap peserta mampu memahami dan menerapkan teknologi baru yang relevan dengan pekerjaan masing-masing.

Perlu diketahui bahwa pernyataan di atas biasanya diberikan kepada mahasiswa UT atau Universitas Terbuka, dan penjelasan berikut hanya bersifat contoh referensi agar proses belajar tetap bermakna dan integritas akademik terjaga.

Cara Tech Company Melaksanakan Pelatihan untuk Meningkatkan Keterampilan Teknis

Ilustrasi cara Tech Company melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis. Foto: Unsplash.com/Annie Spratt

Perusahaan 'Tech Company' baru saja melaksanakan program pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis dengan tujuan agar setiap karyawan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh secara efektif.

Mengutip dari talentcards.com, technical training atau pelatihan teknis memberikan karyawan kemampuan untuk bekerja dengan teknologi, aplikasi, produk, atau layanan tertentu, sekaligus memastikan karyawan tetap mengikuti tren dan praktik terbaik industri.

Namun, manajer SDM sering menghadapi kesulitan dalam menilai sejauh mana pelatihan tersebut berdampak pada pekerjaan sehari-hari maupun kinerja perusahaan.

Masalah utama yang muncul adalah kurangnya sistem evaluasi yang jelas sehingga manajer SDM kesulitan menilai hasil pelatihan secara objektif.

Hal ini memunculkan beberapa pertanyaan penting: Bagaimana manajer SDM di perusahaan 'Tech Company' dapat menilai keberhasilan program pelatihan yang baru saja dijalankan?

Lalu metode evaluasi apa yang paling tepat untuk menentukan seberapa efektif pelatihan tersebut, dan bagaimana cara penerapannya dapat memastikan keterampilan baru benar-benar berguna bagi kinerja karyawan?

Untuk menjawab pertanyaan pertama, manajer SDM dapat menggunakan pendekatan evaluasi multi-level agar hasil penilaian lebih komprehensif.

Salah satu model yang populer adalah model Kirkpatrick, yang mencakup empat tingkatan: reaksi peserta, pembelajaran, perubahan perilaku, dan hasil yang berdampak pada organisasi.

Evaluasi reaksi dapat dilakukan melalui survei atau kuesioner untuk menilai kepuasan peserta terhadap materi dan metode penyampaian.

Evaluasi pembelajaran menekankan peningkatan pengetahuan dan keterampilan melalui tes atau tugas praktis sebelum dan sesudah pelatihan.

Pendekatan berikutnya adalah evaluasi perilaku, yang menilai sejauh mana keterampilan baru diterapkan di tempat kerja. Hal ini bisa diukur melalui observasi, laporan kinerja, atau feedback dari supervisor.

Evaluasi hasil organisasi dilakukan dengan mengaitkan perubahan perilaku peserta dengan indikator kinerja seperti produktivitas, kualitas pekerjaan, dan inovasi yang dihasilkan.

Selain itu, manajer SDM dapat memanfaatkan teknologi untuk mempermudah evaluasi. Platform pembelajaran digital memungkinkan pelacakan kemajuan peserta secara real-time dan memfasilitasi evaluasi berbasis data.

Analisis ini membantu menentukan area yang efektif serta bagian yang perlu perbaikan, sehingga pelatihan menjadi lebih terukur dan berdampak nyata bagi perusahaan.

Dengan kombinasi metode evaluasi tradisional dan berbasis teknologi, perusahaan dapat memastikan setiap pelatihan meningkatkan keterampilan teknis sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan bisnis.

Kesuksesan program ini juga bergantung pada monitoring berkelanjutan dan perbaikan yang konsisten. Setiap tahap evaluasi membantu perusahaan memastikan pelatihan memberikan manfaat nyata bagi karyawan dan organisasi.

Cara Tech Company melaksanakan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan teknis akan tetap relevan jika disertai penerapan evaluasi yang sistematis dan perbaikan berkelanjutan. (Shofia)

Baca Juga: Cara Tim Proyek Mengelola Perubahan Kebutuhan Bisnis