Konten dari Pengguna

Cara Umroh Mandiri tanpa Travel beserta Risikonya

Kabar Harian

Kabar Harian

Menyajikan beragam informasi terbaru, terkini dan mengedukasi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Kabar Harian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Umroh Mandiri tanpa Travel, Pexels/Mutahir Jamil
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Umroh Mandiri tanpa Travel, Pexels/Mutahir Jamil

Cara umroh mandiri tanpa travel menjadi salah satu informasi yang ingin diketahui masyarakat sejak pemerintah Indonesia resmi melegalkannya.

Dikutip dari kemenag.go.id, umrah mandiri tanpa travel juga dikenal sebagai umrah backpacker, yang berarti masyarakat melaksanakan umrah secara mandiri tanpa ada keterlibatan travel umrah seperti biasanya.

Apabila melakukan umrah mandiri, masyarakat akan mencari visa sendiri hingga booking hotel sendiri tanpa bantuan jasa travel umrah.

Cara Umroh Mandiri tanpa Travel

Ilustrasi Cara Umroh Mandiri tanpa Travel, Pexels/Muhammad Khawar Nazir

Umrah mandiri tanpa travel semakin banyak diminati karena biayanya yang lebih murah dibandingkan umrah biasa. Berikut adalah cara umroh mandiri tanpa travel dikutip dari buku Panduan Umrah Mandiri 2025, Umrah Mandiri-ku.id.

1. Perencanaan Perjalanan

Buat perencanaan perjalanan berapa hari akan melaksanakan umrah, mulai dari berangkat hingga kembali ke Indonesia, serta tanggal dan bulan apa akan berangkat umrah.

Selain itu, susun itinerary selama melaksanakan umrah agar waktu dapat dimanfaatkan seefisien mungkin.

2. Bekal serta Persiapan Mental

Persiapkan bekal dan barang-barang bawaan yang diperlukan selama di Tanah Suci. Jangan lupa juga untuk menyiapkan beberapa dokumen penting yang dibutuhkan untuk umrah, seperti paspor, visa, tiket pesawat hingga asuransi perjalanan.

Calon jemaah juga harus membawa pakaian, perlengkapan ibadah, hingga obat-obatan pribadi.

3. Paspor

Paspor adalah dokumen wajib yang harus dibawa saat umrah. Calon jemaah dapat membuat paspor secara online melalui aplikasi M-Paspor.

4. Mencari Tiket Pesawat

Mencari tiket pesawat menjadi cara umroh mandiri tanpa travel selanjutnya. Carilah tiket pesawat sekitar 3 hingga 6 bulan sebelum tanggal keberangkatan.

Calon jemaah dapat menggunakan aplikasi pencari tiket atau situs. Sebaiknya cari promo untuk mendapatkan tiket pesawat murah.

Beberapa maskapai sering kali menawarkan promo menarik untuk perjalanan umrah.

5. Booking Penginapan

Cari dan booking penginapan yang dekat dengan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi agar dapat beribadah lebih lancar.

Namun, jika anggaran yang dimiliki terbatas, penginapan yang lokasinya sedikit lebih jauh dapat dipilih tetapi pastikan penginapan tersebut menyediakan shuttle bus.

6. Visa Umrah serta Siskopatuh

Ajukan visa umrah lewat platform online yang telah disetujui oleh pemerintah Arab Saudi atau dapat juga melalui agen resmi. Sebaiknya urus visa jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan umrah.

Apabila baru pertama kali melakukan umrah, calon jemaah sangat disarankan untuk membuat Siskopatuh atau name tag yang dapat dibeli bersamaan dengan visa.

7. Vaksin Meningitis

Per Muharram 1446 H, jemaah haji serta umrah kembali diwajibkan untuk melakukan vaksin meningitis sebelum tiba di Arab Saudi. Vaksin ini berlaku 2/3/5 tahun tergantung dari jenis vaksinnya.

8. Siapkan Transportasi

Jika melakukan umrah mandiri, transportasi juga menjadi salah satu yang harus direncanakan. Jemaah dapat menggunakan transportasi umum untuk perjalanan dari bandara menuju hotel.

Saat di Mekah dan Madinah, layanan seperti Uber dapat dipilih untuk lebih memudahkan jemaah umrah.

Risiko Umrah Mandiri tanpa Travel

Ilustrasi Cara Umroh Mandiri tanpa Travel, Pexels/Yasir Gürbüz

Ada berbagai risiko yang harus dihadapi para pelaku umrah mandiri tanpa travel. Dikutip dari situs kemenag.go.id, berikut adalah risiko-risikonya.

1. Rentan terhadap Penipuan

Mayoritas jemaah umrah diketahui berusia lanjut, belum pernah bepergian ke luar negeri sebelumnya, didominasi perempuan, dan berpendidikan menengah ke bawah.

Para jemaah tersebut juga tidak mengetahui regulasi penerbangan internasional dan tidak memahami regulasi Arab Saudi. Kelompok masyarakat tersebut tentu memerlukan pendampingan jika melaksanakan umrah mandiri.

Kelompok masyarakat ini juga rentan terhadap penipuan dan apabila hal tersebut telah terjadi, maka berbagai kerepotan akan dihadapi. Para jemaah umrah mandiri tidak mempunyai akses untuk mengurus hak-haknya jika menghadapi kesulitan di Arab Saudi.

2. Overstay

Apabila para jemaah umrah mandiri terlantar, maka besar kemungkinan para jemaah tersebut akan overstay atau tinggal melebihi batas waktu visa.

Jika itu terjadi, maka ada denda besar yang menunggu. Para jemaah juga dipastikan akan dideportasi oleh Arab Saudi.

3. Berpotensi Melakukan Pelanggaran Hukum di Arab Saudi

Jika jemaah umrah mandiri melakukan pelanggaran hukum di Arab Saudi, maka tidak ada pihak yang dapat membantu proses hukum yang harus dihadapi. Selain itu, pelanggaran-pelanggaran yang terjadi juga akan merusak nama baik Indonesia di mata dunia.

Demikianlah informasi terkait cara umroh mandiri tanpa travel. Tertarik untuk melakukannya? (Mey)

Baca juga: Tata Cara Haji dan Umroh beserta Pengertian dan Keutamaannya